AP II Mulai Garap Pengembangan BSH

JAKARTA–PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II  mulai melakukan pengembangan Bandara Soekarno-Hatta (BSH)  pada pertengahan tahun ini dengan kebutuhan investasi sekitar 11,7 triliun rupiah.

Direktur Utama Angkasa Pura II Tri S. Sunoko mengungkapkan, pemancangan batu pertama (Ground Breaking) pembangunan pada Juni 2012 mendatang.

“Kami akan membangun Terminal 3 penumpang, runway (landasan pacu) ketiga, terminal kargo, dan lainnya,” kata Tri usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (8/2).

Direktur Operasional Angkasa Pura II Salahuddin Rafi mengatakan untuk tahun ini saja, pihaknya menganggarkan belanja modal senilai 2,4 triliun rupiah  untuk meningkatkan fasilitas keamanan, kenyamanan, safety, dan pengembangan 12 bandara di luar Bandara Soekarno-Hatta.

Diungkapkan Tri, pada tahun ini  pekerjaan fisik lain yang tengah dilakukan perseroan adalah merevitalisasi jalan akses utama dari dan menuju terminal (P1 dan P2), yaitu dengan menambah badan jalan dari dua lajur menjadi tiga lajur sepanjang 5,5 kilometer (km).

Disusul pekerjaan persiapan yang meliputi pembangunan basecamp, pembuatan jalan akses proyek, pembuatan area parkir sementara, serta pembangunan fasilitas pengganti.
“Selain itu pembangunan fisik terminal kargo, pembangunan area komersial dan integrated building, serta east connection corss taxiway juga dijadwalkan untuk dilakukan tahun 2012 ini,” jelas Tri.

Menurutnya, prosesi groundbreaking tersebut akan ditandai dengan pembangunan fisik bangunan Terminal 3. Meski sebenarnya program pengembangan terminal tersebut sudah dilakukan sejak 2011 lalu, yaitu dengan membuat apron baru seluas 72.896 meter persegi (m2) dan selesai pada akhir Desember 2011.

“Sekarang apron Terminal 3 mampu menampung hingga 20 pesawat sejenis Boeing 737 series untuk parkir,” tambahnya.

Dikatakannya, pengembangan Soekarno-Hatta tersebut adalah bagian dari program jangka pendek perealisasian grand design yang dilakukan perseroan pada tahun 2011 dan 2012, yaitu membangun sarana-sarana penunjang pelaksanaan pengembangan Soekarno-Hatta.

“Bisa dikatakan, ini program pendahuluan atau persiapan sebelum pengembangan infrastruktur jangka panjang secara total dilakukan,” ungkap Tri.

Pengembangan infrastruktur tahap jangka panjang yang dimaksudkan adalah melakukan optimalisasi dua landasan pacu dan revitalisasi tiga bangunan terminal penumpang yang ada untuk meningkatkan kapasitas baik pergerakan pesawat maupun penumpang. Optimalisasi landasan pacu akan mendongkrak kemampuan pelayanan sisi udara dari 52 pergerakan per jam menjadi 72 pergerakan per jam.

Langkah-langkah yang dilakukan adalah membuat high speed exit taxiway dan taxiway penghubung (east cross connection taxiway) antara Runway 1 dan Runway 2 pada sisi timur bandara. Kemudian untuk meningkatkan kapasitas parkir dari 125 pesawat menjadi 174 pesawat, dilakukan pembangunan apron tambahan.

Sepanjang tahun 2011, total pergerakan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta mencapai 358 ribu pergerakan take-off dan landing. Melalui optimalisasi dua runway tersebut, Soekarno-Hatta akan mampu melayani sebanyak 316.820 pergerakan per tahun.

”Kapasitas pelayanan hingga 623.420 pergerakan per tahun akan dicapai jika Soekarno-Hatta memiliki tiga runway, dan itu akan bisa mengantisipasi pertumbuhan setidaknya hingga tahun 2030,” ungkap Tri Sunoko.

Sementara itu, optimalisasi dan revitalisasi terminal penumpang akan menambah kapasitas dari 22 juta penumpang per tahun (JPT) menjadi 62 JPT. Upaya yang akan dilakukan adalah dengan memaksimalisasi kapasitas Terminal 1 dan 2 dari 18 juta penumpang saat ini menjadi 37 juta penumpang dengan memperluas area terminal dan mendirikan bangunan penghubung (integrated building) di antara keduanya. Disusul kemudian mengembangkan Terminal 3 dari kapasitas 4 juta menjadi 25 juta penumpang.

Pada 2010, penumpang Soekarno-Hatta tercatat telah mencapai 44,3 juta pergerakan. Kemudian pada akhir 2011 meningkat menjadi 51,5 juta pergerakan. ”Jika mengacu pada pertumbuhan yang terjadi dengan sangat cepat tersebut, menurut prediksi kami pada 2014 mendatang angka 62 juta penumpang akan tercapai. Karena itu, runway ketiga dan terminal keempat saat ini menjadi kebutuhan yang sangat strategis untuk direalisasikan,” papar Tri.

Dikatakannya, pada awalnya pembangunan runway ketiga dan terminal empat merupakan sebuah pilihan. Namun melihat tren pertumbuhan yang terjadi di Soekarno-Hatta, pembangunan runway ketiga dan terminal empat berubah menjadi sebuah kebutuhan yang tidak bisa dihindari.

Pembangunan runway baru yang akan menjadi runway ketiga serta terminal penumpang keempat tersebut sedianya akan menambah kapasitas Bandara Soekarno-Hatta menjadi 87 JPT.

Pada sektor pelayanan jasa angkutan barang, akan dilakukan relokasi area kargo untuk meningkatkan kapasitas dari 500 ribu ton per tahun menjadi 1,5 juta ton per tahun. Saat ini, pergerakan angkutan barang yang dilayani Unit Bisnis Pengelolaan kargo (UBPK) Bandara Soekarno-Hatta mencapai 504 ribu ton per tahun.[Dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s