291011 Telkom Optimistis Catat Kinerja Positif

JAKARTA—PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) optimistis mencatat kinerja positif hingga tutup tahun 2011 dengan posisi pertumbuhan single digit untuk top dan bottom line.

“Melihat kinerja yang diraih oleh perseroan hingga kuartal ketiga 2011, rasanya Telkom masih mampu membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang positif di kisaran single digit,” ungkap Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah ketika dihubungi Jumaat (28/10).
Menurutnya, penopang kinerja perseroan nantinya akan datang dari layanan data yang tumbuh di atas rata-rata industri serta media dan edutainment yang mampu mencatat pertumbuhan sekitar 60 persen. “Kalau untuk layanan seluler itu industrinya sudah tumbuh single digit. Sementara telepon kabel masih  minus 7-8 persen atau sama dengan industri,” katanya.
Diungkapkannya,  hingga kuartal tiga 2011   pendapatan  operasi (operating revenues) sebesar 53,05 triliun rupiah atau naik   3,4 persen dibandingkan periode yang sama pada 2010 sebesar   51,31 triliun rupiah.
Penopang pertumbuhan omset tak bisa dilepaskan dari  kenaikan jumlah pelanggan yang menggembirakan dibandingkan periode yang sama pada 2010, yaitu pelanggan telephony naik 10,6 persen  dari 118,2 juta menjadi 130,7 juta yang terdiri dari pelanggan seluler (Telkomsel) naik 11,8 persen dari 93,1 juta menjadi 104,1 juta, pelanggan Flexi naik 7,9 persen  dari 16,7 juta menjadi 18,1 juta dan pelanggan wireline naik 2,1 persen dari 8,3 juta menjadi 8,5 juta. Jumlah pelanggan Telkom Group secara keseluruhan sampai dengan Triwulan III-2011 mencapai 132,9  juta pelanggan.
Sayangnya, laba bersih dari Telkom mengalami penurunan sebesar 6,4 persen dari 8,9 triliun rupiah pada periode kuartal tiga 2010 menjadi 8,3 triliun rupiah pada kuartal III/2011.
“Penurunan laba bersih karena adanya program pensiun dini yang sudah dua tahun tidak dilakukan.  Kita alokasikan dana  629 miliar rupiah  untuk Pendi yang diikuti oleh 762 karyawan dan berlaku efektif 1 Oktober 2011. Pemicu lainnya yang menekan bottom line adalah   biaya lain-lain, antara lain BHP Frekuensi. Seandainya Pendi tidak ada dan laba dinormalisasi tumbuhnya bisa sebesar  2,1 persen,” katanya.
Berkaitan dengan kinerja anak usaha yang berkontribusi paling dominan yakni Telkomsel, menurut Rinaldi, sudah menunjukkan perbaikan dengan mencatat omset  12,8 triliun rupiah atau naik 7,5 persen dibandingkan periode sama 2010 sebesar 11,9 triliun rupiah.
Adapun  total biaya operasi Telkomsel naik 3,6 persen dari  7,67 triliun rupiah  menjadi  7,95 triliun rupiah dan laba bersih naik 12,5 persen  dari  3,13 trilun rupiah  (Q3/2010)  menjadi  3,52 triliun. Rupiah pada kuartal II/2011.

Kinerja XL
Secara terpisah, Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi mengungkapkan, berkat peningkatan  layanan data sebesar 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya,  omset perseroan masih bisa sama dengan rata-rata industri yakni tumbuh 8 persen.

“Jika pada periode kuartal III/2010 kami memiliki omset sekitar 13 triliun rupiah, maka pada kuartal III/2011 diraup sebesar  13,96 triliun rupiah. Ini berkat kontribusi jasa non percakapan yang mencapai 50 persen bagi total omset,” katanya.
Hal itu terlihat dari  trafik data meningkat sebesar 278 persen dari 1,7 Petabyte menjadi 6,5 Petabyte dalam kurun waktu setahun dan pengguna layanan data telah mencapai 24,1 juta. XL sendiri memiliki 43,4 juta pelanggan.
Sedangkan  laba sebelum bunga, pajak, penyusutan, dan amortisasi (EBITDA) meningkat sebesar 3 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sehingga dibukukan menjadi  7 triliun rupiah  dengan marjin 50 persen.  Sementara  laba bersih sebesar  2,2 triliun rupiah atau naik lima persen dibandingkan periode sama tahun lalu senilai 2,1 triliun rupiah.
Diungkapkannya, perseroan akan semakin ekspansif mengembangkan jaringan data. Untuk itu, XL baru saja menandatangani fasilitas pinjaman dengan Bank Mandiri sebesar  3 triliun rupiah untuk periode 3 tahun yang sebagian besar digunakan untuk pembiayaan kembali pinjaman. Rasio hutang perusahaan tetap sehat dengan rasio hutang terhadap ekuitas sebesr 0,7x.
XL berencana untuk mengeluarkan sekitar  6 triliun rupiah  untuk pembelanjaan modal di tahun 2011, dimana lebih dari separuhnya akan ditujukan untuk bisnis layanan data dan akan dibiayai secara internal. Sampai dengan akhir September 2011, XL telah membayar belanja modal sebesar  4,1 triliun rupiah.

Pada kesempatan lain, Pengamat telematika Bayu Samudiyo mengatakan, melihat kinerja yang diraih oleh Telkom dan XL, industri telekomunikasi masih mencari keseimbangan baru untuk keluar dari kondisi pasar yang jenuh.

“Layanan data yang dianggap sebagai solusi untuk pengganti omset suara belum bekerja optimal karena model bisnisnya belu ketemu yang ideal. Rasanya hingga akhir tahun nanti secara keseluruhan industri telekomunikasi hanya tumbuh di kisaran 7-8 persen, mengingat kuartal III setiap tahunnya adalah periode paling tinggi pertumbuhannya,” katanya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s