Pemilik Kapal Optimalkan Fasilitas Bebas Bea Masuk

JAKARTA—Para pelaku usaha kapal yang bergabung dalam Indonesian National Shipowners’ Association (INSA)  akan memaksimalkan pemberian fasilitas fiskal bea masuk kapal 0 persen  pada 2012 untuk memperkuat angkutan armada niaga nasional guna mendukung program pemberdayaan industri pelayaran.

Sekretaris Umum Dewan Pengurus Pusat INSA  Paulis A. Djohan  mengatakan, operator pelayaran akan memaksimalkannya untuk meningkatkan kapasitas armada niaga nasional.

“Kebijakan itu memang dibutuhkan saat ini untuk meningkatkan kapasitas,” ungkapnya di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurutnya,  penetapan bea masuk 0 persen akan mendukung  guna percepatan pengadaan armada niaga nasional hingga beberapa tahun ke depan.

“Pertumbuhan arus barang domestik dan pelaksanaan program nasional asas cabotage serta beyond cabotage memerlukan kapal dalam jumlah besar agar potensi muatan dalam negeri dapat diangkut kapal nasional,” katanya.

Sebelumnya, pemerintah akhirnya resmi mempertahankan bea masuk kapal niaga tetap 0 persen  pada 2012 dalam revisi Peraturan Meeri Keuangan No. 80 tahun 2011 kecuali untuk kapal keruk dan floating dock yang dikenakan 5 persen.

Kepastian pengenaan bea masuk kedua jenis kapal itu tertuang di dalam PMK No.213/PMK.011/2011 tentang Penetapan Sistem Klasifikasi Barang dan Pembebanan Tarif Bea MAsuk atas Barang Impor pengganti PMK 80/2011 terbit.

Dalam Permenkeu yang baru itu, seluruh kapal niaga kecuali kapal keruk dan floating dock diberlakukan bea masuk 0 persen sesuai dengan hasil pembahasan Kementerian Perindustrian, Kementerian Perhubungan, operator kapal dan galangan.

Sementara itu,  Ketua Umum  INSA Carmelita Hartoto mengaku  khawatir  terhadap dampak krisis di Eropa masih akan membayangi industri pelayaran tahun depan.

“Tetapi  kami masih optimistis pangsa muatan angkutan laut Indonesia, baik dalam negeri maupun luar negeri tetap tumbuh pada 2012. Bahkan berpotensi menembus 1 miliar ton dalam dua atau tiga tahun ke depan,” katanya.

Dikatakannya,  industri pelayaran kini sedang melakukan konsolidasi untuk memperbesar porsi muatan laut luar negeri (ekspor impor).

Diharapkannya, pelayaran nasional dapat meningkatkan peranya pada kegiatan angkutan laut luar negeri yang pangsanya jauh lebih besar dibandingkan muatan domestik.

“Setidaknya pada 2020, industri pelayaran akan meningkatkan market share kapal nasional di sektor angkutan luar negeri menjadi 20 persen,” katanya.

Berdasarkan catatan, hingga akhir 2010, muatan angkutan laut Indonesia, baik domestik maupun luar negeri mencapai 876,1 juta ton dengan perincian 308,9 juta ton muatan dalam negeri dan 567,2 juta ton muatan ekspor-impor.

Untuk kegiatan angkutan luar negeri, kapal berbendera Indonesia baru mengangkut sekitar 51,2 juta ton atau 9,0 persen dari total pangsa pasar angkutan ekspor-impor, sedangkan pangsa domestik sudah 99 persen  diangkut kapal nasional.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s