Aksi Akuisisi StarOne Mendapatkan Restu

JAKARTA—Kementrian Badan Usaha Milik Negara (KemenBUMN) memberikan restu bagi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom)  melakukan  akuisisi unit usaha  Fixed Wireless Access (FWA) milik Indosat (StarOne) untuk disenergikan dengan usaha sejenis yakni Telkom Flexi.

“Itu adalah aksi korporasi. Kami tidak ikut campur. Sejauh itu bagus untuk kemajuan perseroan dan bisa dipertanggungjawabkan, kami tidak ada masalah,” tegas Menteri BUMN Dahlan Iskan, di Jakarta, Selasa (13/3).

Ditegaskannya, sebagai pemegang saham pemerintah mempersilahkan Telkom untuk menjalankan aksi korporasi yang bisa memacu pertumbuhan organiknya. “Saya tidak melarang. Pokoknya asalkan aksi itu bisa dipertanggungjawabkan oleh manajemen,” tukasnya.

Sebelumnya, jelang tutup 2011,  Presiden Direktur Indosat Harry Sasongko mengungkapkan, perseroan telah menerima nama-nama perusahaan peminat terhadap StarOne yang akan dijual.

Indosat masih melakukan evaluasi aspek regulasi jika StarOne dilepas, seperti lisensi dan dan asset yang melekat di unit usaha itu.  Telkom diketahui salah satu yang berminat untuk mengakuisisi StarOne.

StarOne  pada akhir 2011 memiliki 229 ribu pelanggan dengan Average Revenue Per User (ARPU)  35,1 ribu rupiah. Jumlah pelanggan StarOne itu turun 58,4 persen dibandingkan tahun 2010 sebesar  550 ribu nomor. Kontribusi StarOne bagi total omset Indosat diperkirakan sebesar  0,9 persen.

Sedangkan  Telkom diketahui  telah menyiapkan dua skenario untuk pengembangan Flexi yang melibatkan anak usaha lainnya, Telkomsel.

Executive General Manager Telkom Flexi, Mas’ud Khamid  pada medio Februari lalu mengungkapkan, skenario yang dipersiapkan. Pertama, menggunakan satu infrastruktur, tetapi memiliki dua merek dagang berbeda di pasar. ”Ini sama dengan di industri penerbangan dimana satu maskapai memiliki dua produk. Ada yang menawarkan full service dan No Frill,” ungkapnya.

Kedua, menggunakan satu infrastruktur dan satu merek dagang. ”Semua kemungkinan ini terus dikaji. Opsi pertama atau kedua, harus dikonsultasikan dengan pemilik lain dari Telkomsel yakni SingTel atau diselesaikan  Pekerjaan Rumah (PR) buy back saham Telkomsel di SingTel,” katanya.

Pada tahun ini Flexi berencana menyiapkan dana sekitar Rp 400 miliar untuk membangun mobile broadband berbasis teknologi Code Division Multiple Access (CDMA) Evolution Data Optimized (EVDO) di 20 Kota hingga akhir Juni 2012.Flexi diperkirakan setiap tahunnya memiliki omset sekitar 4 triliun rupiah.

Langkah Flexi membangun mobile broadband  membutuhkan dukungan sumber daya alam terbatas berupa frekuensi. Aksi akuisisi terhadap StarOne diyakini akan memuluskan langkah Flexi bermain mobile broadband.

Pada perdagangan di bursa Selasa (13/3), saham Telkom bermain dikisaran terendah 6700 rupiah, tertinggi 6.900 rupiah dengan nilai saham diperdagangkan 2.8700.500 lembar. Sementara saham Indosat di angka terendah 5200 rupiah, tertinggi 5350 dengan 1.243.000 lembar saham diperdagangkan [dni]v

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s