261011 Insa Bidik Angkutan Migas

JAKARTA – Para pengusaha kapal yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Kapal Nasional atau Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) membidik pelayanan angkutan muatan barang minyak dan gas (migas) yang akan tumbuh mencapai 1 miliar ton pada 2015.

“Kita optimis meskipun ada kekhawatiran terhadap dampak krisis ekonomi yang melanda Eropa dan Amerika Serikat, pertumbuhan muatan migas akan naik. Para pengusaha lokal siap melayani ,” kata Ketua Umum INSA Carmelita Hartato di Jakarta, Selasa (25/10).

Dikatakannya, untuk memenuhi harapan tersebut, dibutuhkan kebijakan dari pemerintah yaitu melalui insentif dan kebijakan agar kapal-kapal berbendera Merah Putih mampu bersaing dengan kapal asing dalam melayani angkutan muatang barang migas yang terus tumbuh hingga beberapa tahun mendatang.

Diungkapkannya, berdasarkan data 2010, dari total muatan barang migas sebanyak 876 juta ton, yang menggunakan kapal nasional hanya sekitar 300 juta ton, sedangkan selebihnya masih menggunakan kapal asing.

Diharapkannya, pemerintah dapat menciptakan kebijakan yang dapat mewujudkan perlakuan yang sama antara kapal nasional dengan luar negeri. Hal ini diperlukan supaya kapal-kapal nasional dapat bersaing dengan kapal luar negeri dalam kegiatan pengangkutan produk ekspor dan impor.

“Kapal berbendera Merah Putih dikenakan pajak pertambahan nilai (ppn) sebesar 10 persen dari total ongkos angkut kapal, sedangkan untuk kapal asing tidak dikenakan, sehingga perusahaan migas lebih memilih menggunakan kapal asing yang lebih murah,” ungkapnya.

Ditegaskannya, pemerintah harus. menghapuskan ppn sebesar 10 persen tersebut, sehingga persaingan bisnis antara kapal asing dan nasional menjadi seimbang. Sedangkan opesi kedua yang ditawarkan asosiasinya yaitu pemerintah harus memberikan pajak yang sama kepada kapal-kapal berbendera asing yang melakukan pelayaran di Tanah Air.

Lebih lanjut, dia mengajak para operator pelayaran nasional untuk meningkatkan daya saing di sektor angkutan luar negeri karena hingga kini kapal nasional baru mengangkut 9 persen muatan ekspor-impor. Padahal, sektor ini sangat terbuka untuk investor.

“Sekarang kita ditantang untuk bisa bersaing pada sektor angkutan luar negeri dengan potensi muatan mencapai 600 juta ton per tahun,” katanya.

Sementara itu Sekjen INSA Paulis Djohan menambahkan, tantangan yang saat ini masih dirasakan perusahaan kapal nasional yaitu kekurangan sumber daya manusia khususnya pelaut dan minimnya kapal nasional yang mengisi kegiatan angkutan luar negeri atau beyond cabotage, maupun penyediaan kapal-kapal khusus di sektor hulu migas.

“Kami optimis setidaknya pada 2020 akan meningkatkan market share kapal nasional disektor angkutan luar negeri menjadi 20 persen sesuai dengan target yang sudah dicanangkan oleh Kementerian Perhubungan,” kata Paulis.[Dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s