Bisnis Galangan Kapal Butuh Insentif

JAKARTA–Para pelaku usaha yang tergabung dalam Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai (Iperindo) mengungkapkan agar bisnis galangan kapal berkembang dibutuhkan insentif dari sisi pembiayaan, regulasi, dan pajak.

“Pada 2010 nilai bisnis industri pendukung untuk kapal baru diperkirakan mencapai 15 triliun rupiah. Tahun lalu 20 triliun rupiah, dan 2012 sekitar 25 triliun rupiah. Peluang yang besar ini harus dimanfaatkan secara maksimal bagi pemain lokal dengan adanya insentif,” ungkap Ketua Umum Iperindo Tjahjono Roesdianto di Jakarta, Kamis (19/1).

Diungkapkannya, insentif dari sisi pembiayaan adalah terdapatnya pemahaman dari lembaga pembiayaan terhadap cara berbisnis galangan kapal.
“Perbankan menganggap bisnis ini beresiko tinggi sehingga meminta item collateral ditambah,” jelasnya.

Dijelaskannya, di mata perbankan untuk menganalisa bisnis galangan kapal biasanya perbankan melakukan dua risk analysis yakni ke pemilik kapal dan galangan. “Padahal yang kita butuhkan itu modal kerja. Cara pandangnya harus diubah dalam skema pembiayaan,” katanya.

Sedangkan untuk masalah perpajakan terkait tingginya kewajiban kepada negara yang diperkirakan bisa mencapai dobel digit persentasenya.

“Memang ada kebijakan 0 persen untuk impor komponen, tetapi itu harus lapor dulu ke pemerintah dan prosesnya rumit,” katanya.

Padahal, lanjutnya, kandungan komponen lokal di kapal diluar bahan baku baru sekitar 20 persen, sisanya impor. “Tidak mungkin kita melaporkan bebas impor di akhir tahun, jika order kerja baru didapat tengah tahun,” katanya.

Diungkapkannya, saat ini kapasitas galangan kapal masih terbatas dibandingkan kapal yang beredar. Pada 2010 ada 9 ribu kapal sementara kapasitas yang tersedia 6 juta DWT/ tahun. Sementara pada 2012 diperkirakan 8 juta kapasitas terpasang, sementara kapal beredar 12 ribu unit.

“Kita harus mengejar kapasitas itu. Karena itu peluang besar ini harus digarap dan didukung untuk pemain lokal,” katanya.

Dijelaskannya, saat ini asosiasi tengah menyiapkan  roadmap industri galangan kapal nasional yang direncanakan terbit pada pertengahan tahun ini.

Roadmap itu bertujuan untuk memetakan kemampuan industri galangan kapal saat ini. Selain itu, Iperindo juga mempertimbangkan kebutuhan jasa perbaikan dan pembangunan kapal di Indonesia.

Selanjutnya, industri galangan kapal akan menentukan target dan waktu tertentu yang akan dicapai.

Secara umum, mereka yang akan membangun galangan kapal wajib memiliki empat kemampuan yaitu keuangan, engineering dan teknologi, logistik serta sumber daya manusia. Dengan memenuhi empat syarat itu, Johnson mengatakan galangan kapal akan mampu membangun kapal tepat waktu dan berkualitas dengan harga yang kompetitif

Di Indonesia terdapat 250 perusahaan galangan kapal. Investasi jika menggunakan graving dock sekitar 170 miliar untuk kapal 30 ribu DWT. Sementara jika menggunakan teknologi airbag sekitar Rp 2 miliar.
Saat ini industri perkapalan nasional siap membangun kapal berbagai jenis dan ukuran sampai kapasitas 50 ribu DWT.

Pebisnis kapal Johnson W Sutjipto mengatakan reparasi kapal wajib dilakukan setiap kapal setiap 2,5 tahun sekali atau disebut annual survey. Selanjutnya setiap 5 tahun sekali wajib dilakukan special survey. “Jadi dengan jumlah sebanyak 10.000 kapal di Indonesia dibutuhkan reparasi wajib bagi 4.000 kapal per tahun,” kata Johnson.

Selain reparasi rutin, ada juga perbaikan atau perawatan kapal karena penyebab lain yang jumlahnya sekitar 1.000 kapal per tahun. Sehingga jika ditotal, kebutuhan reparasi kapal per tahun mencapai 5.000 kapal.[Dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s