101111 CP Tak Berijin Diminta Kembalikan Uang Konsumen

JAKARTA—Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) meminta penyedia konten (Content Provider/CP) yang tidak memiliki ijin dari regulator untuk mengembalikan uang konsumen.

”Dari hasil evaluasi sementara terhadap pemanggilan empat CP, ditemukenali ada yang tidak memiliki ijin dari BRTI. Kami minta CP tersebut mengembalikan uang konsumen yang diambilnya sejak layanan pertama digelar,” ungkap Anggota Komite BRTI Heru Sutadi di Jakarta, Rabu (9/11).

Dijelaskannya, selain meminta pengembalian uang konsumen, dalam waktu 1×24 jam juga diminta untuk menghentikan layanan ke pelanggan. ”Sedangkan untuk operator yang bekerjasama dengan CP tak berijin tersebut sedang diputuskan bentuk hukumannya dalam pleno minggu ini,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, BRTI menargetkan dapat menginvestigasi sekitar 200-an CP dari 205 yang terdaftar di regulator. BRTI telah memanggil empat CP yakni Extend Media, Kreatif Bersama, Colibri, dan Mobilink.

Colibri adalah CP yang banyak dikeluhkan pelanggan hingga ada yang mengadukan ke pihak berwajib. Sementara Extend Media bermain di layanan mobile advertising yang memanfaatkan platform pop screen milik Celtick. Platform ini ditanam di 3 juta kartu prabayar milik Telkomsel. Omset dari kedua CP konon mencapai 50 miliar rupiah setiap bulannya diluar angka normal yakni sekitar 2-3 miliar rupiah.

GM Corporate Communication Telkomsel Ricardo Indra mengatakan, perseroan telah menyempurnakan cara berlangganan SMS Premium dengan menerapkan konfirmasi berlapis dalam sistem registrasi bagi pelanggan yang ingin melakukan aktivasi layanan.

”Mekanisme tiga tahapan dalam sistem registrasi tersebut akan lebih memudahkan pelanggan Telkomsel dalam melakukan kontrol sendiri terhadap pilihan layanan konten yang diinginkannya,” katanya.

Dijelaskannya, ketiga mekanisme sistem registrasi yang diimplementasikan Telkomsel saal ini adalah Opt-In, Dual Click Principle, dan Time Sensitive Services. Opt-In yaitu registrasi dilakukan hanya jika pelanggan melakukan tindakan secara sukarela atau sadar. Dual Click Principle, yaitu proses konfirmasi dan rekonfirmasi melalui dua tahapan pemberitahuan kepada pelanggan sebelum layanan benar-benar diaktifkan. Sedangkan Time Sensitive Service, yaitu mekanisme pemberitahuan melalui notifikasi kepada pelanggan sebelum perpanjangan layanan.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s