Butuh Dana Besar Bangun Prasarana KA

Kebutuhan biaya pengembangan perkeretaapian nasional dalam kurun waktu 2010-2014 lumayan besar. Diperkirakan  mencapai  82 triliun rupiah. Wilayah Jabodetabek saja membutuhkan   biaya 30 triliun rupiah.

Realitasnya, kemampuan anggaran Pemerintah sangat terbatas, khususnya untuk pembangunan dan pengembangan prasarana kereta api.

Melihat kenyataan di atas, dapat dipastikan Pemerintah akan melibatkan pihak swasta dalam pengerjaan proyek infrastruktur. Permasalahannya, hingga saat ini pun belum ada konsistensi kebijakan, dukungan peraturan perundang-undangan serta perencanaan pembangunan yang realistis dan transparan.

Bahkan, sampai saat ini Rencana Induk Perkeretaapian Nasional yang mencakup pembangunan Jawa, Sumatera,
Kalimantan, Sulawesi, Papua dan Bali masih dalam tahap penyusunan.

“Dana pemerintah sangat terbatas, sementara kereta api sebagai tulang
punggung perekonomian juga membutuhkan dukungan yang sangat besar. Untuk menyiasati kesulitan itu, mau tidak mau harus melibatkan peran swasta ataupun asing dalam mengakselerasi pembangunan,” ujar pengamat transportasi Universitas Soegijapranata Joko Setijowarno.

Menurutnya, pembangunan dan pengembangan prasarana perkeretaapian
sangat mendesak mengingat beban jalan raya yang terlalu berat harus segera dipindahkan ke jalan rel. Di samping itu, prasarana juga terkait dengan keselamatan dari perjalanan kereta itu sendiri.

Jika Pemerintah ingin melibatkan peran investor swasta dalam pembangunan prasarana yang menunjang infrastruktur perkeretaapian maka sejatinya memberikan dukungan yang  total, seperti adanya regulasi yang memberikan kemudahan dalam perizinan ataupun insentif-insentif seperti perpajakan dan kepabeanan.

“Selama ini kan Pemerintah selalu mendukung pembangunan jalan tol, maka tidaklah bijak jika tidak mendukung kereta api yang jelas-jelas menjadi tulang punggung perekonomian. Transportasi massal kan sudah seharusnya mendapat prioritas,” tegasnya.

Anggota DPR RI Komisi V dari fraksi PKS Abdul Hakim menilai  kualitas pelayanan kereta api khususnya untuk kelas ekonomi sangat memprihatinkan. Hal ini karena   PT KAI  sebagai operator tidak hanya memberikan pelayanan tapi juga menangani perawatan prasarana KA yang diserahkan pemerintah.

“Sementara, Pemerintah tidak mengimbanginya dengan pemberian subsidi atau PSO yang sesuai. Karena itu, kami mendesak pemerintah untuk memberikan dukungan anggaran untuk pembangunan perkeretaapian, melakukan audit dan inventarisasi aset terhadap PT KAI serta memisahkan aspek kelembagaan sehingga tidak terjadi lagi  tumpang tindih tugas dan kewenangan,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub)
mengaku sedang merumuskan aturan khusus terkait pembangunan rel kereta
api untuk publik oleh badan usaha. Aturan tersebut dirumuskan sebagai produk turunan dari Undang-undang No 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

Penerbitan aturan tersebut kian mendesak untuk mempercepat pembangunan infrastruktur kereta api sebagai angkutan massal untuk barang dan penumpang. Melalui aturan itu, badan usaha, baik milik negara, daerah, maupun swasta dimungkinkan untuk membangun prasarana kereta api.

Aturan tersebut rencananya  dirumuskan dalam bentuk Keputusan Menteri (KM). Tapi harus menunggu kajian terkait formulasi perhitungan PSO (public service obligation), IMO (infrastructure maintanance and operation), dan TAC (track access charge) selesai.

Pemerintah menyadari  terbatasnya kemampuan keuangan dan
tingginya kebutuhan akan sarana transportasi massal berbiaya murah, menjadikan  keterlibatan badan usaha dalam pembangunan jalur ganda kereta api
semakin diperlukan.

Pemerintah memiliki pemikiran, nantinya tender pembangunan rel akan dilakukan oleh
pemerintah. Adapun, rel yang dibangun oleh badan usaha tetap dimiliki oleh pemerintah, tetapi dikelola melalui mekanisme konsesi. Hak maupun jangka waktu konsesi sendiri akan dihitung berdasarkan nilai investasi badan usaha dan trafik lalu lintas kereta di jalur tersebut.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s