031111 Reorganisasi Hadapi Transformasi

 

Kondisi pasar yang telah memasuki masa saturasi tak pelak memaksa operator untuk melakukan transformasi. Jika sebelumnya mengandalkan jasa suara dan SMS sebagai mesin uang, di era yang disebut-sebut sebagai beyond telco, data dianggap akan menjadi primadona.
Operator pun melakukan reorganisasi manajemen menghadapi transformasi. PT XL Axiata Tbk (XL) menambah jumlah direksi dan komisaris dalam rangka memperkuat transformasi guna menghadapi persaingan di industri telekomunikasi tanah air.
Dua direktorat baru dihadirkan yakni  Technology, Content & New Business, serta  Service Management. Direktorat lama seperti  marketing, penjualan, dan  keuangan dipertahankan.
“Restrukturisasi ini agar perusahaan  lebih fokus kepada kebutuhan  pelanggan dan data centric agar  kinerja  secara menyeluruh meningkat di masa depan  Hadirnya  direktorat  baru  tidak akan  tumpang tindih karena pembagian tugas jelas. Proses restrukturisasi sudah berjalan sejak Mei lalu,” jelas Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi di Jakarta, belum lama ini.
PT Indosat Tbk  (Indosat) juga melakukan transformasi. Proses sedang berjalan khususnya untuk layanan data. Indosat mengambil alih penjualan broadband retail yang selama ini dijalankan oleh anak usaha Indosat Mega Media (IM2). Tujuannya agar produk yang dihasilkan lebih konsumen sentris.
“Selain itu dari sisi biaya operasi, jaringan, dan reposisi produk lebih efisien. Sayang, pada tahap pertama banyak kendala dalam implementasi seperti dongle yang belum plug and play atau sistem billing. Ke depan kita janjikan lebih baik,” ungkap Presiden Direktur Indosat Harry Sasongko.
Sedangkan Telkomsel rencananya pada tahun depan  akan mengimplementasikan   reorganisasi manajemen.   Saat ini struktur manajemen Telkomsel terdiri atas Direktur Utama dengan dukungan Direktorat  Keuangan, Perencanaan & Pengembangan, Operasi, dan   Niaga.
Hasil reorganisasi adalah Direktur Utama dengan dukungan Direktorat Marketing, Sales, Network, Teknologi Informasi, Keuangan, Sumber Daya Manusia, Perencanaan dan Transformasi. Selain itu juga ada lembaga CEO Office yang mengurusi manajemen menara, new business seperti Digital Music and Content Management, Digital Money, dan lainnya.
Sayangnya, proses reorganisasi di anak usaha Telkom ini penuh dengan tarik menarik kepentingan. Dimulai dari isu pergantian Direktur Utama,  tambahan direksi, serta  pelantikan sekitar 54 pejabat baru untuk menduduki posisi Vice President  dan General Manager yang masih tertunda.
Kabar terakhir menyebutkan, Direktur Niaga Leong Shin Loong yang menjadi perwakilan SingTel tidak diperpanjang kontraknya dan digantikan oleh rekannya dari Singapura mulai 20 November nanti.
“Kontrak Bapak Leong Shin Loong memang berakhir pada November ini, tetapi belum diputuskan nasibnya oleh pemegang saham ke depannya,” ungkap Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno.
Komisaris Utama Telkomsel Rinaldi Firmansyah mengungkapkan, sejauh ini yang disetujui oleh pemegang saham baru terkait pemekaran direksi. Sedangkan masalah nama yang akan menduduki posisi masih digodok.
Sebelumnya dikabarkan Telkom  telah melakukan penjaringan dari kalangan internalnya untuk menduduki posisi Direktur Utama Telkomsel dan direksi, serta telah mendapatkan persetujuan dari Menteri BUMN Mustafa Abubakar kala itu. Namun, skenario menjadi  berantakan seiring bergantinya Menteri BUMN menjadi Dahlan Iskan. Penjaringan dikabarkan dimulai dari awal lagi.
Pada kesempatan lain,  pengamat telekomunikasi Guntur S. Siboro mengatakan, reorganisasi dengan memilih condong  pada konsep consumer centric lebih baik, tetapi  pelaksanaannya susah karena data tentang segmen pasar  sangat sulit didapatkan dan perilaku dalam perusahaan juga tidak sesuai dengan target pasar.
”Tantangan terberat nantinya pada  budaya perusahaan selama ini menghadapi perubahan. Sementara untuk operator dimana ada saham pemerintah, tak bisa dilepaskan dari pengaruh politik. Sehingga tarik menarik kepentingan akan selalu terjadi yang banyak menguras energi,” katanya.[dni]
Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s