081111 Karyawan Telkomsel Ancam Mogok Nasional

JAKARTA—Karyawan Telkomsel yang tergabung dalam Serikat Pekerja Telkomsel (Sepakat) akan melakukan  aksi mogok kerja dan demo besar-besaran pada Kamis (10/11) nanti jika batas waktu negosiasi dengan manajemen terlampaui pada Rabu (9/11) besok.
 “Kami  sudah mendapatkan izin dari pihak kepolisian dan Dinas Tenaga Kerja mulai besok tanggal 8 November 2011. Namun  demo dan mogok nasional   baru akan dilakukan pada Kamis (10/11) jika memang hasil negosiasi dengan manajemen tidak menemui titik temu,” ungkap  Sekjen Sepakat Yogi R Bahar di Jakarta,  Senin (7/11).
Ketua Umum Sepakat Achsinanto mengakui saat ini sedang terjadi pertemuan dengan jajaran dewan direksi dan komisaris dari Telkomsel untuk membahas masalah Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang berlarut-larut sejak 2008 lalu. “Kita berkejaran dengan waktu untuk mencapai titik temu dan kemaslahatan bersama,” katanya.
Yogi menambahkan, jika mengacu pada batas waktu yang ditetapkan oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), batas waktu perundingan telah dilewati pada 21 Oktober lalu. “Tetapi kami masih membuka ruang negosiasi dengan manajemen hingga 9 November 2011,” katanya.
Ditegaskannya, dua ribu  karyawan hanya menuntut haknya sesuai dengan laju inflasi, harga pasar, dan kemampuan perusahaan.  “Jika ada yang menuding karyawan Telkomsel sudah memiliki gaji yang tinggi, kami memiliki perhitungan perbandingan produktivitas karyawan Telkomsel di industri. Jika dilihat investasi per orang dengan yang dihasilkan masih belum setimpal,” jelasnya.
Sementara itu Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno enggan dikonfirmasi karena beranggapan ini adalah masalah internal perusahaan.
Untuk diketahui, rencana aksi mogok kerja dari penguasa pasar seluler ini dampak   dari tidak diimplementasikannya secara menyeluruh kesepakatan-kesepakatan kerja yang terdapat dalam  PKB antara karyawan Telkomsel yang diwakili oleh Sepakat dengan Managemen Telkomsel.
Terdapat empat poin dalam PKB yang belum dilaksanakan. Pertama, masalah penyesuaian remunerasi yang disesuaikan dengan laju inflasi. Sejak 2008, penyesuaian ini tidak dilakukan oleh manajemen. Kedua, masalah bantuan kesehatan masa pensiun. Ketiga, bantuan biaya komunikasi. Keempat bantuan kepemilikan rumah dan kendaraan. Khusus poin keempat sudah dijalankan oleh perusahaan.
Dalam sidang di  PHI pada Juli lalu, Majelis Hakim PHI mengabulkan sebagian gugatan  Sepakat yang menuntut hak-hak pekerja seperti yang diatur dalam  PKB.
Dalam perkara ini, hakim memang tidak mengabulkan gugatan Sepakat yang meminta ganti rugi kepada Telkomsel sebanyak  311,57 miliar rupiah  sebagai kompensasi tidak dilaksanakannya pemenuhan hak PKB terhitung sejak Mei 2008 hingga Mei 2010.
Namun, hakim meminta kepada Telkomsel segera memenuhi isi dalam PKB yang dibuat antara perusahaan telekomunikasi ini dengan karyawannya. Caranya, Telkomsel harus duduk bersama membahas lagi hal-hal yang diatur dalam PKB itu.
Beberapa ketentuan yang harus dibahas bersama antara lain komposisi kenaikan komponen gaji dasar karyawan serta teknis pelaksanaan bantuan kepemilikan rumah dan kendaraan. Selain itu, sosialisasi tunjangan rumah dinas jabatan dan fasilitas telepon rumah bagi karyawan juga masuk topik pembahasan.
Dalam pertimbangannya, hakim menyatakan PKB itu mengatur secara jelas hak-hak dan kewajiban perusahaan, serikat pekerja, dan karyawan. Aturan ini dibuat guna menciptakan hubungan kerja yang harmonis. PKB yang dibuat juga mengikat masing-masih pihak dan jika ada yang melanggar, harus ada sanksi atas hal tersebut.
Hakim memberikan tenggat waktu selama tiga bulan kepada Telkomsel agar menjalankan putusan pengadilan ini. Hakim mengancam, akan ada uang paksa atau dwangsom sebesar  1 juta rupiah per hari yang harus dibayar Telkomsel kepada Sepakat jika putusan itu tidak dijalankan.
Telkomsel sendiri sebenarnya baru menunjukkan sinyal perbaikan kinerja setelah mulai kuartal tiga tahun lalu melambat pertumbuhan omsetnya. Telkomsel, hingga kuartal III/2011 mencatat omset 36,029 triliun rupiah atau naik 5,7 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 34,084 triliun rupiah.
Jika dilihat per kuartal, Telkomsel  mencatat omset  12,8 triliun rupiah atau naik 7,5 persen dibandingkan periode sama 2010 sebesar 11,9 triliun rupiah.[dni]
Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s