2013, Citilink Bukukan Laba Usaha Rp 200 Miliar

JAKARTA—PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) optimistis unit bisnis strategis miliknya akan membukukan laba usaha positif pada 2013 senilai 200 miliar rupiah.

“Pada tahun ini kami perkirakan laba usaha pada tahun ini masih negatif sekitar 10-15 miliar rupiah,” ungkap Direktur Keuangan Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan di Jakarta, Senin (30/1).

Ditegaskannya, secara unit bisnis Citilink telah mampu membiayai operasional sehari-harinya, bahkan tercatat memiliki arus kas positif yakni sekitar 20-25 miliar rupiah. “Di bisnis No Frill tersebut biaya operasional paling besar disedot oleh bahan bakar sekitar 50-60 persen. Citilink ittu bisa membayar bahan bakar, gaji pegawai dan biaya operasional lainnya. Ini berbeda dengan maskapai yang sedang atau menuju bangkrut dimana harus disuntik uang segar,” katanya.

Dikatakannya, saat ini jika dilihat dari struktur biaya, Citilink belum cocok dikatakan No Frill karena pesawat Boeing jenis klasik masih digunakan. “Dari jumlah daya angkut tidak ideal. Jika nanti sudah menggunakan armada Airbus 320, maka itu baru ideal untuk No Frill karena tipe pesawat ini 58 persen lebih menguntungkan dari B 737,” katanya.

Diungkapkannya, untuk menjadikan Citilink sebagai unit usaha yang lebih sehat, pada April nanti akan resmi di-spin off dari Garuda Indonesia. “Citilink pada 27 Januari lalu telah mengantongi Surat Ijin Usaha Angkutan Udara. Diperkirakan membutuhkan waktu 90 hari untuk mengurus Air Operator  Certificate (AOC). Paling lambat April, Citilink tidak lagi menjadi unit bisnis tetapi anak usaha dengan nama PT Citilink Indonesia,” jelasnya.

Dijelaskannya, untuk menjadi anak usaha yang mandiri, Garuda menyiapkan modal disetor sekitar 430 miliar rupiah. Sedangkan modal awal sekitar 1,7-1,8 triliun rupiah yang terdiri dari modal disetor dan lima pesawat tipe Boeing 737-300. Sementara untuk biaya operasional telah disiapkan untuk secure deposit menyewa 23 pesawat sekitar 23 juta dollar AS, joining fee pilot (R 23-25 miliar), pelatihan (Rp 20 miliar), dan kru kabin (Rp 50-Rp 70 juta).

VP Citilink Con Korfiatis menambahkan, pada tahun lalu Citilink berhasil mengangkut 1,6 juta penumpang  dengan memiliki 9 rute di 8 kota. “Pada tahun ini Citilink memiliki target akan mengoperasikan 20 unit pesawat  dengan capaian mengangkut 4 juta penumpang,” katanya.

Dikatakannya, Citilink juga akan mengadopsi sistem keselamatan yang digunakan Garuda dengan membidik sertifikat IATA Operational Safety Audit (IOSA) setelah spin off dijalankan. “Kami juga tengah akan menyelesaikan struktur organisasi sebagai perusahaan,” katanya.

Elisa mengatakan, pada minggu depan susunan pengurus akan disetujui oleh manajemen Garuda Indonesia setelah itu diajukan ke Kementrian Perhubungan (Kemenhub) untuk fit and proper test.

Direktur Angkutan Udara Djoko Muratmodjo mengungkapkan dalam proposal bisnis yang diajukan ke regulator Citilink akan melayani 70 rute domestik dan 16 rute internasional. “Itu yang mereka ajukan, tetapi setiap rute harus ada pengajuan proposal,” katanya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s