101211 Pemerintah Siapkan Standarisasi Pelaut

JAKARTA–Pemerintah menyiapkan standarisasi untuk para pelaut Indonesia agar  memenuhi prasyarat pelayaran nasional terbaru.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Leon Mohammad mengatakan standardisasi terkait dengan implementasi standar pelaut internasional yaitu Standards of Training, Certification and Watchkeeping (STCW) yang diamandemen di Manila pada 2010 lalu.

“Adanya standar baru tersebut, sekitar 340.000 pelaut di Indonesia harus di-standar ulang agar memenuhi standar pelayaran nasional,” katanya di Jakarta, Rabu (30/11).

Diungkapkannya,  pemerintah memiliki waktu lima tahun untuk melakukan standardisasi pelaut sebanyak itu.

“Standardisasi itu akan dimulai pada 2 Januari 2012 sampai 31 Desember 2016. Pada 1 Januari 2017 seluruh pelaut di dunia harus berstandar STCW yang baru,” katanya.

Dijelaskannya,  terjadinya peningkatan standardisasi pelaut tersebut terkait dengan semakin tingginya teknologi pelayaran dunia. Saat ini kapal-kapal di dunia telah memiliki perlengkapan dengan teknologi yang lebih tinggi.

“Nantinya, pelaut Indonesia yang akan bekerja di kapal asing harus memiliki sertifikat standar STCW yang baru. Bila tidak, mereka tidak akan diterima,” tuturnya.

Menurut Menteri Perhubungan EE. Mangindaan standardisasi profesionalisme pelaut dalam mewujudkan pelayaran yang selamat, aman, efisien, dan laut yang bebas polusi dapat dicapai dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam pengelolaan transportasi laut.

“Para pemangku kepentingan ini harus terus mengupayakan berbagai pendekatan dalam penerapsn konvensi internasional di bidang standar pelatihan, sertifikasi, dan jaga laut bagi pelaut termasuk Amandemen Manila,” tuturnya.

Diungkapkannya,  kontribusi pelayaran dalam perdagangan global telah mencapai 90 persen  dan kemajuan teknologi menimbulkan berbagai tantangan baru di bidang industri pelayaran dan perkapalan, sehingga berdampak pada kondisi profesionalisme pelaut.

Untuk mengantisipasi hal-hal tersebut, lanjutnya, maka Amandemen Manila mengutamakan tiga hal pokok yakni pelatihan, sertifikasi, dan jaga laut bagi pelaut.

Kepala Badan Pengembangan SDM Kementerian Perhubungan Bobby R Mamahit mengungkapkan,  pemerintah telah menyiapkan 32 sekolah tinggi dan balai pelatihan pelayaran di Indonesia untuk melakukan standardisasi kembali pelaut-pelaut Indonesia.

Menurutnya, saat ini baru ada 32 sekolah yang memiliki fasilitas berstandar internasional untuk meningkatkan kompetensi pelaut sesuai dengan konvensi internasional Standards of Training, Certification and Watchkeeping (STCW) yang baru.

Para pelaut nasional yang berjumlah 340.000 orang tersebut, lanjutnya, harus memiliki sertifikat standar pelaut yang baru. “Waktu yang diberikan selama lima tahun. Pelaut harus menyesuaikan ijasahnya dengan standar internasional. Nah, baru ada 32 sekolah yang memiliki fasilitas berstandar internasional,” kata Bobby.

Diungkapkannya,  fasilitas tersebut antara lain simulator kapal yang harganya mahal dan belum bisa dibeli oleh sekolah swasta. Saat ini ada 2.000 sekolah pelayaran swasta yang juga mendidik calon pelaut. Para calon perwiranya saat lulus memenuhi standar STCW yang baru harus melakukan pelatihan khusus di 32 sekolah yang telah ditetapkan.

“Kecuali kalau mereka bisa membeli simulator atau fasilitas yang sesuai dengan standar internasional,” ujarnya.

Dijelaskannya,  satu unit simulator saja harganya 2 juta dollar AS. Saat ini, dari sekitar 340.000 orang pelaut Indonesia, sebanyak 77.000 pelaut bekerja pada perusahaan pelayaran asing.

“Para pelaut yang bekerja di perusahaan asing ini menjadi salah satu sumber devisa negara karena memiliki penghasilan tinggi,” kata Bobby.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s