KPPU Dalami Implementasi Agen Inspeksi

JAKARTA—Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan mendalami implementasi agen inspeksi (Regulated Agent/RA) dengan memanggil pelaku usaha pada Rabu (18/1) besok.

”Pada Rabu (18/1), kita akan melakukan pendalaman terkait seluruh aspek penerapan RA,” ungkap juru bicara KPPU A. Junaidi di Jakarta, Minggu (15/1).

Diungkapkannya, hal yang didalami adalah soal tarif dan aspek lain yang terkait seperti tehnis pelaksanaanya.  ”Kita ingin tahu apakah setiap RA  yang ditunjuk mendapatkan order inspeksi berdasarkan penjatahan atau mekanisme pasar,” katanya.

Sementara itu, Juru Bicara Kementrian Perhubungan (Kemenhub) Bambang S Ervan mengungkapkan,  sebenarnya sudah pernah dilakukan pertemuan tentang RA dengan KPPU, kala  dilaporkan monopoli.

”Kemenhub  menegaskan RA  tidak monopoli tetapi  terbuka untuk siapa saja. Mungkin KPPU minta tanggapan tentang   permohonan Kemenhub yang meminta fatwa terkait rumusan struktur  tarif hasil Tim Kecil,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Bandara Soekarno-Hatta Jakarta Arman Yahya  mengatakan akhirnya  KPPU  menanggapi surat yang dikirim oleh gabungan asosiasi jasa pengiriman barang di Bandara Soekarno-Hatta yang melaporkan dugaan praktik monopoli RA.

Selain ALFI, asosiasi lainnya yakni Asperindo (Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspress Indonesia), APKB (Asosiasi Perusahaan Kawasan Berikat), SPS (Serikat Penerbit Surat kabar) dan PT Pos Indonesia.

Suspended
Lebih lanjut Bambang mengungkapkan, Kemenhub tidak memperpanjang (suspended) ijin RA milik Angkasa Pura II  karena belum memenuhi persyaratan.

”Mulai Desember 2011, ijin RA milik AP II di suspended.  Mengingat ijin yang  dipegang AP II  kemarin sebagai “RA Sementara” untuk jangka waktu 3 bulan, berlaku hingga  24 November 2011. Saat ini AP II  sudah mengirim   surat permohonan perpanjangan izin tersebut ke Ditjen Hubungan Udara,” ungkapnya.

Ditegaskannya, walaupun AP II tidak menjalankan RA, tetapi kapasitas dan prosedur pengamanan tetap terjaga. “Ada delapan perusahaan yang mengajukan sebagai RA pada 2012. Akan tetapi, masih dalam tahapan pemeriksaan sehingga belum menjalankan fungsi agen inspeksi.Syaratnya hanya memenuhi ketentuan dan melengkapi aturan,” jelasnya

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (AP II) Tri S. Sunoko mengakui,  pihaknya diminta untuk melengkapi beberapa persyaratan untuk diperpanjang ijin RA-nya.

“AP II sudah kirim surat permohonan perpanjangan izin tersebut ke Ditjen Perhubungan Udara. Sekarang AP II menunggu keputusan lebih lanjut dari Kementerian Perhubungan. Mungkin masih dalam proses disana,” tuturnya.

PT Angkasa Pura II cabang Bandara Soekarno-Hatta mulai mengoperasikan perusahaan Regulated Agent (RA) terhitung sejak Sabtu, 3 September 2011.

Pengoperasian keagenan inspeksi tersebut merujuk pada Surat Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan No: AU/9392/DKP.926/VII/2011 tanggal 25 Agustus 2011, tentang Pemberian Izin PT Angkasa Pura II sebagai Regulated Agent sementara.

Kurun waktu 3 bulan tersebut diberikan seiring dilakukannya pembentukan badan hukum baru berbentuk perseroan terbatas (PT) oleh Angkasa Pura II sebagai pengelola RA ke depan. Status badan hukum RA yang dikelola AP II adalah unit bisnis strategis (SBU) yang berada di dalam struktur organisasi Kantor Cabang Bandara Soekarno-Hatta.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s