Garuda Negosiasi dengan Bombardier

JAKARTA–PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) sedang terlibat negosiasi dengan pabrikan pesawat asal Kanada,  Bombardier untuk operasi pesawat dengan kapasitas 100 penumpang atau sub 100 seater.

“Saat ini Garuda sedang bernegosiasi dengan Bombardier dan sudah masuk dalam tahap finalisasi. Mudah-mudahan saat Singapore Airshow pada 14-19 Februari ini sudah ada penandatanganan kontrak,” ungkap Direktur Keuangan Garuda, Elisa Lumbantoruan di Jakarta, Kamis (2/2).

Menurutnya, alasan memilih bernegosiasi dengan Bombardier dibandingkan dengan pesawat Embraer karena burung besi ini lebih efisien. Hal ini karena Bombardier memiliki beban sekitar 7-8 ton lebih ringan dibandingkan dengan Embarer.

Namun, meski negosiasi sedang berjalan,  masih terbuka kemungkinan lainnya. “Garuda tidak akan tergesa-gesa menggunakan pesawat sub 100 tersebut, karena tidak menjadi pesawat untuk  operasi inti Garuda,” katanya.

Dijelaskannya, masih ada waktu enam bulan untuk memutuskan pesawat mana yang akan diputuskan. “Target kami Oktober 2012 bisa mengoperasikan sub 100, tetapi itu masih bisa ditunda, kalau negosiasi tidak berhasil,” ujarnya.

Rencananya, pesawat ini akan dioperasikan untuk rute-rute yang tidak melewati Jakarta seperti Medan-Makassar, Medan-Surabaya, Makassar-Manado, Makassar-Ternate dan lain-lain.
Garuda  akan mengoperasikan sebanyak 18 unit pesawat yaitu enam unit diadakan dengan skema financial lease sebanyak enam unit dan sisanya melalui operating lease.

Penambahan Pesawat
Berkaitan dengan penambahan armada secara keseluruhan, perseroan  berencana menambah jumlah pesawat menjadi 194 unit hingga 2015 dari sebelumnya 154 unit dengan menggunakan dana dari sisa IPO, sehingga dana IPO akan habis pada tahun ini juga dari sebelumnya habis 2014.

Rincian 194 unit pesawat yang  akan dibeli  hingga 2015 yakni 24 unit Airbus 330, 9 unit Boeing 777, 83 unit B737-800 NG, 25 unit sub-100, 50 unit A320 untuk Citilink dan 4 unit pesawat kargo.

“Perseroan akan meminta persetujuan dari pemegang saham untuk penggunaan sisa dana initial public offering (IP0) senilai 1,8 triliun rupiah  untuk membeli tambahan pesawat dari rencana sebelumnya,” katanya.

Rencananya, perseroan akan meminta persetujuan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Jumat (2/2).

“Tetapi kami sebelumnya sudah dapatkan persetujuan dari komisaris kemarin Rabu,” katanya.

Dijelaskannya, pertimbangan  untuk mempercepat habisnya sisa dana IPO ini dengan membeli tambahan 40 pesawat ini karena ditimbang dari sisi ekonomis, akan lebih menguntungkan membeli pesawat lebih banyak ketimbang membeli lebih sedikit dan menyisakan uang IPO didalam deposito bank.[Dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s