Garuda Andalkan Aliansi Global

JAKARTA—PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mengandalkan  aliansi penerbangan global, SkyTeam,  guna memperluas jaringan internasional.

SkyTeam merupakan aliansi maskapai penerbangan dengan sejumlah anggota maskapai dari tiga benua. Aliansi itu memiliki pusat manajemen di SkyTeam Central, Bandara Schiphol, Amsterdam, Belanda.

Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar langkah bergabung dengan aliansi tersebu akan memudahkan penumpang pesawat Garuda terbang ke luar negeri di tiga benua.

”Tujuan dari aliansi itu antara lain memberikan kemudahan dalam program frequent flyer, penggunaan lounge di bandara, fasilitas check-in, dan kemudahan menyambung penerbangan antarmaskapai. Artinya, untuk ke luar negeri kita joint dengan SkyTeam. Kita manfaatkan jaringan itu,” ujarnya di Jakarta, akhir pekan lalu.

Diungkapkannya, saat ini Garuda telah memperoleh terminal khusus atau dedicated terminal di Terminal 2E dan 2F Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Dalam waktu dekat, maskapai pelat merah itu juga memperoleh dedicated terminal di Bandara Juanda Surabaya dan Ngurah Rai Denpasar sebagai syarat masuk ke aliansi global SkyTeam.

Program besar maskapai Garuda yang sudah dicanangkan sejak beberapa tahun lalu adalah lompotan kuantum atau quantum leap. Dengan program itu, Garuda ingin menjadi maskapai berpredikat bintang lima versi Skytrex.

Sementara itu, aturan  Eroupe Union Emissions Trading Scheme (ETS) mulai berlaku di 27 negara anggota Uni Eropa. Aturan yang berlaku mulai  1 Januari 2012 itu  menetapkan hukum baru terkait emisi gas CO2 yang dikeluarkan oleh pesawat baik yang terbang ke dalam maupun ke luar Eropa.

Aturan itu  mengharuskan tiap-tiap maskapai penerbangan yang menuju ke Eropa maupun terbang keluar Eropa untuk melaporkan emisi karbon dari armadanya masing-masing. Jika laporan emisi karbon dari salah satu maskapai penerbangan melebihi batas yang diperbolehkan, maka maskapai penerbangan tersebut harus membayar denda.

Beberapa negara    menuding, aturan yang dikeluarkan Eropa merupakan bagian dari persaingan usaha yang tidak sehat karena aturan ini secara sepihak memaksa maskapai menggunakan pesawat terbang buatan konsorsium Eropa, Airbus.

Harga tiket pesawat Garuda Indonesia keberangkatan menuju Eropa telah dipastikan naik 5 persen pada 2012 sebagai imbas pemberlakukan ETS. Padahal Garuda baru memulai kembali penerbangan ke Eropa pada pertengahan tahun lalu.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s