Garuda akan Geber Pola Penjualan Langsung

JAKARTA—PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk berencana meningkatkan kontribusi penjualan tiket secara langsung (Direct Sales) seusai sistem Teknologi Informasi (TI) yang mendukung Passenger Service System (PSS) diperbaharui.

Direktur Keuangan Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan mengungkapkan, saat ini kontribusi direct sales sebesar  32 persen  bagi total omset. Kegiatan direct sales seperti  penjualan melalui online, call center, corporate account   system,  dan.  kantor. “kami menargetkan kontribusi  direct sales naikmenjadi 40-42 persen jika sistem TI sudah di-upgrade,” katanya di Jakarta, akhir pekan lalu

Diungkapkannya, untuk sistem TI perseroan  memiliki rencana untuk meningkatkan PSS dari rilis 4 ke 15. “Beberapa waktu lalu sudah pernah diuji coba dan berhasil. Rencananya Februari nanti benar-benar akan migrasi ke rilis paling tinggi tersebut,” ungkapnya  .

Dijelaskannya, menaikkan sistem PSS sangat menentukan model bisnis satu maskapai karena biasanya untuk satu rilis berlaku selama 10 tahun. Garuda sendiri tengah menimbang-nimbang vendor yang dipilh untuk upgrade system TI tersebut diantaranya  ada Amadeus, Sita, Sabre, dan  Hewlett Packard (HP).  “Biaya implementasi sistem baru ini bisa mencapai sekitar 50-80 miliar rupiah,” katanya.

Diungkapkannya, sistem penjualan  di Garuda dengan sistem lama masih berjualan tiket bukan kursi. “Saat ini ada tiga langkah yakni  booking, payment, ticketing. Nanti langsung kursi, conform beli atau tidak,” katanya.

Menuurutnya, sistem tersebut akan meningkatkan  reliability dan availability serta memperbaiki cost structure. “Jika melalui agen itu ada komisi 7 persen. Jika direct sales itu lumayan memperbaiki cash flow karena  ada uang didepan yang dipegang untuk operasional. Lima persen saja ada cash di depan dari rata-rata penjualan Garuda yang 300 juta dollar AS per bulan itu sudah membantu,” jelasnya.

Aksi 2012
Sementara itu, Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengungkapkan,  akan melakukan serangkaian aksi korporasi pada tahun ini diantaranya,   mendatangkan 20 unit pesawat, berencana memiliki terminal khusus di Bandara Juanda Surabaya, meresmikan hub ke empat di Medan, dan membangun sejumlah hotel yang dilakukan anak usahanya. Garuda juga akan  memiliki anak perusahaan yaitu Garuda Orient Holiday (GOH) di Jepang, China, Korea Selatan dan Australia.

Diungkapkannya, pada 2012 perseroan   akan menerima sebanyak 20 pesawat yang terdiri dari empat unit B737-800NG, dua unit A330-200, lima unit pesawat Sub-100 seater, serta 19 pesawat A320 untuk Citilink. Dengan kedatangan pesawat-pesawat baru tersebut, maka pada tahun ini jumlah armada Garuda akan mencapai sebanyak 106 pesawat dengan rata-rata usia 5,7 tahun.

“Untuk mencapai target 2012, Garuda menyiapkan belanja modal 1,43 triliun rupiah  atau naik 58 persen  dari 2011 sebesar  906 miliar rupiah. Belanja modal tersebut di luar pembayaran deposit pesawat,” katanya.

Dikatakannya, pada tahun ini   Garuda Indonesia akan meningkatkan frekuensi penerbangan dan membuka rute-rute baru antara lain: Jakarta – Taipe menggunakan B737-800NG, Denpasar – Haneda (Tokyo) menggunakan A330-200. Jakarta – Pekanbaru dari lima penerbangan menjadi enam penerbangan setiap hari, Jakarta — Batam dari empat kali menjadi lima penerbangan tiap hari dan Jakarta – Kuala Lumpur dari dua kali menjadi tiga kali penerbangan setiap hari.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s