Modernisasi Pintu Perdagangan

Memasuki tahun 2012, pengembangan dan peningkatan infrastruktur transportasi  semakin penting, begitu juga dengan efektivitas layanan logistik di Indonesia.

Pasalnya, saat ini biaya logistik di Indonesia mencapai 17 persen  dari keseluruhan biaya operasional usaha. Angka itu sangat tinggi apabila dibandingkan dengan negara-negara tetangga, misalnya Malaysia yang hanya 8 persen, Filipina 7 persen, dan Singapura 6 persen.

Kondisi infrastruktur logistik nasional yang belum memadai penjadi penyebab utama biaya tinggi tersebut; dari jalan, telekomunikasi, fasilitas pelabuhan yang kurang lengkap atau rusak, hingga pasokan alat berat dan kendaraan yang rendah. Biaya logistik yang tinggi membuat produk nasional tak memiliki daya saing kuat di pasar global.

Salah satu cara penurunan biaya bisa dilakukan antara lain dengan melakukan modernisasi pelayanan di pintu perdagangan yakni pelabuhan.

Pelabuhan merupakan pintu keluar-masuk arus barang yang vital. Namun akibat fasilitas yang belum memadai serta beberapa faktor lain, perannya kurang optimal sehingga menjadi salah satu penyebab biaya logistik tinggi.

Kekurangoptimalan itu antara lain ditunjukkan oleh waktu tunggu barang di pelabuhan yang tergolong lama. Di Tanjung Priok, misalnya, barang sampai pelabuhan hingga keluar lagi memerlukan waktu 4,9 hari.

Bandingkan dengan waktu tunggu pelabuhan di Jepang yang hanya 3,1 hari. Bahkan waktu tunggu di Negeri Matahari Terbit itu masih lebih lama dibandingkan dengan Belanda yang hanya 1,1 hari, AS 1,2 hari, dan Singapura 1,0 hari.

Jelas sekali, para pengusaha memerlukan jaringan logistik yang lebih kompetitif sehingga mampu menekan biaya, sekaligus meningkatkan daya saing. Indonesia memang butuh sistem logistik terpadu dan sistem distribusi yang efektif serta efisien.

Direktur Utama Pelindo II Richard Joost Lino menjanjikan perseroan akan menggeber layanan  konvesional ke modern pelabuhan  dalam mencapai efisiensi serta efektivitas jasa logistik di Indonesia.

“Kami tetap berfokus pada peningkatan produktivitas pelabuhan dengan mengubah penanganan barang dari cara yang konvensional ke modern, kemudian penerapan layanan berbasisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), serta penurunan waktu layanan bongkar muat. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan effective working time menjadi 80 persen tahun ini,” ungkapnya

Diungkapkannya, pada tahun ini perseroan mengubah penanganan bongkar muat barang antara lain dari dan ke kapal, dimana sebelumnya menggunakan derek kapal menjadi container crane yang dikenal dengan sistem automasi. Perseroan juga akan mendorong penggunaan peti kemas atau jumbo bag sebagai pola kemasan bongkar muat.

Sementara untuk pengaturan arus barang curah untuk Crude Palm Oil (CPO) di mana  seluruh pembongkaran CPO pada akhir 2012 tidak lagi menggunakan truck loosing, tetapi harus melalui tangki-tangki timbun di dalam pelabuhan terlebih dahulu untuk kemudian didistribusikan.

Pelindo II juga akan menerapkan layanan sistem windows dan service level secara menyeluruh di semua wilayah kerjanya. Terkait keselamatan kapal dan barang yang keluar masuk pelabuhan, perseroan menargetkan layanan kapal pandu dan tunda berstandar internasional  di akhir 2012.

Pelayanan kapal di seluruh pelabuhan akan dimonitor dari satelit dan terpantau di kantor pusat Jakarta. Layanan ini dimulai dengan segera terpasangnya Vessel Traffic Information System (VTIS) di Tanjung Priok yang diharapkan sudah dapat beroperasi pada akhir 2012. Sementara untuk pelabuhan Palembang, Pontianak, dan jambi, VTIS akan beroperasi pada 2013.

“Pelindo II bersama Telkom akan menerapkan sistem Indonesia Logistic Community System (ILCS) yang peluncurannya direncanakan akan dilakukan pada Juli 2012. Sistem ini memungkinkan tersedianya platform layanan diantaranya e-payment, tracking dan tracing, booking shipment, dan trucking,” katanya.

Diungkapkannya, untuk mendukung semua kegiatan tersebut perseroan menyiapkann belanja modal sekitar lima triliun rupiah. “Angka itu diluar pembangunan Kali Baru jika sudah keluar Peraturan Presiden,” katanya.

Berdasarkan catatan, omset Pelindo II pada tahun lalu sekitar 4,6 triliun rupiah dan tahun ini ditagetkan menjadi 5,3 triliun rupiah. Sementara laba bersih pada 2011 1,6 triliun rupiah dan pada tahun ini menjadi dua triliun rupiah.

“Perbaikan strategi korporat dalam meningkatkan layanan kepelabuhan yang dilakukan Pelindo II adalah satu hal yang dapat dilakukan dengan cepat dengan biaya minimal dengan hanya memperbaiki pola sistem kerja yang lebih efisien dan efektif namun memberikan dampak yang cukup signifikan. Sambil menunggu pembangunan dan pengembangan infrastruktur yang akan dibangun di seluruh pelabuhan yang berada di wilayah kerja Pelindo II”,  kata Lino.

Diharapkannya,  para pengguna jasa  mampu beradaptasi dengan seluruh sistem ini  dalam jangka waktu enam bulan setelah penerapannya. “Dengan demikian, perusahaan didukung oleh seluruh komponen di dalamnya dapat menurunkan waktu total peti kemas keluar dari kapal hingga keluar pintu area pelabuhan (dwelling time) dari 6 hari menjadi 3 hari. Dengan semakin efisiennya waktu layanan barang di pelabuhan, kita pun akan selangkah lebih dekat dalam tujuan kita menekan biaya logistik dan terwujudnya konektivitas nasional Indonesia,” harap Lino.

Pada kesempatan lain, Deputi Menteri BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik, Sumaryanto Widayatin mengharapkan,  sistem yang dikembangkan Pelindo II mampu  menekan biaya serta menjamin ketepatan waktu, kecepatan transaksi, dan kualitas barang serta jasa, sehingga mesti terintegrasi dari hulu sampai hilir yang terdiri atas banyak pemangku kepentingan.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s