Harapan Pada Mercu Suar Kali Baru

Kawasan Kali Baru rencananya akan dikembangkan dalam tiga tahap. Tahap pertama menelan investasi sekitar 8,8 triliun rupiah, di mana 50 persen akan ditanggung oleh Jakarta International Cooperation Agency (JICA). Pengembangan tahap I ini diharapkan  memiliki kapasitas sekitar 1,9 juta teus dan selesai pembangunannya pada 2014.

Pelabuhan Kali Baru harus dikembangkan karena Pelabuhan Tanjung Priok terancam mengalami stagnasi dalam kurun tiga tahun mendatang. Sinyal stagnasi bisa dilihat dari pertumbuhan peti kemas internasional pada 2009-2010 sebesar 23 persen dan domestik 26 persen. Saat ini kapasitas Tanjung Priok sekitar 4 juta teus

Kabar terbaru menyatakan pemerintah membatalkan hasil pra kualifikasi tender proyek Kalibaru Tanjung Priok karena  tidak punya dana untuk membangun proyek ini. Namun PT Pelindo II menyatakan siap ambil alih seluruh proyek yang awalnya dipatok 11,7 triliun rupiah.

“Rapat antara tim pengadaan, tim asistensi, termasuk pemenang pq (pra qualifikasi) tender. Intinya, pemerintah tidak sanggup membangun Kalibaru sesuai Masterplan, yakni menyediakan akses jalan dan jembatan. Sudah ditetapkan tidak ada anggaran. Untuk akses jalan yang sisi kanan ada dermaga Pertamina yang perlu diamankan, itu sesuai Masterplan,” kata Dirjen Perhubungan Laut Leon Mohamad.

Dikatakannya,   sesuai Masterplan (rencana induk), pemerintah harus menyediakan dana 3,5 triliun rupiah  untuk pengadaan akses jalan, jembatan,  alur, dan pengerukan.

“Selanjutnya akan dicari alternatif agar pemerintah tidak mengeluarkan dana untuk pembangunan proyek Kalibaru ini. Kalau swasta bisa semua, pemerintah kenapa ikut. Kita dorong swasta berperan termasuk BUMN,” jelasnya.

Leon menambahkan akibat dibatalkannya hasil pq tender Kalibaru, kelima perusahaan/konsorsium kecewa atas keputusan ini. “Mereka menyatakan kecewa namun mau tidak mau menerima keputusan ini. Kami ambil keputusan yang terbaik untuk negara,” katanya.

Dari hasil PQ yang diumumkan Kementerian Perhubungan pada Agustus 2011, lima perusahaan atau konsorsium yang lulus adalah PT Pelindo II, PT Pelabuhan Socah Madura-PSA PE Asia, PT Pelindo I-International Container Terminal Services-PT Sinar Rajawali Cemerlang, 4848 Global System-Mitsui-Evergreen-Nusantara Infrastruktur, dan PT Hutchison Port Indonesia-PT Briliant Permata Negara-PT Salam Pacific Indonesia Lines-COSCO Pacific Limited.

Meski terbuka untuk swasta dan BUMN, lanjut Leon, pemerintah belum akan melakukan tender ulang. “Pemerintah masih duduk bersama mengenai model lain yang akan diambil. Bisa jadi penunjukkan langsung, tetapi tidak ada tender,” tuturnya.

Untuk model lain ini, Leon menjelaskan, akan menggunakan alternatif lain dalam masterplan yang ada. Dengan demikian akan ada perubahan dari sisi luas dan posisi.

“Pokoknya, kami target proyek ini selesai 2014, dan groundbreaking atau pemancangan tiang pertama dimulai kuartal I/2012,” tuturnya.

Direktur Utama PT Pelindo II Richard J. Lino mengatakan pihaknya sudah mendengar pemenang PQ tender Kalibaru dibatalkan sejak Rabu pagi. Setelah pembatalan ini pihaknya akan berinisiatif mengajukan proposal pengembangan Kalibaru versi Pelindo II.

“Begitu dibatalkan, kami akan ajukan proposal pengembangan Kalibaru versi kami ke Kemenhub. Inisiatif ini kami ambil karena harus ada yang dikerjakan,” kata Lino.

Menurutnya,  elindo sudah punya model lain untuk pengembangan Kalibaru dan berbeda dengan konsep pemerintah. Pada konsep ini memang masih ada jembatan, namun ukurannya lebih pendek, namun alur lebih dalam menjadi 18 meter sedangkan pemerintah 16 meter. Desain dermaga 20 meter sehingga kalau beberapa tahun kedepan butuh pengembangan lagi, masih bisa dilanjutkan.

“Kami juga akan mengembangkan Kalibaru dengan tiga terminal yakni untuk terminal kontainer dan terminal BBM/gas. Kalau konsep pemerintahkan hanya 1 terminal,” tutur Lino.

Lino memastikan soal dana tidak menjadi masalah karena sudah ada komitmen dari sejumlah pihak termasuk Bank Mandiri. “Kami sudah MoU dengan Bank Mandiri untuk pendanaan proyek Kalibaru, Mandiri siapp 11 triliun rupiah,” katanya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s