Indonesia Buka Kembali Kantor Perwakilan di ICAO

JAKARTA–Indonesia kembali membuka kantor perwakilan untuk International Civil Aviation Organization (ICAO) di Montreal Kanada setelah 10 tahun ini absen.

“Posisi tawar Indonesia di industri penerbangan internasional termasuk di Uni Eropa agar tidak ada lagi maskapai nasional yang dilarang memasuki wilayah di Eropa,” ungkap Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) RI Bambang Susantono kala melakukan teleconference dengan para wartawan di Jakarta, Jumaat (3/2).

Dijelaskannya, ada dua manfaat yang didapat dari memiliki kantor perwakilan ICAO. Pertama, memberi komitmen ke dunia bahwa Indonesia ingin memperbaiki penerbangan nasional, sehingga mampu menjadi referensi di dunia. Kedua,  industri penerbangan nasional dapat meningkatkan daya saing atau daya tawar di penerbangan internasional.

“Kita semakin dipandang dunia internasional sebagai pemain. Ini akan menghapus keraguan dunia internasional khususnya Uni Eropa agar tidak ada lagi pelarangan terbang untuk maskapai Tanah Air,” jelasnya.

Diklaimnya, Presiden ICAO Roberto Gonzalez dalam sambutan saat peresmian kantor perwakilan Indonesia, sudah memahami dunia penerbangan Indonesia. “Dia  menyampaikan Indonesia membuat progres yang baik dalam meningkatkan kondisi penerbangan. Gonzales mengapresiasi langkah-langkah yang kita lakukan untuk buka perwakilan. Perbaikan dan peningkatan kinerja industri penerbangan kita cepat berjalan,” tuturnya.

Diungkapkannya, ICAO memberi sejumlah rekomendasi bagi dnia penerbangan nasional, diantaranya  peningkatan kapasitas sekolah penerbangan di STPI Curug, selanjutnya pembentukan direktorat keselamatan penerbangan yang dipisah dengan direktorat keamanan.

Indonesia juga melakukan penandatangan untuk bantuan teknis di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug dari ICAO.  Penandatanganan proyek kerja sama dilakukan antara Kepala BPSDM Bobby R. Mamahit dan Sekjen ICAO Raymond Benjamin untuk Project INS/11/801: Institutional Strengthening of the Indonesian Civil Aviation Institute (ICAI).

“Dengan bantuan teknis ini akan meningkatkan performance STPI Curug,  melalui bantuan ini, kita buka kesempatan bagi negara lain yang ingin sekolah di STPI,” ucapnya.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Bobby Mamahit menambahkan, bantuan teknis untuk STPI Curug dari ICAO ini, dibutuhkan dana 8 miliar rupiah selama dua tahun,  tetapi untuk bantuan teknis tahun ini hanya 2,9 miliar rupiah.

“Untuk bantuan teknis dari ICAO ini, kita akan mengadopsi standar dari ICAO yang akan diterapkan di STPI Curug,” kata Bobby.

Target
Lebih lanjut Bambang menjelaskan Indonesia menargetkan menjadi anggota dewan council ICAO pada sidang tahun depan. Dari 190 negara anggota ICAO, hanya 36 negara yang masuk dalam dewan council.

Diungkapkannya, ada beberapa negara di Asia Pasifik yang menjadi anggota council, yakni Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Jepang, China, Australia.

Untuk diketahui, Indonesia merupakan anggota ICAO sejak 27 April 1950 dan menjadi anggota Dewan ICAO (Council of ICAO) untuk Kategori III sejak 1962. Selama periode keanggotaan Dewan tersebut, Indonesia memiliki kantor perwakilan di ICAO Headquarter, Montreal.

Kantor tersebut dipimpin oleh Wakil Indonesia (Indonesian Representative) untuk ICAO yang berasal dari Kementerian Perhubungan RI. Kantor ini memiliki peran penting yang menjembatani kepentingan Indonesia dalam bidang penerbangan sipil (c.q. Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI) dengan ICAO, terutama mengenai perkembangan terkini dalam hal keselamatan dan keamanan penerbangan di dunia internasional. Selain itu, keberadaan kantor juga berperan dalam menyediakan data dan informasi kepada ICAO dan anggota ICAO lainnya mengenai kebijakan Pemerintah RI dalam bidang penerbangan sipil Indonesia.

Kerja sama Indonesia – ICAO ini dilandasi dengan adanya Deklarasi antara Pemerintah RI dan ICAO untuk memperkuat keselamatan penerbangan Indonesia (The Declaration between the Government of the Republic of Indonesia and the International Civil Aviation Organization on Enhancing Aviation Safety in Indonesia), ditandatangani di Bali, oleh Presiden ICAO, Mr. Roberto Kobeh Gonzalez dan Menteri Perhubungan RI, Jusman Syafii Jamal di Bali, 2 Juli 2007. Deklarasi ini menekankan pada pentingnya kedua pihak bekerja sama dan memperkuat kapasitas pengawasan keselamatan penerbangan (safety oversight capacity); menyediakan dukungan finansial dan sumber daya yang dibutuhkan; menerapkan program keselamatan penerbangan nasional (national safety program), termasuk sistem manajemen keselamatan (safety management systems), penerapan transparansi, pengembangan budaya keselamatan; penyebaran data terkait mengenai keselamatan penerbangan.

Sebagai tindak-lanjut penandatanganan Deklarasi Bali tersebut, ICAO dan Pemerintah Indonesia telah menjalin kesepakatan berbentuk Management Service Agreement (MSA) yang terdiri dari 4 Annexes yang ditandatangani oleh Sekjen ICAO dan Dirjen Perhubungan Udara Kemhub RI, yakni: MSA Annex 1 mengenai Enhancement of Safety Oversight Capability of the Indonesian Directorate General for Civil Aviation (DGCA). MSA Annex 2 mengenai Civil Aviation Transformation Team (CATT) for Impementation of Civil Aviation Strategic Action Plans (CASAP). MSA Annex 3 mengenai Upgrading of Civil Aviation Training. MSA Annex 4 mengenai Assistance to the Representation of Indonesia to the International Civil Aviation Organization.[dni]

Iklan

1 Komentar

  1. Walaupun telah di buka kantor perwakilan Indonesia di ICAO Montreal tidak akan menjamin bahwa semua urusan keselamatan penerbangan di Indonesia akan dapat setingkat Malaysia, Thailand apalagi Singapore.
    Kerjasama antara Indonesia (DJU/Kemenhub) yang tercakup dalam MSA telah berjalan tidak mulus….. Apalagi Kemenhub tidak pernah terbuka dengan LSM Penerbangan di Indonesia.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s