Ketat di Full Service

Pada tahun depan pasar full service diperkirakan akan kian ketat Segmen ini hanya menguasai 16,9 persen pangsa pasar penumpang dari total 51,3 juta orang yang diangkut pada tahun lalu, dengan Coumpund Annual Growth Rate (CAGR) sekitar 7 persen untuk 2010-2015, namun peminatnya mulai bertambah.

Jika sebelumnya untuk rute domestik Garuda Indonesia bermain sendirian, tahun depan akan ada Pacific Royale dan awal 2013, Space Jet milik Lion Air akan menyusul.
Pacific Royale baru saja mengantongi Surat Izin Angkutan Udara (SIAU) atau Surat Izin Usaha Penerbangan (SIUP) dan  berjanji akan membuka pasar baru di layanan full service agar bisa bersaing di industri penerbangan.
“Pacific Royale tidak akan mengambil rute-rute Garuda Indonesia selaku kompetitor di kelas full service (layanan penuh). Kami akan ambil rute yang tidak banyak didatangi Garuda Indonesia,” ungkap  Managing Director Pacific Royale Samudera Sukardi.
Dijelaskannya, langkah itu dilakukan perseroan karena ini porsi pasar full service  masih sedikit dibanding pasar low cost carier (LCC) atau tarif rendah. “Ini adalah alasan dibidik pasar full service. Kalau masuk kelas LCC, artinya kami nekat karena sudah banyak yang memasuki pasar ini,” jelasnya.
Ditargetkannya, armada  Pacific Royale menerbangi kota-kota di Indonesia mulai Februari 2012 setelah Air Operation Certificate (AOC) dikantongi.
Pacific Royale saat ini sudah memiliki 10 pesawat, terdiri dari lima milik yakni Fokker 50, dan lima sewa Airbus 320. Hal ini untuk memenuhi ketentuan dalam UU No.1/2009 tentang Penerbangan. Untuk key person  sudah memiliki pilot dari maskapai Mandala Airlines dan Riau Airlines.
Diungkapkannya,  biaya pendirian sebuah maskapai baru tergolong bermodal besar. Pihaknya sudah investasi 25 juta dollar AS sesuai dengan persyaratan dari Kementerian Perhubungan.
Dkatakannya,  dalam 1 tahun pertama akan mengoperasikan 10 pesawat, nantinya akan ditambah seiring waktu. Saat terbang perdana, kemungkinan akan mengoperasikan 4 pesawat.
Pada penerbangan awal nanti, pihaknya akan menerbangi rute-rute domestik terlebih dahulu dengan hub dari Jakarta. Kota-kota yang menjadi pilihan yakni Medan, Batam, dan Surabaya.
“Awalnya kami terbang ke rute domestik dahulu dengan hub dari Jakarta dan sub hub di Medan, Batam, dan Surabaya. Nantinya akan terbangi regional dan internasional,” katanya.
Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengungkapkan, telah mengurus SIUP milik Space Jet.
“Awal 2013 akan dioperasikan. Kita akan ubah konfigurasi pesawat yang ada dimana nantinya ada layanan hiburan dan komunikasi yang canggih, serta tempat duduk lebih nyaman,” katanya.
Diungkapkannya, untuk menggarap segmen full service, perseroan akan mengalokasikan sekitar 12 pesawat tipe Boeing 737-900 ER yang telah dimodifikasi interiornya sesuai dengan segmen yang dilayani. “Kami sekarang telah memiliki 50 pesawat tipe Boeing 737-900 ER, hingga akhir tahun nanti akan menjadi 54 unit. Sedangkan pada 2016 nanti akan menjadi 178 unit,” katanya.
Sementara Sriwijaya Air yang tadinya berencana ikut menggarap segmen full service pada awal tahun depan menunda keinginannya. “Untuk rencana menggarap segmen full service terpaksa kami tunda karena ternyata membutuhkan investasi dan persiapan yang matang,” kata Direktur Komersial Sriwijaya Air Toto Nursatyo.
Secara terpisah,  Direktur Keuangan Garuda Indonesia  Elisa Lumbantoruan menyambut gembira hadirnya maskapai baru yang pasarnya sama dengan perseroan. “Industri penerbangan memang butuh tambahan kapasitas,” katanya.
Namun, diingatkannya,  pasar  full service sangat keras, justru di  LCC yang lebih menguntungkan. “Makanya maskapai sekelas Singapore Airlines  SQ mau masuk ke LCC, layaknya  kebanyakan maskapai  full service mau punya LCC,” jelasnya.
Menurutnya, untuk Full Service, investasi awalnya sangat besar, begitu juga dengan struktur biayanya. Sehingga harga jual menjadi lebih mahal.  “Harus punya modal kuat agar nafas panjang. Mustinya kalau baru mulai, lebih baik   ke LCC saja. Kalau Lion Air mau ke full service masih lebih rasional karena   bisa cross subsidy dari LCC-nya,” katanya.[dni]
Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s