KNKT Ingin Tambah Jumlah Investigator

JAKARTA— Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berencana menambah jumlah investigator untuk meningkatkan perhatian pada keselamatan transportasi.

“Saat ini KNKT memiliki 53 investigator untuk semua moda transportasi. Jumlah ini tidak ideal melihat luas dan banyaknya moda transportasi di Indonesia. Kita harapkan mulai 2012 akan ada 261 investigator untuk semua moda,” ungkap ketua KNKT Tatang Kurniadi di Jakarta, Kamis (30/12).

Diungkapkannya, hal yang menjadi kendala untuk tenaga KNKT adalah masalah pendanaan. Hal ini karena investigator baru bekerja kala ada kecelakaan. Saat ini baru ada 6 investigator tetap berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Lebih lanjut Tatang mengungkapkan, jumlah korban tewas dalam kecelakaan tranportasi umum sepanjang 2011 mencapai 247 orang.  Jumlah korban tewas pada 2011 meningkat 174 persen dibandingkan jumlah korban kecelakaan yang diinvestigasi pada 2010 sebanyak 90 orang.

Berdasar data kasus kecelakaan tranportasi yang KNKT investigasi, jumlah korban tewas akibat kecelakan tranportasi pada 2011 mencapai 247 orang. Terdiri dari 86 di laut, 85 untuk darat, 71 untuk udara dan 5 tewas dalam kecelakaan kereta api.

Sedangkan untuk korban luka-luka berjumlah 420 orang yang terdiri dari 346 akibat kecelakaan transportasi laut, 56 dalam kecelakaan jalan raya, 10 akibat kecelakaan kereta api dan 8 tewas dalam musibah di udara. Jumlah ini juga meningkat 40 persen dibanding 2010 yang jumlah korban luka-luka berjumlah 301 korban.

Pada kesempatan sama dia sampaikan bahwa KNKT juga melakukan analisis laju kecelakaan atau rate of accident di masing-masing moda transportasi umum. Angka tersebut diperoleh dari jumlah kecelakaan satu tahun dibandingkan dengan tingkat produksi masing-masing moda.
Untuk moda udara, terjadi peningkatan rate of accident pada tahun 2011 dengan angka 4,22. Meningkat dibandingkan tahun 2010 dengan angka 2,68.

Diungkapkannya,   penyebab utama kecelakaan transportasi sepanjang tahun 2011 adalah faktor manusia.
“Human factor, atau faktor manusia memberi kontribusi 62,5 persen terhadap kecelakaan di jalan, laut dan udara. Angka ini meningkat 44 persen jika dibandingkan tahun 2010,” katanya.

Selain faktor manusia, menurut Tatang, ada faktor teknis yang menyebabkan kecelakaan transportasi. Faktor ini berkontribusi sebesar 37,5 persen di tahun 2011. Dengan perincian, 25 persen di laut, 6,25 persen di jalan dan 6,25 persen di kereta api.

“Angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan data kontribusi faktor teknis di tahun 2010 yaitu sebesar 53 persen,” ujar Tatang.

Dikatakan Tatang, ada juga faktor eksternal yang berkontribusi pada kecelakaan. Ia mencontohkan masalah cuaca atau kondisi lingkungan. “Namun tidak ada persentasi berapa kontribusinya karena masih memerlukan analisis dan pengkajian mendalam apakah faktor cuaca menjadi kontributor utama dalam kecelakaan,” katanya.

KNKT juga memberikan rekomendasi kepada pihak-pihak terkait untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Pada tahun 2011, ada 99 rekomendasi yang terdiri dari kereta api (10 rekomendasi), transportasi laut (12 rekomendasi), moda jalan (17 rekomendasi) dan transportasi udara (60 rekomendasi).[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s