Pembentukan Sea and Cost Guard akan Dipercepat

JAKARTA– Menteri Perhubungan E. E. Mangindaan berjanji akan mempercepat pembentukan Sea and Cost Guard agar ada kepastian hukum dan usaha di bidang pelayaran.

“Apabila Indonesian Sea and Cost Guard  terbentuk maka masalah keamanan laut dan pantai, yang sekarang masih dikelola secara sektoral oleh berbagai instansi, akan dapat lebih bersinergi,” katanya di Jakarta, Senin (30/1).

Ditegaskannya, terbentuknya organisasi baru Indonesian Sea and Coast Guard, akan memberikan kepastian hukum dan kepastian usaha di bidang pelayaran sebab akan mengurangi pengeluaran (cost) bagi para pengusaha yang selama ini masih sering terjadi.

Menurutnya, kondisi ini juga sesuai dengan tuntutan dunia pelayaran internasional yang menginginkan adanya jaminan keamanan dan keselamatan pelayaran di perairan Indonesia.

“Ini akan menaikkan citra Negara Indonesia di mata internasional sebagai negara maritim yang mendukung terwujudnya keselamatan dan keamanan pelayaran serta lingkungan maritime yang bersih sebagaimana slogan International Maritime Organization (IMO) yaitu
safe, secure and efficient shipping on clean oceans,” katanya.

Lebih lanjut Menhunb menyoroti, alat-alat penjagaan laut dan pantai yang sudah tua karena beroperasi sedari tahun 1994.

“Namun alat-alatnya masih baik, sudah saya cek secara langsung,” katanya.

Dijanjikannya,  akan berupaya untuk memperbarui alat-alat tersebut dengan yang lebih canggih.

“Selain alat, tentu manusianya. Perlu regenerasi karena banyak yang sudah pensiun, sehingga penjagaan akan optimal,” katanya.

Ditegaskannya, dengan pengangkatan dirinya sebagai anggota kehormatan sekaligus pembina Penjagaan Laut dan Pantai (Sea and Coast Guard) yang berlaku mulai hari ini, akan lebih serius dalam menjaga keamanan di laut Indonesia sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.

Sebelumnya, Sekretaris Umum Indonesian Shipowner Association (INSA) Paulis Djohan juga meminta secepatnya dibentuk Indonesian Coast Guard karena para kapal banyak dihentikan di tengah laut dengan alasan pemeriksaan.

“Setiap pemeriksaan itu biaya. Harusnya kapal itu keluar dari pelabuhan tak ada masalah lagi,” katanya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s