Kapasitas Kali Baru Tetap Ditingkatkan

JAKARTA–Kementrian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan kapasitas terminal Kali Baru tetap ditingkatkan dengan batas pengerjaan 2014 nanti.

“Terminal Kali Baru itu peningkatan kapasitasnya harus selesai maksimal 2014. Jika itu tidak dilakukan, bisa terjadi kongesti,” ungkap Menhub EE Mangindaan di Jakarta, kemarin.

Diungkapkannya, pemerintah memiliki beberapa alternatif untuk mengatasi tersendatnya tender Kali Baru, diantaranya  berencana mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) penugasan badan usaha untuk melaksanakan pembangunan dan pengoperasian. Saat ini tender Terminal Kali Baru tersendat pada tahap prakualifikasi.

Dijelaskannya,  pada tahap prakualifikasi tersebut dimaksudkan untuk melihat ketertarikan para investor yang dalam pembangunannya tidak hanya terminal saja tetapi juga pembangunan jembatan dan pengerukan laut. Kemudian, para investor meminta waktu selama enam bulan untuk melakukan studi jika dilakukan pembangunan jembatan dan pengerukan laut.

“Pemerintah akan siapkan alternatif-alternatif lain seperti pembangunan jembatan atau tidak. Nantinya Menteri Koordinator dan Perkonomian akan mengumumkan alternatif mana yang akan dipakai,” jelasnya.

Ditegaskannya,  pembangunan dan pengeoperasian Terminal Peti Kemas Kalibaru tersebut harus selesai pada 2014, dikarenakan peningkatan jumlah barang perti kemas semakin meningkat. Apabila tidak selesai pada 2014 makan akan terjadi penumpukan barang di terminal tersebut.

“Sekarang pakai tender tidak apa-apa asalkan bisa selesai di 2014. Kita harus tegas, target 2014 harus selesai,” ungkapnya.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Leon Muhamad  mengungkapkan,  biaya pembangunan jembatan dan pengerukan laut itu dibutuhkan dana sekitar 2,25 triliun rupiah  dari total pendanaan pengembangan Terminal Peti Kemas Kalibaru Utara sebesar  11,75 triliun rupiah.

“Minggu depan akan ada keputusan dari Menko, apakah dibuat konsorsium antarperserta yang lolos prakualifikasi atau malah Perpres penugasan BUMN. Itu kemarin kan baru proses prakualifikasi saja, belum masuk ke proses lelang sesungguhnya,” katanya.

Pengumuman tender yang dilansir panitia tender Kalibaru menyebutkan empat peserta yang lolos prakualifikasi adalah PT Pelabuhan Indonesia II (Persero); konsorsium PT Pelabuhan Socah Madura dan PSA SE ASIA PTE Limited; konsorsium PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), International Container Terminal Services Inc, dan PT Sinar Rajawali Cemerlang.

Dua peserta lain yang lolos prakualifikasi adalah konsorsium PT Hutchison Port Indonesia, PT Brilliant Permata Negara, PT Salam Pacific Indonesia Lines, dan COSCO Pacific Limited; serta yang terakhir adalah konsorsium 4848 Global System, Mitsui & CO Limited, Evergreen, dan PT Nusantara Infrastruktur.

Sementara dua peserta yang dinyatakan tidak lulus prakualifikasi tender adalah konsorsium PT Pelayaran Bintang Putih dan APM Terminal; serta PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero).[Dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s