251011 Poles Penampilan Melalui Teknologi

PT Smartfren Telecom (Smartfren) kembali unjuk gigi dalam menggelar teknologi akses data berbasis  Code Division Multiple Access (CDMA). Setelah menggelar  Evolution Data only (EVDO)  Revision B (Rev B) fase  1  di Bali pada Januari 2010, operator yang memiliki 6,8 juta pelanggan ini menggelar EVDO Rev B fase 2 di Jabodetabek pekan lalu.

Kota lain yang akan segera menyusul adalah Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Malang. EVDO Rev B fase I diklaim mampu menghantarkan data hingga 9,3 Mbps, sementara fase 2 bisa mencapai 14,7 Mbps dengan kondisi pelanggan berada di dekat Base Transceiver Station (BTS) dan mendapatkan kualitas sinyal yang ideal.
Smartfren adalah operator ketujuh di dunia yang meluncurkan teknologi diklaim setara dengan   GSM 3,5G ini. Teknologi ini mampu mengunduh data hingga 14,7 Mbps, sementara untuk mengunggah sekitar 5,4 Mbps. Inovasi ini juga memiliki koneksi khusus untuk komunikasi data yang terpisah dari suara sehingga jika terjadi peningkatan trafik di salah satu layanan tidak akan menganggu kualitas komunikasi layanan lainnya.
Operator ini mengalokasikan tiga dari lima kanal yang dimiliki di spektrum 1.900 MHz untuk teknologi ini dengan dukungan 1.329 BTS. Total BTS yang dimiliki oleh Smartfren adalah 4.626 site site dan sedang dalam pembangunan sebanyak 700 BTS lagi.
Belum lama ini perseroan   menerbitkan instrumen surat utang jangka menengah (medium term notes/ MTN) senilai 500 miliar rupiah  untuk membiayai modal kerja, belanja modal, serta pembayaran utang.
Sebelumnya, Smartfren mengaku sedang mengupayakan pinjaman perbankan sekitar 315 juta dollar AS. Operator seluler ini butuh dana pihak ketiga untuk membiayai 70 persen alokasi belanja modal yang totalnya mencapai 450 juta dollar AS hingga 2012 nanti.
Hingga akhir Juni 2011, pendapatan Smartfren tercatat naik menjadi 445,176 miliar rupiah dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 196,132 miliar rupiah. Namun, beban usahanya melonjak dari 566,2 miliar rupiah menjadi 1,351 triliun rupiah dan menyebabkan rugi usaha perseroan mencapai 906,62 miliar rupiah.
Khusus untuk layanan data, Average Revenue Per User (ARPU) sekitar 60 ribu rupiah dengan jumlah satu juta pelanggan Pendapatan data sendiri naik menjadi 191 miliar rupiah pada semester I 2011 dibanding 2010 sebesar 25 miliar rupiah. Ditargetkan akhir tahun ini secara total pendapatan SmartFren mencapai satu triliun rupiah dengan pelanggan data mencapai 1,2 juta pelanggan.
Tarif Murah
Presiden Direktur SmartFren Rodolfo Pantoja mengungkapkan guna memasarkan layanan data, tarif murah akan menjadi andalan walaupun teknologi yang diusung sudah lumayan tinggi.
“Kami percaya untuk mengakuisisi pelanggan strateginya mengandalkan tarif murah. Kita ingin memberikan layanan berkualitas dengan harga terjangkau bagi masyarakat,” katanya di Jakarta, kemarin.
Division Head Data Smartfren Hermansyah menambahkan, untuk mendukung maraknya penggunaan EVDO Rev B Fase 2,  dihadirkan dua modem AC2791 dan E9306-2 seharga 699 ribu rupiah  dengan benefit 30 hari internet unlimited sampai 14,7Mbps. Harga ini dibanting belajar dari EVDO REV B fase 1 di Bali yang sepi peminat akibat mahalnya harga modem
“Smartfren menawarkan berbagai pilihan paket data, diantaranya, postpaid unlimited super pro dengan membayar .275 ribu rupiah per bulan dan prepaid volume base seharga 250 ribu rupiah per bulan. Bagi pengguna yang ingin menikmati layanan secara harian, disediakan upgrade speed harian seharga 12 ribu rupiah per hari,” katanya.
Dia optimistis hadirnya perangkat dan tarif murah akan mendorong penggunaan mobile broadband di Indonesia menjadi 40 persen pada tahun depan. ”Kita percaya jumlah sekitar 6 juta pelanggan itu akan menjadi 14 juta nantinya. Apalagi kami juga sedang berusaha mengembangkan area layanan ke second city di Jawa dan Sumatera,” katanya.
Chief Technology Officer Smartfren Merza Fachys berjanji akan memonitor perkembangan trafik untuk menjaga kualitas layanan. “Kami akui di beberapa tempat akses layanan data Smartfren mulai menurun. Semua itu akibat selama ini desain jaringan  mengasumsikan semua kapasitas merata, sementara kenyataan perilaku pengguna mengakses data itu suka berubah-ubah tempat dan tergantung waktu,” katanya.
Diungkapkannya, saat ini sedang ditingkatkan kapasitas link antar BTS sehingga lebih mulus perpindahan site yang dialami oleh pelanggan, selain menjaga stabilitas kualitas sinyal.
Penambahan Bermasalah
Merza boleh menyemburkan optimisme akan meningkatkan kapasitas link antar BTS, namun pernyataan dari Direktur Penataan Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Titon Dutono lumayan mengejutkan.
Titon mengungkapkan, Smartfren untuk sementara tidak dilayani oleh Kemenkominfo jika ingin mengurus izin stasiun radio (ISR) untuk link antar BTS karena tersangkut tunggakan Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi.
Untuk diketahui, Smartfren adalah dua entitas yang melakukan kolaborasi yakni Smart Telecom (Smart) dan Mobile-8. Smart  sendiri memiliki hutang BHP frekuensi kepada negara senilai 737 miliar rupiah. Angka itu di luar denda setiap bulannya sebesar dua persen. Saat ini masalah tunggakan ini tengah dibereskan oleh  Kantor Wakil Presiden
Selama ini terdapat perbedaan hitungan besaran BHP antara pemerintah dan Smart. Smart mengklaim pihaknya seharusnya hanya membayar 242 miliar rupiah sama seperti operator 3G di pita yang sama.
“Tidak ada masalah Smartfren menambah BTS karena hak pakai frekuensinya berbasis pita. Tetapi untuk link BTS masih berbasis ISR, dan itu masih ditahan karena tunggakannya sampai sekarang belum beres,” katanya.
Secara terpisah, pengamat telematika Bayu Samudiyo mengingatkan Smartfren tidak terburu-buru membanting harga layanan datanya karena jasa tersebut masih baru di Indonesia. ”Secara industri jasa data adalah faktor pembeda dan kunci memenangkan persaingan di pasar yang mulai jenuh. Jika langsung perangnya ditarik ke area pentarifan, kapan investasi kembali. Kalau begini yang rugi industri secara keseluruhan,” katanya.[dni]
Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s