121111 Garuda Tavel Fair Targetkan Transaksi Rp 50 Miliar

JAKARTA—PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menargetkan transaksi pameran Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) mencapai 40-50 miliar rupiah dengan pengunjung sekitar 45-50 ribu orang.
“Kita harapkan ada peningkatan dibandingkan ajang serupa pada tahun lalu. Jika pada tahun lalu ada 40 ribu pengunjung dengan nilai transaksi 30 miliar rupiah, kita harapkan ada peningkatan seperti kinerja Garuda yang terus membaik hingga kuartal III lalu. Oktober saja laba bersih sudah 300 miliar rupiah,” ungkap Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar di Jakarta, Jumaat (11/11).
Dijelaskannya, GATF merupakan salah satu pameran nasional terbesar yang diikuti oleh sekitar 70 perserta dari Garuda Indonesia Group, travel agen &retailers, hotel & resorts, dan berbagai institusi terkait pariwisata lainnya. “Ajang ini akan dilaksanakan mulai Jumaat (11/11) hingga Minggu (13/11). Bagi pemegang kartu kredit BCA diberikan penawaran menarik,” katanya.
Diungkapkannya, selama GATF berlangsung, pengunjung akan diberikan berbagai penawaran menarik antara lain diskon tiket domestik maupun internasional hingga 50 persen, Pay 1 for 2 untuk kelas eksekutif, cicilan BCA dengan bunga 0 persen selama 6 bulan, dan program cash back sebesar 500 ribu untuk 150 transaksi pertama di setiap harinya.
Selain itu, pengunjung juga akan disuguhkan penawaran menarik yaitu tiket surprise dengan harga sangat menarik antara lain tiket rute Jakarta-Singapura (pp) seharga 86 dollar AS, dan tiket Jakarta-Kuala Lumpur (pp) seharga 90 dollar AS. Pelaksanaan penawaran menarik dilaksanakan setiap pagi mulai pukul 10.00-11.00 WIB dan malam (20.30-21.30 Wib).
“Kami sepanjang tahun ini sedah melaksanakan road show GATF di Bandung, Surabaya, Makassar, Medan, Semarang, Denpasar, Palembang, Yogyakarta, dan Pontianak. Animo masyarakat sangat tinggi karena membuka kesempatan untuk mengatur perjalanan jauh hari dengan harga tiket terjangkau,” jelasnya.[dni]

 

121111 Telkom Selenggarakan Indigo Digital Music Awards 2011

JAKARTA—PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menggelar Indigo Digital Music Award  untuk mengapresiasi insan kreatif dan karya industri musik digital seperti  Ring Back Tone dan Full Track Download
Direktur IT, Solution & Supply  Telkom Indra Utoyo menjelaskan kegiatan tersebut  merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan TELKOM Group terhadap karya musik digital tanah air seperti Nada Sambung Pribadi atau Ring Back Tone maupun full track download.
”Telkom group  berupaya memfasilitasi dan bekerjasama dengan mitra serta komunitas kreatif se-Indonesia untuk memilih karya musik terbaik yang dinilai disukai masyarakat dan memberi manfaat bagi kemajuan industri musik tanah air,” paparnya di Jakarta, Jumaat (11/11)
Diharapkannya, melalui kegiatan Indigo DMA 2011, perseroan memantapkan diri sebagai barometer musik digital dengan sarana dan fasilitas terlengkap yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku industri kreatif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia akan hiburan musik dengan kualitas original.
Indigo DMA 2011 merupakan salah satu bentuk komitmen dan penghargaan Telkom Group untuk industri musik Indonesia sebagai bagian industri kreatif bangsa yang harus terus di dukung. Telkom group telah membangun pondasi dasar dan ekosistem industri musik digital sejak 7 tahun lalu saat pertama diluncurkannya layanan Nada Sambung Pribadi 1212.
Telkom menguasai 60-70 persen pangsa pasar penjualan music digital dengan nilai sekitar 770 miliar rupiah.  Tahun ini diharapkan  penjualan musik digital   melalui berbagai platform dapat tumbuh 100 persen   atau mencapai angkat 1,5 triliun rupiah.
“Kami berharap kemitraan dengan pelaku industri musik kreatif dapat terus terjalin dengan baik untuk meminimalisir terjadinya pembajakan karya seni anak bangsa sekaligus dapat turut mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Saat ini Indigo DMA 2011 sudah memasuki tahap penjurian dengan nominasi 16 Awards yang akan diumumkan pada tanggal 24 November 2011 dan disiarkan langsung melalui beberapa siaran televisi. Penghargaan yang akan diberikan meliputi Best Male / Female Artist, Best Band / Duo / Group, Best Indie, Best Pop / Jazz / Contemporary / Dangdut / Religious Music Artist,  Artist of The Year,  Best New Artist, Best Social Media Artist, Best Digital Video Talent, Best Digital Music Partner, Indigo’s Favorite New Artist dan  Life Time Achievement.
Metode penjurian dilaksanakan dengan konsep From Digital to Digital. From Digital yaitu para musisi terbaik dipilih Top 10 berdasarkan hasil trafik musik digital yaitu Ring Back Tone dan Full Track Download. Kemudian juri memilih Top 5 para musisi hasil nominasi tersebut. Kemudian pemenang dipilih oleh voters secara online maupun melalui Mobile Application oleh masyarakat umum.
Adapun juri Indigo DMA 2011 diwakili dari berbagai kalangan antara lain musisi, pengamat musik, komposer, media musik, radio, pakar social media dan wakil Telkom  group.

Masyarakat dapat  mendukung nominasi Indigo DMA 2011 dengan mendownload mobile application dari www.idma2011.com atau dipilih dari web pada www.idma2011.com/vote atau http://awards.plasaindigo.com.  Pemilih akan mendapatkan hadiah Ipad, Samsung Galaxy Tab dan puluhan juta Voucher berbelanja di PlasaCom.[

121111 Sriwijaya Air Tambah 22 Pesawat

JAKARTA–Maskapai nasional, Sriwijaya Air, berencana menambah 22 pesawat pada tahun depan guna mengantisipasi lonjakan pertumbuhan penumpang.

Direktur Commercial Sriwijaya Air Toto Nursatyo menjelaskan, saat ini maskapainya telah mengoperasikan 30 unit pesawat.

Pada 2012  akan mendatangkan pesawat yang telah dipesan, yaitu pesawat Boeing 737-500 dalam jumlah 12 (dua belas) unit,  5 (lima)  pesawat Boeing 737-800 NG dan 5 (lima) pesawat Embraer E-190.

“Penambahan jumlah armada ini akan menjadi kekuatan Sriwijaya Air dalam mewujudkan komitmennya untuk menegakkan safety dan services. Selain itu, dengan datangnya sejumlah besar armada tersebut akan menjadi modal untuk peremajaan pesawat dan memperkuat alat produksi dalam melakukan ekspansi pengembangan rute yang dilayani,” katanya di Jakarta, Kamis (10/11).

Dikatakannya, hadirnya pesawat Boeing 737-500 di akhir kuartal pertama tahun 2012 nanti, juga akan menjadi tonggak awal sebuah perubahan yang sangat berarti untuk pelanggan, yaitu dengan layanan baru Sriwijaya Air yang lebih segar, menarik dan memiliki nilai tersendiri buat pelanggannya.

Boeing 737-500 tersebut akan didesign dalam bentuk dua kelas, yaitu kelas bisnis dan kelas ekonomi. Adanya kelas bisnis inilah yang akan mereposisi Sriwijaya Air menjadi maskapai penerbangan dengan layanan baru, dengan  dua kelas dalam satu penerbangan.

Dijelaskannya, reposisi yang akan dilakukan Sriwjaya Air ini didasari oleh tuntutan pelanggan yang semakin hari semakin kritis dalam mengamati performansi Sriwijaya Air di satu sisi dan kebutuhan serta keinginan pelanggan di sisi lainnya.

Tuntutan ini memang patut untuk dipenuhi, mengingat bahwa kesetiaan pelanggan Sriwijaya Air dalam setiap tahunnya telah menunjukkan loyaitasnya. Ini terbukti dari angka market share yang didapatkan.

“Untuk rencana menggarap segmen full service terpaksa kami tunda karena ternyata membutuhkan investasi dan persiapan yang matang,” katanya.

Menurut catatan dari Departemen Perhubungan RI, bahwa tahun 2011, Sriwijaya Air telah menduduki peringkat ketiga dalam perolehan market share di Indonesia. Sedangkan catatan mengenai Ontime Performance dari lembaga pemerintah tersebut juga menempatkan Sriwijaya Air pada peringkat kedua setelah Garuda Indonesia.[Dni]