Garuda Bidik Omset Angkutan Umroh Naik 10%

JAKARTA—PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) membidik omset dari angkutan ibadah Umroh naik 10 persen pada tahun ini dari 100 menjadi 110 juta dollar AS pada tahun ini.

“Umroh itu ada sembilan bulan, biasanya kita mendapatkan omset sekitar 100 juta dollar AS. Kita harapkan setiap tahunnya naik 10 persen,” ungkap Direktur Pemasaran Garuda Indonesia Arif Wibowo di Jakarta, Jumaat (20/1).

Dijelaskannnya, perseroan telah mempersiapkan berbagai strategi untuk mencapai target pertumbuhan omset tersebut, mulai dari menggandeng biro Haji dan Umroh, hotel-hotel berbintang, dan mengadakan ajang off air seperti  Garuda Indonesia International Islamic Expo (GAIIIE)  yang berlangsung mulai   20 – 22 Januari 2012 di  Jakarta Convention Center (JCC).

“Pada tahun lalu ajang GAIIIE berhasil mencata transaksi sebesar 20 miliar rupiah. Kita menargetkan pada tahun ini naik menjadi 30-50 miliar rupiah,” katanya.

GAIIIE merupakan pameran pariwisata, khususnya wisata ibadah Haji dan Umroh bertaraf internasional yang diselenggarakan setiap tahun dan diikuti oleh asosiasi-asosiasi dan penyelenggara perjalanan ibadah Haji dan Umrah, biro perjalanan wisata, perhotelan serta berbagai penyelenggara wisata inbound maupun outbond dari dalam maupun luar negeri.

Ajang ini diikuti oleh sekitar 110 penyelenggara perjalanan haji  dengan target  pengunjung lebih dari 25 ribu orang.

Diperkirakannya, pasar dari angkutan Umroh akan terus besar sehingga Garuda pun akan terus meningkatkan layanannya. “Garuda itu mengincar segmen atas untuk Umroh. Pada tahun ini kita memang menaikkan harga tiket, ini bagian dari strategi mengantisipasi kenaikan harga avtur dan mengetes kemampuan pasar terhadap tarif yang ditawarkan,” jelasnya.

Dikatakannya, pada tahun lalu harga avtur masih sekitar 90 sen dollar AS per liter, tetapi tahun ini sudah mendekati 100 dollar AS per liter. “Karena itu kita melakukan penyesuaian harga. Selain itu harga yang naik ini sebagai antisipasi digunakannya pesawat tipe A300 pada 2013, dimana akan ditawarkan First dan Business Class nantinya. Jika sekarang Business class sekitar 1.500 dollar AS, nanti bisa menjadi 2000 dollar AS,” katanya.

Ditegaskannya, walau perseroan menaikkan harga tiket, namun tidak mengurangi animo jemaah untuk menggunakan Garuda. “Memang ada protes dari biro perjalanan, tetapi kita sudah memberikan pengertian. Jika kemarin sempat ada rebut-ribut, itu karena komunikasi saja. Buktinya dari total 300 ribu jemaah Umroh tahun lalu, 60 persen menggunakan Garuda,” kilahnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Kehormatan Himpunan Penyelenggara Haji dan Umroh Indonesia (HIMPUH), Nadjib Salim mengungkapkan,   Garuda telah menaikkan biaya perjalanan umrah menjadi 1.180 dolar AS. Kenaikan ini dinilai cukup tinggi jika dibandingkan tahun 2011 yang hanya 950 dolar AS.

“Biaya ini jauh lebih mahal dibandingkan maskapai penerbangan lain yang hanya 1.050 dolar AS saja. Kita tidak ingin membandingkan dengan maskpai lain, karena kita masih memiliki jiwa nasionalisme. Tetapi berikan harga yang seimbang,”  katanya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s