Garuda Operasikan Simulator Baru

JAKARTA–Maskapai Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mengoperasikan dua simulator penerbangan generasi terbaru masing-masing  untuk pesawat Airbus 330-200 dan Boeing  737-800 NG dengan investasi 26 juta dollar AS.

“Penggunaan kedua simulator penerbangan generasi termutakhir (kelas D) tersebut akan semakin melengkapi fasilitas dan infrastruktur Garuda Indonesia Training Center dalam mendukung upaya Garuda mencetak pilot-pilot baru yang handal,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar di Jakarta, Jumaat (16/12).

Dijelaskannya,  kedua simulator ini sebagai salah satu upaya untuk mengantisipasi peningkatan pangsa pasar di industri penerbangan yang pesat, seiring rencana Garuda melalui program Quantum Leap 2015 ingin mengoperasikan 154 pesawat termasuk A330-200 dan B737-800 NG.

“Kedua simulator ini juga akan semakin meningkatkan kualitas keamanan perusahaan, menurunkan biaya pelatihan pilot hingga 50 persen,” jelasnya.

Diungkapkannya, saat ini Garuda Indonesia memiliki 1.000 pilot yang sebagian besar merupakan pilot Airbus 330 series dan Boeing 737-800 NG. Dengan pengembangan armada yang dilaksanakan, dan untuk memenuhi kebutuhan pilot hingga 2015, Garuda akan merekrut 400 pilot lagi.

Kedua simulator penerbangan ini, lanjutnya, merupakan Airbus 330-200 dan Boeing 737-800 NG yang disesuaikan dengan program penambahan armada Garuda kedepan, yakni sebagian besar armada Garuda merupakan pesawat jenis ini. Kedua simulator ini dibeli dari CAE, perusahaan internasional yang berkedudukan di Montreal Kanada yang begerak dibidang pembuatan peratan pelatihan penerbangan sipil maupun militer berbasis teknologi.

“Kedua simulator penerbangan ini merupakan jenis terbaru dari produk-produk CAE yang menggunakan system electric motion, menggantikan era hydraulic motion, sehingga efisiensi pengunaan listrik dapat ditekan hingga 40 persen,” katanya.

Direktur Keuangan Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan mengungkapkan investasi untuk membeli kedua simulator itu senilai 26 juta dollar AS yang menggunakan kas internal perusahaan.

Menurut Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono terdapat  empat faktor yang harus dipenuhi agar mampu menjawab kebutuhan pelayanan maksimal di bidang penerbangan, yang setiap tahun menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Faktor-faktor tersebut, pertama, prasarana diantaranya bandara, trafic control dan lain sebagainya. Kedua, sarana yakni penyediaan pesawat yang laik dan prima.

Selanjutnya adalah manajeman maskapai, dimana seluruh operator harus memperhatikan piranti pendukung bersamaan dengan terus bertambahnya jumlah armada yang digunakan. Terakhir adalah sumber daya manusia (SDM) yang sangat penting untuk dipenuhi kualitasnya.

Ditegaskannya,  kemampuan pilot untuk menerbangkan pesawat harus terus ditingkatkan seiring dengan semakin tingginya teknologi dalam penerbangan.

“Pilot harus bisa menyeimbangkan antara manual flight dan digital flight, karena pesawat tidak mengenal siapa yang mengemudi, namun dengan penguasaan keduanya maka akan sangat penting sehingga bisa membawa pesawat dengan aman,” ujarnya.

Diharapkannya, ketersediaan simulator pesawat udara seperti yang dikembangkan Garuda Indonesia  dapat mendukung operasional penerbangan dan melaksanakan pengembangan kualitas SDM.[Dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s