011111 Krisis Ekonomi Global Belum Pengaruhi Penerbangan Nasional

Jakarta—Krisis ekonomi yang terjadi di Amerika Serikat dan Eropa belum berpengaruh terhadap bisnis penerbangan nasional.

Ketua Umum  Indonesia National Air Carrier Association (INACA) Emirsyah Satar menegaskan pasar penumpang pesawat udara domestik tidak terpengaruh krisis itu.
“Hingga kuartal ketiga 2011  pertumbuhan penerbangan dunia melambat hanya tumbuh 3,7 persen, sementara pertumbuhan nasional mencapai 15 persen,” ungkapnya di Jakarta, akhir pekan lalu.
Emir yang juga  Dirut Garuda Indonesia mengungkapkan, maskapai yang dipimpinnya  saat ini mengalami pertumbuhan pasar sebesar  39 persen untuk pasar domestik, meningkat lima persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar 26 persen.
Sedangkan pasar internasional tumbuh sebesar 32 persen diatas maskapai lainnya yang sebesar 10 persen. Saat ini, Garuda menguasai pasar penerbangan nasional sebesar 23 persen, masih dibawah Lion Air yang mencapai hampir 50 persenan.
“Walau ada krisis ekonomi global,  berbagai rencana maskapai lokal  untuk mengadakan pesawat terus berjalan dan tidak terpengaruh oleh krisis. Lion Air, Sriwijaya Air dan Garuda tetap terus menambah pesawat,” katanya.
Garuda sendiri, hingga akhir tahun nanti akan menambah tujuh lagi pesawat yaitu tiga Boeing 737-800 NG, satu Airbus A330-200 serta tiga unit Airbus A320 untuk memperkuat Citilink
Sebelumnya, Boeing Co memperkirakan pembatalan penjualan pesawat Dreamliner 787 akan lebih banyak lagi setelah maskapai China Eastern membatalkan pesanan 24 unit pesawat untuk penerbangan jarak jauh (long haul). Pembatalan tersebut dipengaruhi penurunan prospek penerbangan jarak jauh akibat krisis ekonomi di AS dan Eropa.
Tender PSS
Pada kesempatan sama,  Direktur Keuangan Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan yang juga merangkap sebagai VP Citilink mengungkapkan tengah  melakukan tender sistem pasenger services system (PSS) untuk meningkatkan kualitas layanan bagi pelanggannya.
”Kami menargetkan pada tahun ini sistem layanan baru sudah jalan. Memiliki sistem Teknnologi Informasi (TI) yang kuat harus dimiliki Garuda karena tren ke depan penjualan banyak melalui sistem online,” katanya.
Dicontohkannya, animo masyarakat terhadap penawaran harga tiket murah melalui online sebesar 79 ribu rupiah yang ditawarkan belum lama ini dimana sempat membuat  situs milik Citilink hang akibat dikunjungi oleh ribuan calon penumpang.
Sejak Jumat (28/10/2011) pukul 08.00 wib hingga 12.00 wib, para calon penumpang yang berburu tiket melalui online di http://www.citilink.co.id banyak yang mengeluhkan situs tersebut karena eror.
Citilink  menawarkan sebanyak 25.000 tiket murah seharga Rp 79 ribu mulai tanggal 28 Oktober ini selama 20 hari. Pada hari pertama saja sudah ada 4.500 orang yang telah membeli tiket murah tersebut secara online
“Kapasitas situs Citilink tidak bisa menampung ribuan orang yang akan mengakses Karena terlalu banyak yang mau membeli tiket lewat situs  itu jadinya hang. Tetapi itu sudah diperbaiki,” kata Elisa.[dni]
Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s