Kemenhub Pantau Harga Avtur

JAKARTA—Kementrian Perhubungan (Kemenhub) berjanji untuk memantau harga avtur  seiring mulai naiknya harga minyak mentah di atas 100 dollar AS.

“Sesuai aturan, kami harus memantau kenaikan harga avtur. Jika kenaikan harga avtur terjadi dalam kurun waktu tiga bulan berturut-turut, tentu ada kebijakan yang akan diambil,” ungkap  Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti S Gumay di Jakarta, Kamis (1/3).

Menurutnya, saat ini sudah ada alat untuk antisipasi kenaikan harga avtur yakni tariff batas atas. “Jika tarif  batas atas tidak mencukupi, baru bicara perangkat lainnya,” katanya.

Ditegaskannya, pemerintah tidak akan mengizinkan maskapai mengenakan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) untuk rute penerbangan domestik. Hal ini karena sejak diberlakukannya Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 26 Tahun 2010 tentang Tarif Batas Atas Penerbangan Berjadwal Ekonomi Dalam Negeri, pemerintah tidak mengizinkan dikenakannya fuel surcharge, karena perhitungan fuel surcharge sudah digabung menjadi satu dalam struktur tarif baru tersebut.

Sesuai Pasal 7 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, maskapai baru diizinkan mengenakan biaya fuel surcharge jika harga avtur sudah melebihi 10 ribu rupiah  per liter. Kondisi itu menambah biaya operasi maskapai penerbangan sebesar 20 persen selama tiga bulan berturut-turut. Biaya avtur biasanya  memberi kontribusi 63,38 persen  dari total beban operasional penerbangan

Sebelumnya, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) berencana untuk menaikkan harga tiket pesawat untuk penerbangan domestik sampai dengan batas atas.

Hal tersebut dilakukan perseroan untuk mengatasi naiknya biaya operasi maskapai akibat lonjakan harga minyak dunia sehingga harga avtur ikut naik.

Vice President Communication Garuda Indonesia Pujobroto mengatakan melonjaknya harga minyak dunia berpengaruh juga terhadap harga avtur yang menyebabkan biaya operasi perseroan meningkat 30-40 persen.

Garuda Indonesia adalah maskapai nasional yang melayani segmen full service sehingga memungkinkan menaikkan harga tiket sampai batas atas 100%.

“Saat ini kita masih memonitoring kenaikan harga avtur karena kita tidak bisa menaikkan harga tiket begitu saja karena pemerintah sudah menetapkan tarif batas atas dan bawah untuk penerbangan domestik,” kata Pujo.

Dicontohkannya,  untuk rute Jakarta-Jayapura, harga tiket batas bawah 900 ribu rupiah  dan batas atas 1,2 juta rupiah . Apabila Garuda menaikkan harga tiket 100 persen, harga tiket untuk Jakarta-Jayapura naik menjadi 1,2 juta rupiah.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s