Kemenhub Pelajari Proposal Pelindo II

JAKARTA—Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sedang mempelajari   proposal rancangan pembangunan proyek pelabuhan petikemas Kalibaru Utara yang diajukan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II guna meningkatkan kapasitas di sana.

“Saat ini kami masih belum tuntas membahas proposal yang diajukan Pelindo. Masih ada beberapa penyesuaian. Namun kami tetap pada target kuartal pertama tahun ini (April 2012) sudah bisa dimulai groundbreaking,” ungkap  Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Leon Muhammad di Jakarta, akhir pekan lalu.

Diungkapkannya, salah satu poin yang masih ditinjau kembali adalah kapasitas Kalibaru yang akan dinaikkan dari semula 1,9 juta TEUs menjadi 4,5 juta TEUs. Pasalnya,   kenaikan tersebut akan memicu kenaikan biaya dan tata letak Kalibaru secara keseluruhan.

“Arus pelayaran yang akan diperluas dari 150 meter menjadi 300 meter juga masih akan kami cermati,” tambahnya.

Meski hingga saat ini belum ada surat resmi penunjukkan langsung Pelindo II sebagai pengelola pelabuhan, namun dengan adanya target pemerintah bahwa Kalibaru sudah harus mulai di kuartal pertama 2012,  bisa dipastikan bahwa BUMN tersebutlah yang akan menjadi operator pelabuhan baru tersebut. “Pemerintah belum mengeluarkan keputusan resmi, karena harus bersifat kolektif,” tegas Leon.

Sementara Direktur Utama Pelindo II R.J. Lino  mengaku sudah melakukan usaha maksimal dalam mendorong pemerintah untuk mengeluarkan surat resmi penunjukkan.

“Tinggal media yang bisa membantu mendorong pemerintah segera mengeluarkan surat resmi,” ujarnya.

Menurutnya,  Pelindo II juga tidak keberatan jika Kemenhub melakukan penyesuaian dengan rencana pembangunan yang mereka ajukan. “Namun melihat kondisi kebutuhan, proposal   yang kami ajukan sangat realistis,” tukasnya.

Sebelumnya, sebagai konsekuensi meningkatnya jumlah pembiayaan pembangunan dari 11,7 triliun menjadi 17 triliun rupiah, Pelindo II menyatakan siap menginvestasikan dana perseroan sejumlah  10 triliun rupiah, sedangkan sisanya akan dibiayai oleh operator terminal yang menjadi pengelola terminal Kalibaru.

Dana sebesar  10 triliun rupiah  akan digunakan untuk membangun infrastruktur dermaga, pengerukan kolam dan alur. Ia juga berharap nantinya swasta bisa berkontribusi di sektor penyediaan peralatan bongkar muat dan tangki bahan bakar minyak.

Hingga Desember 2011 rata-rata kapasitas Pelabuhan Tanjung Priok mencapai 5,8 juta twenty feet equivalent units (TEUs). Jika kapasitasnya mencapai 7 juta TEUs, sebagaimana yang diprediksi oleh banyak pengamat di akhir 2012, maka pelabuhan utama untuk perdagangan internasional ini akan mengalami stagnasi.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s