281111 KAI Dapat Subsidi Angkutan Barang

JAKARTA—PT Kereta Api Indonesia (KAI)  akan mendapatkan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kereta barang  mulai Januari 2012 mendatang.

Wamenhub Bambang Susantono mengungkapkan, kebijakan ini diambil karena semua angkutan harus ada kesetaraan dalam subsidi.

“Bila truk ada subsidi, maka kereta barang juga harus ada subsidi. Kebijakan ini akan efektif pada 1 Januari 2012 mendatang,” katanya di Jakarta, Jumaat (25/11).

Diungkapkannya, keputusan pemberian subsidi ini diputuskan dalam rapat di Kementerian Keuangan yang dipimpin Wamenkeu  Anny Ratnawati, dan diikuti oleh  , Wakil Menteri BUMN Mahmuddin, Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo, Kepala BP Migas R Priyono di Jakarta, Jumat (25/11).

”Aturan ini nantinya berupa peraturan presiden (perpres) yang akan ditandatangani Presiden,” katanya.

Seperti diketahui, saat ini truk barang mendapatkan subsidi sebesar 50 persen. Dimana harga solar sebesar  9 ribu rupiah per  per liter sehingga harga solar untuk truk barang saat ini sebesar 4.500 rupiah  per liter, sementara harga BBM untuk kereta sehingga tidak bisa ber saing dengan truk barang.

Menurutnya,  subsidi yang diberikan kepada PT KAI untuk kereta barang, bisa memberikan efisiensi yang cukup besar. Sebagai contoh, jelasnya, satu truk kontener menghabiskan BBM sebesar 0,5 liter per kilometer, sedangkan kereta barang hanya menghabiskan 0,5 liter per kilometer per kontener.

Dengan tingkat keiritan lima kali lebih tinggi dibandingkan dengan truk barang, kereta barang bakal menjadi angkutan barang yang diminati oleh pengusaha untuk mengirimkan barangnya.

“Kalau itu terjadi, maka akan terjadi efisiensi terhadap angkutan. Ini juga untuk menghindari penggunaan  angkutan kontener di jalan raya. Satu rangkaian kereta bisa mengangkut 40-60 kontener, tapi kalau lewat jalan akan diangkut oleh truk sejumlah itu juga,” katanya.

Direktur Keuangan PT Kereta Api Indonesia  Kurniadi Atmosasmito mengungkapkan, selama ini dengan membeli  BBM non subsidi, pihaknya merugi 60 juta liter atau senilai 300 miliar rupiah. “Sejak 2006, kami harus nombok 300 miliar rupiah  per tahun, untuk membeli BBM non subsidi,” tuturnya.

Sebelumnya,  SPKA mengancam mogok pada 6 Desember 2011. Melalui surat bernomor 674/DPP.SPKA/UM/XI/2011 pada 17 November 2011 telah berkirim surat kepada Kapolri guna memberitahukan aksi mogok kerja tidak menjalankan perjalanan KA. Surat ditandatangani oleh Ketua Umum SPKA Sri Nugroho dan Sekjen SPKA S. Janung Widagdo.

Dalam surat itu disebutkan, mogok kerja tidak menjalankan perjalanan kereta api penumpang dan barang di Jawa dan Sumatera selama tiga jam, dari pukul 05.00-08.00 WIB, pada Selasa (6/12). Mogok dilakukan untuk menuntut pemberian BBM bersubsidi sesuai Perpres No.9/2006 dan ROW sebagaimana diatur Kepmenhub No. KP 219/2010. Aksi mogok diklaim sudah sesuai UU No. 21/ 2000 dan UU No.13/ 2003.

Anggota Komisi V DPR RI Yudi Widiana Adia  menyambut baik keputusan pemerintah yang akan memberlakukan subsidi BBM untuk kereta mulai 1 Januari 2012.

“Meski baru kereta barang yang diberi subsidi, itu merupakan langkah maju,” katanya.

Diharapkannya, Serikat Pekerja Kereta Api  mengurungkan niatnya melakukan mogok massal pada 6 Desember 2011 nanti. Menurut Yudi, langkah maju pemerintah dengan memberikan subsidi BBM untuk angkutan kereta api secara bertahap perlu dihargai.

“Mulai saat ini PT Kereta Api Indonesia  sebagai operator perkeretaapian di Indonesia harus berbenah terutama dari segi pelayanan maupun peningkatana kondisi sarana prasarana kereta api,” ujar Yudi.[Dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s