Bukit Asam Optimistis Laba Bersih Tetap Tumbuh Dobel Digit

JAKARTA—PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PT BA) optimistis pada tahun ini kinerja dari laba bersihnya tetap berada di kisaran dobel digit layaknya 2011 walau ada tekanan  pada harga jual batu bara dan investasi yang lumayan besar untuk beberapa proyek pengembangan.

“Kami itu ditargetkan untuk memiliki pertumbuhan bottom line di atas 20 persen atau selalu dobel digit. Kita optimistis itu bisa tercapai jika melihat pencapaian tahun lalu dan harga jual batu bara di pasar global,” ungkap Presiden Direktur PT Bukit Asam Milawarma di Jakarta, Selasa (6/3).

Diungkapkannya, pada 2011 perseroan mencatat laba bersih  3,085 triliun rupiah atau naik  54,25 persen dibandingkan 2010 sebesar  dua triliun rupiah. Kenaikan laba bersih tersebut dikarenakan naiknya volume penjualan batubara, harga pasar, dan efisiensi yang dilakukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini.

Laba bersih per saham perseroan juga ikut naik menjadi 1.339 rupiah per lembar dari sebelumnya  872 rupiah per lembar di akhir tahun 2010.

Pada 2011 volume penjualan PT BA sebesar 13,5 juta ton atau mengalami kenaikan sebesar 4 persen dibandingkan 2010 sebesar 13 juta ton. Total penjualan tersebut merupakan gabungan dari hasil produksi dan pembelian batubara dari pihak ketiga sebesar 13,8 juta ton, produksi PT BA dan anak perusahaan sebesar 12,95 juta ton dan pembelian dari pihak ketiga sebesar 0,9 juta ton.

Harga jual batu bara PT BA pada 2011 mengalami kenaikan rata-rata 24 persen untuk pasar domestic menjadi 755.220 rupiah per ton dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 612.366 rupiah per ton. Sedangkan kenaikan harga rata-rata ekspor sebesar 101.04 dollar AS per ton dibanding tahun sebelumnya sebesar 67,5 dollar AS per ton.

“Adanya kenaikan volume penjualan, kondisi pasar yang baik, serta kinerja operasional makin baik, perseroan mencatat omset pada 2011 sebesar 10,58 triliun rupiah atau naik 34 persen dibandingkan 2010 sebesar 7,91 triliun rupiah,” jelasnya.

Diungkapkannya, pada tahun ini perseroan membidik  pertumbuhan omset  sebesar 70 persen dengan pencapaian di kisaran  13,5 triliun- 14 triliun rupiah.

Diprediksinya, produksi batu bara perseroan tahun ini diprediksi mencapai 17,42 juta ton. Sedangkan total penjualan naik 39 persen menkadi 18,66 juta ton. Sedangkan   harga batu bara yang dikirim mulai tahun 2012 diperkirakan naik pada kisaran 3-10 persen.

Volume angkutan juga diharapkan naik, karena adanya komitmen dari PT Kereta Api Indonesia mengangkut sebanyak  15,6 juta ton. Masing-masing 12,9 juta ton ke Pelabuhan Tarahan di Bandar Lampung, kemudian 2,7 juta ton ke Dermaga Kertapati di Palembang.

“Sebelumnya memang ada proyeksi harga batu bara turun, tetapi survey yang saya baca terakhir menyatakan adanya deal antara perusahaan Australia dan Jepang akan membuat permintaan komoditas ini meningkat,” katanya.

Belum lagi, lanjutnya, pembatasan perdagangan minyak bumi dengan Iran menjadikan komoditas itu menjadi naik harganya. “Jika minyak bumi naik, batubara pasti naik juga harganya. Selain itu, di China mulai Februari ini juga mulai banyak permintaan komoditas ini,” katanya.

Capex Rp 1,4 Triliun

Lebih lanjut Millawarma mengungkapkan, perseroan menyiapkan belanja modal sekitar 1,4 triliun rupiah pada tahun ini untuk mencapai target-target yang ditetapkan. “Itu belanja modal untuk kebutuhan organic, diluar akuisisi dan pengembangan. Saat ini pemenuhan belanja modal melalui kas internal,” katanya.

Diungkapkannya, saat ini perseroan tengah mengerjakan sejumlah proyek pengembangan. Pertama, proyek peningkatan kapasitas angkutan kereta api dengan PT KAI dimana pada 2013 direncanakan daya angkut menjadi 18,5 juta ton, 2014  dan seterusnya menjadi 22,7 juta ton per tahun.

Untuk proyek angkutan kereta api Tanjung Enim-Lampung yang akan memiliki kapasitas angkut 25 juta ton per tahun, hingga akhir 2011 telah dilakukan proses pengurusan Amdal kereta api dan pelabuhan. Pekerjaan lain adalah pembebasan lahan, pembuatan detail desain, perijinan, dan proses pendanaan dari lender. Proyek ini kerjasama PT BA dengan Rajawali yang diberi nama Bukit Asam Transrailways.

Berikutnya proyek pembangunan kereta api dari Tanjung Enim-Tanjung Api-api dengan kapasitas 35 juta ton per tahun dengan melibatkan pemerintah provinsi Sumatera Selatan dan PT Adani Global. Proyek ini sudah menyelesaikan tahap studi kelayakan.

Mengantispasi peningkatan kapasitas angkutan kereta api dari Tanjung enim ke Pelabuhan Tarahan Bandar lampung, perseroan meningkatkan kapasitas pelabuhan tersebut dengan throughput 25 juta per ton dengan menambah alat bongkar kereta api (Rotary Car Dumper/RCD), satu ship loader, dan satu dermaga baru yang bisa disandari kapal capsize (150.000 DWT). Proyek ini diperkirakan selesai pada 2013 dan beroperasi penuh pada 2014.

Proyek pengembangan lainnya yang tengah dikerjakan PT BA adalah PLTU 3 x 10 MW di Tanjung Enim dimana pada November 2011 telah dilakukan First Firing dan direncanakan pada triwulan II/2012 sudah bisa dilakukan commissioning. Sementara proyek PLTU 2×8 MW di Pelabuhan tarahan sudah dalam tahap konstruksi dan mulai beroperasi pada 2013 nanti.

Berikutnya proyek PLTU Banko Tengah 2 x 620 MW di Tanjung Enim yang dibangun bersama CHD dari China. Proyek diharapkan beroperasi pada 2016 dengan nilai investasi 1,59 miliar dollar AS. PT BA memiliki saham sebesar 45 persen, CHD 55 persen. Saat ini status proyek dalam persiapan pembentukan anak perusahaan.

Proyek PLTU lainnya Banjarsari 2 x110 MW di Lahat  Sumatera Selatan. Konstruksi sudah mulai dibangun dan ditargetkan pada 2013 sudah selesai. PT BA juga menggarap Coal Bed Methane di tambang Tanjung Enim. Proyek yang dimiliki sahamnya 27,5 persen oleh PT BA, Pertamina (27.5%) ini diharapkan komersial pada 2013.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s