Kereta Cepat Argo Cahaya Siap Dibangun

JAKARTA—Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan rencananya  untuk membangun kereta super cepat seperti Shinkansen di Jepang yang diberi nama Argo Cahaya.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengungkapkan,  meskipun belum dibahas secara serius dengan kementerian lain maupun ditingkat Presiden, namun instansinya  telah melakukan studi mengenai proyek dengan nilai investasi mencapai  150 triliun hingga 180 triliun itu.

“Kereta cepat masih pra studi kelayakan dan belum menjadi prioritas, mungkin nanti setelah proyek double track (jalur ganda) Jakarta-Surabaya selesai dibangun pada 2014, baru akan diprioritaskan Argo Cahaya,” katanya di Jakarta, kemarin.

Diungkapkannya,  studi awal kereta cepat tersebut telah dilakukan pada 2008 hingga 2009 yang lalu, dengan studi awal dari pihak Jepang. Sedangkan untuk studi kelayakan, pemerintah belum melakukan hal itu, pasalnya harus dibahas lebih mendalam dengan lintas kementerian dan ditingkat Presiden.

Menurutnya,  proyek pembangunan kereta cepat telah banyak digagas untuk dibangun oleh negara-negara Asia lainnya. Pasalnya, dengan adanya kereta cepat tersebut lebih banyak mengangkut penumpang dibandingkan pesawat udara dan juga lebih hemat bahan bakar. Selain itu, beban jalan menjadi berkurang dan mengurangi kerusakan jalan.

Diprediksinya,   masa pembangunan proyek kereta cepat Argo Cahaya untuk tujuan Jakarta-Surabaya akan memakan waktu 10 tahun. Tahap pembangunannya sendiri terbagi dalam tiga periode yaitu pembuatan grand desain selama tiga tahun, pengerjaan konstruksi selama 5-6 tahun dan sisanya yaitu tahap uji coba.

“Untuk konstruksinya diperkirakan mencapai 14,3 miliar dollar AS, namun jika termasuk biaya pembebasan lahan mencapai 20 miliar dollar AS atau 261 miliar  rupiah per kilometer, masih-masing negara biaya pembangunannya berbeda, di China 223 miliar rupiah  perkilometer dan Taipei 331 miliar rupiah perkilometer,” jelasnya.

Diungkapkannya,   telah ada investor dari China dan Jepang yang berminat untuk berinvestasi dalam proyek pembangunan kereta cepat ini. Nantinya proyek ini direncanakan akan menggunakan skema private public partnership atau kerjasama pemerintah swasta. Jadi pemerintah turut andil dalam pembiayaannya.

“Dipilihnya rute Jakarta-Surabaya karena kedua kota tersebut menghubungkan dua pusat pertumbuhan ekonomi terbesar di Indonesia, seperti Tokyo-Osaka di Jepang, China menghubungkan Beijing-Shanghai, di Amerika Serikat menghubungkan Boston-Washington,” jelasnya.

Direktur Komersial PT Kerata Api Indonesia (Persero) Sulistio Wimbo Hardjito mengatakan perusahaannya siap jika pemerintah menunjuk perseroan  sebagai operator untuk mengelola kerat cepat Argo Cahaya.

”Kita   menyambut baik jika pemerintah benar-benar serius membangun megaproyek senilai ratusan triliun ini. Pasalnya, negara-negara lain di wilayah Asia Tenggara juga telah membangun proyek serupa,”katanya.

Menurutnya,  kunci sukses proyek ini  ada di  studi kelayakan dan itu dilakukan oleh pemerintah. ”KAI dalam hal ini hanya bertindak sebagai pengelola dan kami siap jika ditunjuk, kalaupun dilakukan tender, perseroan juga pasti akan turut mengajukan sebagai perserta,” kata Wimbo.

Meskipun belum melakukan studi kelayakan, namun lanjut dia, perseroannya telah melakukan kajian pra studi kelayakan mengenai proyek pembangunan kereta cepat ini.

“Kajian yang dilakukan KAI berbeda dengan yang dilakukan Kemenhub, karena  pemerintah dalam hal ini sebagai lembaga yang membangun sarana infrastruktur,” jelasnya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s