061111 Izin Usaha Pacific Royale Diterbitkan

 

JAKARTA—Kementerian Perhubungan akhirnya menerbitkan surat Izin usaha  bagi  maskapai Pasific Royale yang diajukan sejak awal tahun 2011, setelah  dinilai  memenuhi syarat dan rencana bisnisnya disetujui oleh otoritas penerbangan.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan mengungkapkan, Pacific Royale telah resmi mengantongi surat izin usaha  dengan nomor SIUAU/NB – 025 yang ditandatangani tertanggal 1 November 2011.

“Keluarnya surat tersebut  dapat dipastikan Pacific Royale telah memenuhi syarat dan rencana bisnisnya telah disetujui oleh otoritas penerbangan. Dokumentasi terkait permodalannya sudah beres semua,” katanya di Jakarta, Jumaat (4/11).

Dikatakannya, izin yang dikantongi oleh maskapai yang mengambil segmen Full Service tersebut  berlaku satu tahun. Diharapkan, Pasific Royale segera menyelesaikan pengurusan Air Operator Certificate (AOC) agar bisa segera mengangkasa di Indonesia. Untuk diketahui, jika maskapai  telah memiliki izin usaha  namun tidak beroperasi dalam satu tahun,  secara otomatis izin usahanya  akan mati.

Sebagai maskapai penerbangan berjadwal dengan AOC 121, Pasicif Royal juga dituntut memenuhi ketentuan yang diatur dalam UU No 1 tahun 2009 tentang Penerbangan, dimana maskapai penumpang berjadwal harus mengoperasikan minimal 10 unit pesawat. Minimal lima pesawat harus dimiliki sedangkan lima lainnya dikuasai maskapai tersebut.

Secara terpisah, Direktur Keuangan Garuda Indonesia  Elisa Lumbantoruan menyambut gembira hadirnya maskapai baru yang pasarnya sama dengan perseroan. “Industri penerbangan memang butuh tambahan kapasitas,” katanya.

Namun, diingatkannya,  pasar  full service sangat keras, justru di  Low Cost Carrier (LCC) yang lebih menguntungkan. “Makanya sekelas Singapore Airlines  SQ mau masuk ke LCC, layaknya  kebanyakan maskapai  full service mau punya LCC,” jelasnya.

Menurutnya, untuk Full Service, investasi awalnya sangat besar, begitu juga dengan struktur biayanya. Sehingga harga jual menjadi lebih mahal.  “Harus punya modal kuat agar nafas panjang. Mustinya kalau baru mulai, lebih baik   ke LCC saja. Kalau Lion Air mau ke full service masih lebih rasional karena   bisa cross subsidy dari LCC-nya,” katanya.

Sebelumnya, Managing Director Pacific Royale Samudra Sukardi  menyatakan siap menggelontorkan modal sebesar 42 juta dollar AS untuk menjadi maskapai penumpang berjadwal baru di Indonesia dengan membidik layanan kelas penuh (full service).

Dana sebesar itu akan digunakan setengahnya untuk pengadaan pesawat yaitu lima unit Airbus A320 dan lima unit Fokker.   Pacific Royale merupakan maskapai patungan antara pengusaha lokal dengan investor India. Goenarni Goenawan sebagai pengusaha lokal memiliki sebanyak 51 persen saham. Sisanya dikuasai oleh Tarun Trikha, pengusaha asal India.

Nantinya maskapai tersebut akan berbasis di Jakarta. Untuk tahap awal, PT Pacific Royale Airways akan fokus di rute penerbangan domestik, baru kemudian fokus di penerbangan internasional, terutama penerbangan langsung Indonesia-India. Rute-rute domestik yang dipilih adalah rute-rute yang memiliki potensi tinggi namun masih minim pemain.

Samudera menilai, pasar penerbangan di Indonesia cukup potensial. Diungkapkan, dari 230 juta penduduk Indonesia, baru 20 juta yang bisa memanfaatkan moda transportasi.
Sedangkan, moda transportasi darat dan laut masih dianggap lamban dalam memobilisasi atau pergerakan masyarakat dari satu pulau ke pulau lain di Indonesia.”Peluang ini yang ingin kami manfaatkan dengan membidik kelas menengah ke atas (middle up),” tuturnya.[dni]

Iklan

1 Komentar

  1. jangan lama2 x terbang biar tvi express jalan lagi thx/adi


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s