GMF Targetkan Pendapatan Naik 5%

JAKARTA—PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF)  menargetkan pendapatan pada  2012 naik 5 persen  menjadi 1,77 triliun rupiah dibandingkan perkiraan realisasi pendapatan 2011 sebesar  1,69 triliun rupiah.
“Kami bercermin dari krisis keuangan dunia pada 2008 yang memberi dampak melemahnya industri penerbangan selama dua tahun setelah itu. Ketika maskapai penerbangan menurun kinerjanya, hal tersebut akan berdampak kepada jasa yang kami berikan. Oleh karena itu pada 2012 kami tidak akan terlalu agresif dengan hanya menargetkan pendapatan naik 5 persen ,” ungkap Direktur Utama Garuda Maintenance Richard Budihadianto di Jakarta, kemarin.
Diungkapkannya, perseroan   sudah memperoleh sejumlah kontrak dari beberapa maskapai penerbangan yang pekerjaannya akan dilakukan tahun depan, sehingga dapat memberi kontribusi sekitar 30-40 persen terhadap total pendapatan 2012.
Dikatakannya, induk usaha, Garuda Indonesia  telah mengalokasikan belanja modal  615 miliar rupiah untuk GMF  pada 2012. Sebesar  500 miliar rupiah  disiapkan untuk mendanai rencana pembangunan hanggar pesawat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar bekerja sama dengan PT Angkasa Pura I (Persero). Sementara sebesar  115 miliar rupiah digunakan untuk membeli peralatan bengkel.
“Untuk hanggar, sampai saat ini masih dilakukan negosiasi dengan Angkasa Pura I mengenai skema pembangunan hanggarnya. Jika kami diminta untuk investasi, maka telah disiapkan dana untuk itu. Namun, jika kami bisa menggunakannya dengan cara menyewa maka dana tersebut tidak jadi digunakan,” ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Utama Angkasa Pura I Tommy Soetomo  mengungkapkan, telah menyiapkan dana dari kas internal sebesar  80 miliar rupiah untuk membangun hanggar tersebut. Tommy sendiri menghendaki skema kerja sama berupa Angkasa Pura I yang menyediakan lahan dan membangun hanggar, sedangkan peralatan bengkel disediakan oleh Garuda Maintenance yang juga akan menyewa hanggar tersebut.
Saat ini Garuda Maintenance memiliki fasilitas tiga hanggar pesawat di Soekarno-Hatta dengan total kapasitas 25 pesawat. Hanggar satu diperuntukkan untuk pesawat berbadan lebar dengan kapasitas empat pesawat. Hanggar dua khusus digunakan untuk melakukan line maintenance dengan kapasitas delapan pesawat berbadan sedang dan hanggar tiga berkapasitas 13 pesawat berbadan sedang.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal III/2011 Garuda menunjukkan, sampai kuartal III 2011 jumlah pendapatan Garuda Maintenance sebesar 1,13 triliun rupiah  naik 6,60 persen  dibanding realisasi periode sama tahun lalu sebesar  1,06 triliun rupiah.  Hingga  November 2011, perseroan telah membukukan pendapatan  1,50 triliun rupia.(dni)
Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s