031111 Evaluasi Kinerja Kuartal III/2011: Pertumbuhan industri terkoreksi


Tiga operator yang menguasai pasar telekomunikasi Indonesia telah melaporkan kinerjanya hingga kuartal ketiga 2011. Ketiga operator itu adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), PT Indosat Tbk (Indosat), dan PT XL Axiata Tbk (XL).
Telkom hingga kuartal III/ 2011  memiliki  pendapatan  operasi  sebesar 53,05 triliun rupiah atau naik   3,4 persen dibandingkan periode yang sama pada 2010 sebesar   51,31 triliun rupiah. Sedangkan secara per kuartal, omset Telkom naik sebesar 4,7 persen dari 17,752 triliun rupiah pada kuartal II/2011 menjadi 18,594 triliun rupiah pada kuartal III/2011.
Anak usaha yang menjadi raja di pasar seluler, Telkomsel, hingga kuartal III/2011 mencatat omset 36,029 triliun rupiah atau naik 5,7 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 34,084 triliun rupiah.
Jika dilihat per kuartal, Telkomsel  mencatat omset  12,8 triliun rupiah atau naik 7,5 persen dibandingkan periode sama 2010 sebesar 11,9 triliun rupiah. Hal yang mengejutkan adalah dari kuartal II ke III 2011, Telkomsel hanya mendapatkan 1,9 juta pelanggan baru sehingga total pengguna 104,1 juta nomor dengan Average Revenue Per User (ARPU) 38 ribu rupiah.
Sementara  Indosat  mencatat total omset Indosat pada kuartal II/2011 adalah 15,360,5 triliun rupiah atau naik 3,5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 14.843,1 triliun rupiah. Jika dilihat per kuartal,maka pertumbuhan total omset kuartal II ke III sekitar 2,7 persen
Jasa seluler hingga kuartal III/2011 milik anak usaha Qatar Telecom (Qtel) ini memiliki omset 12.587 triliun rupiah atau naik 4,8 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 12.015,19 triliun rupiah. Jika dilihat per kuartal,maka pertumbuhan total omset seluler kuartal II ke III 2,3 persen. Indosat memiliki 51,5 juta pelanggan atau menambah 4,2 juta pelanggan dari semester I dengan ARPU 29.439 rupiah.
Sedangkan  omset XL hingga kuartal III/2011  sebesar 13,96 triliun rupiah atau tumbuh 8 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar  13,96 triliun rupiah. Jika dilihat pertumbuhan kuartal II ke III, omset naik 5 persen dengan pertambahan pelanggan 4,5 juta nomor sehingga total ada 43,4 juta pelanggan dengan ARPU 35 ribu rupiah.
“Melihat kinerja yang diraih oleh perseroan hingga kuartal ketiga 2011, rasanya Telkom masih mampu membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang positif di kisaran single digit,” ungkap Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah
Presiden Direktur dan CEO Indosat Harry Sasongko mengakui  pada kuartal III kinerja Indosat, khususnya seluler melambat. Hal ini karena dua operator besar usai semester I membanting harga di suara, sementara perseroan  lebih memilih jalur konservatif. “Kinerja yang masih positif di kuartal III ini tertolong oleh kuatnya pertumbuhan Indosat selama semester I lalu, “ungkapnya.
Harry mengakui untuk kinerja kuartal IV nantinya tantangan akan lebih berat.   Sebelumnya,  kala memaparkan kinerja semester I, Indosat optimistis menutup tahun dengann pertumbuhan sekitar 7-8 persen.
Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi mengungkapkan, kinerja yang masih positif di tengah pasar mulai jenuh berkat   kontribusi jasa non percakapan yang mencapai 50 persen bagi total omset.
Jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada periode sama yang dialami oleh semua operator pada tahun lalu terlihat terjadi penurunan secara industri. Telkom pada tahun lalu di periode di kuartal yang secara periodik disebut masa gemuk karena ada Lebaran dan Liburan sekolah   memliki  pertumbuhan omset  sebesar 3,9 persen, Telkomsel (5%),  Indosat (8,1 persen), dan XL  (32%).
Penegasan Jenuh
Menurut Pengamat Telekomunikasi Guntur S Siboro kinerja yang diperlihatkan oleh operator besar menegaskan  pasar sudah  jenuh. “Semuanya pada level agresifitas yang hampir sama, jadi hanya mengandalkan pertumbuhan pasar baru,” katanya.
Praktisi telematika Teguh Prasetya mengatakan selama  perang bonus dan tarif terus terjadi,  sudah pasti pendapatan dari masing-masing pemain akan melambat.  “Jasa yang bisa diharapkan itu di data. Walau ada kesan  banting-bantingan harga di jasa itu, tetapi masih  dalam koridor wajar dan tren pengguna dalam pemanfaatannya   memang meningkat. Secara keseluruhan harus ada konsolidasi sesama pemain untuk menyehatkan industri,” katanya.
Berkaitan dengan penambahan pelanggan, Teguh melihat, Indosat dan XL berhasil memanfaatkan momentum Ramadan untuk penambahan pengguna, sementara Telkomsel terkesan hanya agresif di kegiatan above the line, tetapi kedodoran di below the line. “Migrasi sistem billing Telkomsel ikut mempengaruhi kualitas layanan. Menjelang lebaran, banyak pelanggan data mengeluhkan sistem penagihannya,” katanya.
Praktisi telematika lainnya, Bayu Samudiyo menduga, Telkomsel pada kuartal ketiga mencari pelanggan yang produktif dan melakukan pembersihan nomor-nomor mati. “Ini harus dilakukan Telkomsel karena jumlah pelanggan menembus angka 100 juta. Jika didapat pelanggan semu, akan menekan ARPU dan biaya investasi per pelanggan nantinya,” katanya.
Disarankannya, semua operator mulai agak mengerem  promosi yang cenderung obral bonus dan mengurangi pendapatan. Selain itu sumber pertumbuhan pelanggan  difokuskan untuk ekspansi daerah BTS baru. ”Selain itu juga lebih banyak variasi program untuk data yang cenderung menaikan pemakaian dan mengakuisisi pelanggan baru di data,” katanya.
Diperkirakannya, secara keseluruhan pertumbuhan industri akan terkoreksi dari sebelumnya sekitar 9 persen turun menjadi 7-8 persen. ”Kuartal III biasanya mencerminkan pertumbuhan industri keseluruhan. Pada kuartal IV akan lebih berat mengingat salah satu andalan Value Adedd Services (VAS) seperti SMS Premium disetop sehingga bisa mempengaruhi omset,” katanya.
Sementara itu, EVP Sales Operation Telkomsel Hendri Mulja  Sjam menegaskan, jika dilihat pertumbuhan per kuartal, Telkomsel terus tumbuh diatas industri. ”Jika ada operator  yang mendapatkan tambahan pelanggan banyak, tetapi nominal uang tidak kelihatan, itu artinya mendapatkan pelanggan semu,” katanya.
Sementar Guntur menyarankan, jika  operator besar  ingin terus berkompetisi maka langkah  menaikkan kualitas layanannya sesuatu yang mendesak dilakukan jika tidak ingin ditinggalkan oleh pelanggan.
”Saat ini banyak pelanggan  mengeluhkan kualitas layanan semua operator karena banting harga.  Operator harus menyeimbangkan investasi jaringan dengan agresifitas pemasaran. Pendapatan tidak akan naik, jika kualitas layanan terus turun. Ini teori lama di telekomunikasi,” tegasnya[dni]
Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s