071111 Penataan Frekuensi 3G Tidak Dipengaruhi Asing

JAKARTA—Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) membantah tudingan yang dilontarkan Center for Indonesian Telecommunication Regulation Study (Citrus) terkait penataan frekuensi 3G dipengaruhi  kepentingan pemain  industri global (vendor, investor, dan operator asing) yang berusaha untuk menguasai indusatri layanan broadband wireless di tanah air.

“Saya menyesalkan adanya tudingan itu. Kebijakan pemerintah menata blok frekuensi 3G   bukan karena ada intervensi atau tekanan dari pemain global. Penataan frekuensi 3G, berupa penambahan satu kanal tambahan kepada operator dan kemudian dilanjutkan dengan penambahan kedua sebesar 5 MHz  untuk merapikan spektrum,” tegasnya di Jakarta, akhir pekan lalu.
Ditegaskannya, pemerintah sudah memutuskan bahwa kanal 1 dan kedua dialokasikan untuk Tri, kanal ketiga  dan keempat  untuk Axis, kanal kelima dan keenam untuk Telkomsel dan seterusnya. Posisi  sekarang adalah Tri berada di kanal 1, NTS (3), Telkomsel (4 dan 5), Indosat (7 dan 8), XL (9 dan 10). Sementara kanal nomor 2, 6, 11, dan 12 kosong.
”Begitu selesai penataan kanal frekuensi tahap pertama tersebut, baru pemerintah akan buka tender untuk kanal ketiga,”katanya.
Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo Gatot S. Dewa Broto juga menyesalkan adanya tudingan yang tidak berdasar dilontarkan Citrus tersebut. ”Sebaiknya kala melontarkan pendapat disertai dengan bukti. Jangan menghembuskan isu yang tak bisa dibuktikan,” sesalnya.
Dikatakannya, posisi penataan saat ini adalah keputusan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) sudah dibuat dan tinggal menunggu persetujuan Menkominfo. “Apabila sudah dijadikan keputusn menteri, maka yang ada hanyalah melaksanakan atau melanggar, dan tidak ada negosiasi apa pun,” katanya.
Anggota Komite BRTI Heru Sutadi menyarankan jika ada kelompok masyarakat ingin memberikan masukan ke regulator sebaiknya  dengan cara-cara elegan. “Tapi sebaiknya pelajari dulu aturan-aturan yang ada, lihat kronologis, baru menanggapi secara komprehensif,” sarannya.
Ditegaskan Heru, sejak awal industri telekomunikasi dibangun, mengedepankan industri nasional, jadi amat sangat tidak benar ada intervensi asing. “Dilontarkannya isu-isu dipengaruhi asing  hanya mencoba menarik perhatian dan seolah-olah memojokkan regulator bahwa keputusan yang akan diambil salah,” kilahnya.
Sementara Dirut Telkomsel Sarwoto Atmosutarno mengatakan kisruh di frekuensi 3G  timbul karena penataan yang lalu tidak memperhitungkan masa depan spektrum.
“Sebagai perusahaan milik Negara, kami juga berhak minta tata ulang secara keseluruhan karena masa depan spektrum frekuensi mengarah kepada teknologi yang konvergen, yaitu LTE, kami juga berpikir agar tidak ada kerugian negara oleh Negara,” tegasnya.
Sebelumnya, Citrus menuduh terdapat tekanan pemain industri global dibalik perebutan spektrum 3G untuk menguasai industri layanan broadband wireless di tanah air. Info ini berdasarkan pertemuan Citrus dengan seorang staf khusus Menkominfo Tifatul Sembiring pada 14 Juli lalu.
Tidak hanya itu, organisasi yang dikomandoi oleh Asmiati Rasyid ini juga mendesak Telkomsel diberikan kanal ketiga di frekuensi 3G  sesuai dengan asas manfaat dan tujuan UU persaingan sehat dimana  pengalokasian berdasarkan kriteria dan prioritas yang jelas yaitu tergantung pada jumlah pelanggan.
Menanggapi hal itu, Juru bicara Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) A. Junaidi menegaskan, fokus institusinya dalam menyelidiki kasus penataan frekuensi 3G  pada kebijakan dan implementasinya dalam konteks hukum persaingan, bukan pada klaim pembagian rata kanal. ”Cara pandang Citrus berbeda dengan KPPU.  Mereka membahas isu adanya pelanggaran atau tidak, sementara KPPU membahas kebijakan pemerintah, pasti berbeda,” jelasnya.[dni]
Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s