Mobil Esemka Belum Penuhi Ambang Batas Emisi Gas Buang

JAKARTA—Kementerian Perhubungan menyatakan mobil Esemka belum memenuhi ambang batas   emisi gas buang dalam uji yang dilakukan belum lama ini.

“Setelah melalui uji emisi gas buang, Mobil Esemka tidak memenuhi standar ambang batas yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup.  Mobil Esemka melampaui ambang batas hingga lebih dari dua kali lipat,” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S. Ervan di Jakarta, Kamis (1/3).

Menurutnya,   standar normal emisi gas buang untuk sebuah mobil baru yang ditetapkan untuk karbondioksida (CO) 5 gram per km dan HC+NOx sebesar 0,70 gram/km. Namun emisi gas buang mobil Esemka lebih tinggi hingga lebih dua kali lipatnya, yaitu CO 11,63 gram/km dan HC+NOx sebesar 2,69 gram/km.

“Pengujian gas buang Mobil Esemka ini dilakukan di Balai Termodinamika Motor dan Propulsi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Kami menyarankan di perbaiki kinerja emisi gas buangnya. Standar ini diatur dalam Kepmen KLHJ No.04/2009 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang untuk Kendaraan Bermotor Tipe Baru,” ujarnya.

Dikatakannya,  tidak ada batas waktu perbaikan, PT Solo Manufaktur Kreasi selaku produsen mobil Esemka bisa menggunakan Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor.

“Kami berharap agar pemohon tidak patah semangat, karena emisi Esemka belum memenuhi standar Kementerian Lingkungan Hidup,” tuturnya.

Diungkapkannya,   soal tidak lolos uji tipe khususnya emisi gas buang ini, sejumlah mobil nasional lainnya juga beberapa kali harus bolak-balik melakukan uji tipe. “Beberapa kendaraan nasional berulang kali bolak-balik. Tawon, Kancil, Gea dan Hino bus, contohnya. Merka bolak-balik dan belum berhasil lulus uji tipe,” ujarnya.

Lebih lanjut diungkapkannya,  soal hasil uji emisi gas buang ini, Ditjen Perhubungan Darat telah mengirimkan surat ke PT Solo Manufaktur Kreasi untuk menjelaskan agar berkoordinasi dengan BPPT untuk meningkatkan standar sehingga memenuhi syarat.

Surat tersebut tertuang dalam SK bernomor AJ.S0E/17/6/DJPD/2012 tertanggal 29 Februari 2012 tentang Uji Ulang Uji Emisi EURO 2 yang ditandatangani oleh Direktur DLLAJ Kemenhub Sudirman Lambali atas nama Dirjen Perhubungan Darat.

Masih menurutnya,   sebenarnya mobil Esemka sudah lulus sembilan uji tipe mobil baru, hanya sisa dua tipe yang belum, yakni uji emisi gas buang dan uji laik jalan khususnya masalah kekurangan di lampu.

Pada 2010, mobil Esemka sudah mengajukan uji laik jalan, namun ternyata masih ada kekurangan di lampu, standarnya kurang dipenuhi. Pihak balai pengujian meminta untuk diperbaiki. “Tetapi saat ini mereka belum mengajukan lagi,” ujarnya.

Untuk lampu yang tidak lolos, jelasnya, pemerintah menetapkan standarnya dalam satu lampu memiliki 12.000 candel (CD), namun mobil Esemka, lampu kanannya baru menyinarkan 10.900 CD dan sebelah kiri sebanyak 6.700 CD. “Ini masih bisa diperbaiki,” ujarnya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s