Kemenhub Keluarkan Aturan Tentang Narkoba

JAKARTA–Kementrian Perhubungan (Kemenhub) berencana akan mengeluarkan aturan  keselamatan Civil Aviation Safety Regulation (CASR) yang mengatur tentang program pengawasan penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang khusus penerbangan.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bakti S Gumay mengharapkan Peraturan Civil Aviation Safety Regulation (CASR) No.120 yang mengatur tentang drugs and alcohol control programs atau pengawasan penggunaan obat terlarang dan alkohol akan terbit dalam dua bulan kedepan.

“Adanya CASR 120 akan menekan seperti kasus pilot Lion Air yang menggunakan narkoba, bukan hanya mengurangi, tetapi juga menghilangkan,” katanya di Jakarta, Senin (6/2).

Dijelaskannya, CASR 120 ini sebenarnya mengacu pada peraturan keselamatan penerbangan internasional yang akan diturunkan menjadi Peraturan Menteri Perhubungan.

“Peraturan ini kemungkinan bisa terbit dan diteken pada dua bulan lagi, draftnya sudah ada,” ucapnya.

Dikatakannya,  program pengawasan penggunaan obat-obatan terlarang  ini akan menjadi regulasi baru. Perusahaan maskapai juga harus berperan memberantas penggunaan narkoba.

Berkaitan dengan penangkapan seorang pilot Lion Air yang terindikasi menggunakan narkoba, Herry mengatakan, Kemenhub sudah berikan teguran keras ke maskapai.

“Kami hanya memberikan teguran keras ke maskapai, bukan sanksi, karena maskapai tidak memantau pilot selama 24 jam. Misalnya di Kemenhub ada 50 orang yang menggunakan narkoba, masa Kemenhub ditutup. Lagian, Lion juga sudah punya program cek narkoba secara periodik 6 bulan sekali,” katanya.

Dijelaskannya,  Kemenhub telah meminta Lion Air membuat program tes narkoba dan alkohol untuk kru khususnya pilot.

“Kami minta Lion Air buat program, kita suruh bikin program cek narkoba dan alkohol, sekarang mereka memiliki pilot lebih dari 500, katanya sudah sekitar 200 sudah di check). Cek menggunakan metode urine,” jelasnya..

Diungkapkannya,  Kemenhub sendiri akan melakukan random cek bagi pilot yang hendak terbang untuk sejumlah maskapai Tanah Air.

“Kami akan melakukan random cek, mungkin dalam minggu-minggu depan,” katanya.

Secara terpisah, Presiden Asosiasi Pilot Garuda (APG) Stefanus Geraldus mengingatkan, perlunya pemahaman yang sama antara maskapai dengan para pilot terkait jam kerja sehari.

“Dalam aturan itu pilot bekerja 8-9 jam sehari. Tapi harus diperhitungkan take off dan landing. Pemahamannya harus sama. Soalnya pekerjaan pilot ini sangat beresiko dan berat,” katanya.[Dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s