Kemenhub Pantau Implementasi Permenhub 77/2011

JAKARTA—Kementrian Perhubungan memantau implementasi Peraturan Menteri Perhubungan No 77/2011 (PM 77) yang diberlakukan mulai 1 Januari 2012.

“Sampai saat ini berdasarkan laporan yang masuk ke posko masih belum ada penerbangan yang delay lebih dari 4 jam. Untuk  pelaksanaan PM 77, Ditjen Hubungan Udara menurunkan petugas dan  menugaskan  otoritas Bandara untuk melaksanakan  pemantauan,” ungkap Juru Bicara Kemenhub Bambang S Ervan di Jakarta, Senin (2/1).

Dijelaskannya, Permenhub 77 berisikan aturan  tentang tanggung jawab angkutan udara yang ditandantangani pada   8 Agustus 2011 lalu. Aturan ini tidak menggugurkan Permenhub 25 Tahun 2008 tentang pemberian kompensasi bila pesawat mengalami keterlambatan atau delay.

Permenhub 25/2008 itu mengatur tentang kompensasi jika terjadi keterlambatan pesawat di bawah 4 jam dengan menyediakan snack, makan dan penginapan. Jika ada yang melanggar KM ini, maka sanksinya sesuai kewenangan yang dimiliki Kemenhub.  Sebagai regulator, Kemenhub berwenang memberikan sanksi administratif, peringatan tertulis 3 kali berturut dengan tenggang waktu masing-masing 1 bulan.

Apabila 3 kali berturut-turut masih juga dilakukan pelanggaran, maka akan dilakukan pembekuan izin usaha angkutan udara niaga untuk jangka waktu 14 hari kerja. Apabila pembekuan izin usaha tidak ada perbaikan, maka kala  jangka waktu sudah habis, dilakukan pencabutan izin usaha.

Dalam Permenhub 77/2011 juga diatur tentang bagasi yang hilang maka wajib diganti maksimal  4 juta rupiah, atau 200 ribu rupiah per Kg. Dijelaskan pula. bagasi dianggap hilang apabila dalam 14 hari tidak dapat ditemukan.

Kehilangan sementara bagasi juga mendapat ganti rugi uang tunggu sebesar 200 ribu rupiah per hari (maksimal 3 hari). Sedangkan barang bagasi yang rusak juga mendapat ganti rugi sesuai dengan jenis, bentuk, ukuran dan merek bagasi yang tercatat.

Dikatakannya, sanksi akan diberikan kepada maskapai yang bandel. “Di awal implementasi  dilakukan pendekatan dan penumbuhan pemahaman. Semua maskapai  sudah berkomitmen untuk melaksanakan aturan tersebut, kalau belum terlaksana dengan baik,  itu masalah dinamika operasional di lapangan, bukan kesengajaan,” katanya.

Ditegaskannya,  fungsi regulator mengatur agar penerbangan bisa tumbuh berkembang secara baik dalam suasana yang kondusif. “Ada keseimbangan antara hak dan kewajiban baik penyedia jasa maupun pengguna jasa. Untuk itu diatur dengan peraturan dan dilakukan pembinaan,” katanya.

Sekjen Asosiasi Penerbangan Nasional (Inaca) Tengku Burhanuddin mengatakan, PM 77 merupakan kompormi dari aturan yang ada sebelumnya dimana beberapa permintaan maskapai dipenuhi terutama masalah   asuransi yang  diserahkan kepada maskapai.  “Ini resiko bisnis penerbangan.  Banyak yang harus dilakukan sebagai kewajiban. Semoga saja daya beli masyarakat kita terus tinggi agar pertumbuhan produksi penerbangan tetap naik,” katanya.

VP Corporate Communication Garuda Indonesia Pujobroto menyatakan siap  memberikan  kompensasi sesuai aturan bagi para penumpangnya.

“Di hari pertama dan kedua tahun 2012 ini tidak ada kendala berarti yang dialami oleh Garuda. Sejauh ini alhamdulillah segala sesuatunya berjalan baik,” katanya.

Sementara itu, juru bicara Indonesia Air Asia Audrey Progastama Petriny mengungkapkan, maskapainya  telah menunjuk perusahaan asuransi  Citra International Underwriter untuk implementasi aturan terbaru tersebut. “Untuk masalah cara pencairan jika terjadi klaim, besok diinformasikan detailnya.  Ada beberapa hal yang masih perlu dibahas dan akan difinalisasi besok,” katanya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s