Kemenhub Pacu Pembangunan Dermaga

JAKARTA–Kementerian Perhubungan (Kemenhub)  memacu pembangunan dermaga VI di lintas penyeberangan Merak-Bakauheni mulai tahun ini.

Dirjen Perhubungan Darat Suroyo Alimoeso mengungkapkan, saat ini proses pembangunan dermaga VI di pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni masih tahap penyusunan detail engineering desain (DED) yang ditargetkan selesai tahun ini.

“Dengan demikian, pembangunan dermaga VI ini dapat dimulai tahun ini. Penandatangan kerjasama atau MoU antara Kemenhub yakni Dirjen Darat, PT ASDP Indonesia Ferry dan Pemerintah Kota Cilegon sudah dilaksanakan,” katanya di Jakarta, Jumaat (27/1).

Dijelaskannya, pembangunan dermaga VI di Merak-Bakauheni ini untuk mengatasi antrian panjang truk yang menanti masuk ke kapal penyeberangan.

“Soal dana untuk pembangunan dermaga VI ini sudah dianggarkan dalam APBN 2012. Kalau untuk subsidi penyeberangan sendiri mencapai 130 miliar rupiah  pada tahun  ini,” tuturnya.

Diungkapkannya, selain membangun dermaga VI,  Kemenhub juga akan membangun tiga hingga empat kapal penyeberangan jenis roro dengan berat mati 5.000 gross ton. Satu kapal seharga 28 miliar rupiah.

“Kami akan bangun kapal baru 3-4 unit pada tahun ini untuk mengatasi antrian panjang truk yang menunggu masuk ke kapal untuk menyeberang di pelabuhan-pelabuhan penyeberangan. Nantinya akan dioperasikan pemerintah daerah maupun PT ASDP,” katanya.

Terkiat kondisi cuaca yang membahayakan penyeberangan, Suroyo mengatakan,  selaku regulator akan menerapkan sistem buka tutup untuk pelabuhan penyeberangan disesuaikan dengan kondisi cuaca.

“Kami menyesuaikan dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), jika dinyatakan cuaca berbahaya untuk penyeberangan, kami akan tutup. Yang mengatur buka tutup penyeberangan ini dari pihak administrator pelabuhan (adpel) atau syahbandar,” tuturnya.

Dikatakannya,  pihaknya telah meminta masing-masing syahbandar dan adpel di empat lintas penyeberangan tersebut untuk memberlakukan sistem buka tutup. Di sisi lain, juga diminta untuk mengawasi secara ketat perlengkapan keselamatan kapal yang beroperasi di tiap lintas.

Menurutnya,  sedikitnya empat lintas penyeberangan di Tanah Air rawan cuaca ekstrem sampai pertengahan Februari  2012 karena berada di selat yang cukup dalam. Keempat lintas penyeberangan itu Merak-Bakauheni, Padang Bai-Lembar, Ketapang-Gilimanuk, dan Kayangan-Pototano.[Dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s