Lion Air akan Cek Pilot

JAKARTA–Maskapai Lion Air akan melakukan pemeriksaan pilot dan kru pesawat terkait indikasi penggunaan narkoba dan alkohol di seluruh bandara yang disinggahinya.

“Kami akan cek seluruh pilot dan kru di seluruh bandara yang disinggahi. Namun selanjutnya, akan dikurangi, hanya mengecek di bandara-bandara yang potensial menjadi tempat penggunaan narkoba,” ungkap Direktur Umum Lion Air Edward Sirait di Jakarta, Rabu, (8/2).

Diungkapkannya,  saat ini ada 650 pilot di Lion Air, untuk jangka pendek
akan tes terus di setiap bandara sampai dinilai bersih. Selanjutnya akan lakukan tes pada tempat-tempat yang dinilai berpotensi.

“Tes narkoba sebenarnya sudah kami lakukan secara periodik enam bulan sekali. Dari medical record, kalau ada yang harus diteliti, misalnya hight kolesterol tinggi, juga tidak kita perbolehkan terbang. Dia bisa stroke, serangan jantung, dia di grounded dulu sampai dia dinyatakan sehat. Apalagi kalau terindikasi narkoba, ini sudah kelas berat,” tuturnya.

Ditegaskannya,  manajemen tidak memberikan toleransi terhadap para pegawai yang terindikasi menggunakan narkoba dan minuman keras. Bila diketahui menggunakan pihak manajemen langsung melakukan pemecatan.

Diungkapkannya,  jauh sebelum pihak BNN menangkap pilot Lion, pihak manajemen telah melakukan aksinya dengan memecat seorang pegawai yang terindikasi menggunakan narkoba. “Sebelumnya juga pernah terjadi, terindikasi menggunakan narkoba langsung kami pecat,” tegasnya.

Menurutnya,  rekrutmen pilot dilakukan sesuai standar yang telah diatur dalam undang-undang. Terutama saat dilakukan tes kesehatan, bila terindikasi langsung di putus.

“Kalau yang sekarang ini sedang bertugas membawa pesawat saya jamin tidak terlibat menggunakan narkoba, karena sebelum terbang mereka kami periksa,” katanya.

Ditegaskannya,  manajemen tidak berhenti sampai disitu, yakni menggandeng BNN untuk menangkal pegawai menggunakan narkoba akan lebih lancar. “Kami kerjasama dengan BNN. Kalau dengan ahlinya kan menjadi lebih mudah,” kata Edward.

Dijelaskannya, pemeriksaan kesehatan untuk menangkal penggunaan narkoba ini, bukan hanya terhadap penerbang juga pegawai darat.

Direktur Tindak Kejar BNN Brigjen Benny Mamoto mengatakan, dua pilot yang tertangkap itu kini dalam pemeriksaan dan setelah itu akan dibawa ke pusat rehabilitasi Lido Sukabumi Jawa Barat.

Dikatakannya, dari dua tersangka ini BNN terus melakukan pengembangan, yang diakui Benny tidak menutup kemungkinan akan ada lagi penerbang yang menggunakan narkoba. Hanya saja dia belum bisa menyebutkan maskapai penerbangan mana saja yang pilotnya dicurigai menggunakan narkoba.

“Penyelidikan terus kami lakukan, bukan hanya terhadap Lion. Cuma kami belum bisa bertindak sebelum ada bukti,” kata Benny.

Menurutnya,  sejauh ini pilot yang tertangkap menggunakan narkoba hanya sebatas pengguna bukan pengedar. Dia juga yakin, saat ini tidak ada satupun pilot yang berani menggunakan narkoba pasca penangkapan pilot Lion.[Dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s