Perum Navigasi Penerbangan Segera Dibentuk

JAKARTA—Pemerintah segera membentuk Perusahaan Umum (Perum) Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan guna memenuhi amanat Undang-Undang Penerbangan No 1/2009.

“Kami sudah melakukan rapat dengan KemenkumHam, jika tidak ada kendala akhir bulan ini Peraturan Pemerintah (PP) tentang pembentukan Perum tersebut sudah selesai. Pembentukan Perum tersebut amanat dari UU Penerbangan,” ungkap Dirjen Hubungan Udara Kementrian Perhubungan Herry Bakti S Gumay di Jakarta, Selasa (17/1).

Dijelaskannya, nantinya unsur  dari Perum tersebut akan terdiri dari Angkasa Pura I dan II, serta Ditjen Hubungan Udara yang selama ini menangani Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bandara. “Nanti aka nada PP tambahan terkait pengalihan aset milik AP I dan II kepada Perum, begitu juga PP untuk pengalihan personil,” jelasnya.

Dikatakannya, Perum tersebut nantinya semenjak dibentuk akan diberikan masa transisi selama satu tahun guna menyelesaikan amsalah pengalihan aset dan Sumber Daya Manusia (SDM) tersebut.”Kita harapkan pada kuartal I/2012 akan selesai Peru mini dibentuk,” tegasnya.

Direktur Utama AP I Tommy Soetomo mengakui nantinya akan terjadi pengalihan aset dan SDM perseroan yang mengurus Air Traffic  Services (ATS) ke Perum yang baru terbentuk tersebut. “Sekitar 371 pegawai ATC akan dialihkan. Dari AP I akan ada potensi kehilangan pendapatan 30 persen dari jasa Aeronautika. Tetapi di sisi lain ada juga penghematan dari belanja modal dan biaya operasional,” katanya.

Diungkapkannya, saat ini perseroan tetap mengembangkan kemampuan para personil Air Traffic Controller (ATC) dengan menggandeng Badan Pengembangan SDM Perhubungan Kementrian Perhubungan mencetak tenaga andal Junior Air Traffic Controller (JATC). “Dalam setahun kita akan mencetak 60 orang. Kita investasi sekitar 49 miliar rupiah untuk investasi pusat pelatihan. Untuk pendidikan satu angkatan sekitar 3 miliar rupiah,” katanya.

Saat ini pengelolaan jasa pelayanan pemanduan lalu lintas udara masih dipegang dua BUMN, yaitu PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II. Ke depan, ketika sistim navigasi tunggal  diimplementasikan, maka secara otomatis kewenangan kedua perusahaan itu dalam pelayanan pemanduan lalu lintas udara akan terhapus.

Sistem navigasi tunggal tersebut diyakini akan meningkatkan biaya lintas udara (Overflight service charge) dari 5 sen dollar menjadi 5 dollar per rute penerbangan sehingga bisa menjadi tambahan devisa bagi negara.[dni]

Iklan

1 Komentar

  1. 5 dollar Bro……..luar biasa.Semoga meningkat pelayanan ATS di negeri ini yang tertinggal jauh terutama kemampuan SDM nya….


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s