251011 Axis Modernisasi Jaringan

JAKARTA—PT Axis Telekom Indonesia (Axis) melakukan modernisasi jaringan untuk mengantisipasi lonjakan trafik data dan meningkatkan kualitas layanan bagi 15 juta pelanggannya.
“Kami baru saja melakukan modernisasi 600 BTS dari total 6.200 BTS (2G dan 3G) agar bisa siap menghadapi evolusi layanan data masa depan yakni Long Term Evolution (LTE). Selain itu juga tengah dibangun lima ribu BTS oleh Huawei dan seribu BTS oleh Ericsson  hingga akhir 2012,” ungkap Chief Technology Officer Axis  Michael McPhail di Jakarta, Senin (25/10).
Diungkapkannya, nilai kontrak dengan Ericsson senilai 60 juta dollar AS. Sedangkan untuk kerjasama dengan Huawei sebelumnya diinformasikan senilai 500 juta dollar AS. Awal pekan ini Axis memulai proses tender terbuka untuk penyediaan 5.000 sewa menara telekomunikasi.
Untuk realisasi ekspansi jaringan telah didapat dukungan   dana sebesar  1,6 miliar dollar AS, dimana 1,2 miliar dollar AS di antaranya diperoleh dari pinjaman perbankan internasional. Perseroan akhir tahun nanti menargetkan meraih 17 juta pelanggan, dan pada 2014 mencapai 40 juta pelanggan.
Direktur Penjualan Axis Syakieb A Sungkar mengungkapkan, saat ini sebanyak 20 persen dari total 15 juta pelangganya terkoneksi dengan layanan data, sementara jasa ini sendiri berkontribusi sebesar 30 persen dari total omset 1,4 triliun rupiah yang diraup sejauh ini.
“Guna meningkatkan jumlah pelanggan data kami menawarkan tarif promosi baru dengan stabilitas akses di 364 kbps dan gratis akses ke situs jejaring sosial Facebook,” jelasnya.
Dijelaskannya, tarif baru tersebut adalah akses internet unlimited dengan tarif hanya dua rupiah per kilobyte sepanjang hari serta kepastian biaya akses internet yang dikeluarkan tidak lebih dari 3.500 rupiah.
“Akses masyarakat ke internet seharusnya sama dengan akses ke air bersih. Mudah dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat. Tarif baru yang kami miliki ini menjadikan semua lapisan masyarakat bisa menikmati akses internet,” katanya.[dni]

251011 Dezzo Luncurkan Ponsel Layar Sentuh

JAKARTA—PT Indonusa Komunikasi sebagai  pemegang merek   Dezzo meluncurkan telepon seluler (ponsel) layar sentuh (Touchscreen) proyektor seri D938 guna memenuhi tuntutan tren masyarakat terhadap  perangkat telekomunikasi yang kian dinamis.
“Ponsel Dezzo ser D938 ini muncul dengan  “Your Style”. Guna menarik minat masyarakat, kami mengadakan pameran   di sentra ponsel Roxy Mas Pintu Timur, Jakarta  pada 28 Oktober -6 November 2011. Kami menargetkan 10 ribu unit ponsel ini terjual hingga akhir 2011,” ungkap Manager & Marketing  Indonusa Komunika Anna Sastromulyono di Jakarta, kemarin.
Dijelaskannya, setiap pembelian Dezzo D938 di booth pameran, akan langsung  mendapatkan voucher pulsa . 50 ribu rupiah, gratis Multi Media Card (MMC),  serta puluhan film-film bioskop full version.
Menurutnya, ponsel yang dibanderol 1,288 juta rupiah itu  sangat istimewa karena memiliki  teknologi proyektor.  Fitur   yang unik itu   mampu menampilkan visualisasi gambar tajam pada bidang datar hingga 120 inchi sehingga sangat memanjakan pengguna.
Dikatakannyam Dezzo D938 hadir dengan desain candybar cukup besar berukuran 105 x 56 x16mm, namun sangat stylish dengan balutan warna hitam yang membungkus seluruh bodynya.
Layar yang dibenamkan cukup besar, hampir memenuhi ukuran bodynya yaitu berukuran 2.8 inchi. Untuk pengoperasian menu, ponsel Dual On GSM ini mengandalkan sepenuhnya sentuhan tangan karena layarnya berteknologi full touchscreen. Dibawah layarnya hanya tersedia tombol menu, call dan end call.
Fitur andalan lainnya adalah mampu memutarkan file MP3/MP4 dan lain sebagainya dengan suara bombastis karena dilengkapi speaker eksternal yang terletak dibelakang body ponsel.  Kemudian Kamera 2 megapikselnya  mampu  merekam moment indah pengguna melalui rekaman video dan hasil jepretan foto. Tersedia juga beragam settingan kamera yang dapat memaksimalkan hasil jepretan pengguna.
Sementara koneksi internetnya dilengkapi dengan WAP 2.0 untuk terkoneksi dengan Facebook dan chatting melalui MSN dan Yahoo Messenger. Dengan dukungan platform JAVA, Dezzo D938 dilengkapi dengan aplikasi King Movie (www.kmv001.com) yang dapat mempermudah pengguna mendownload film-film favorit.[dni]

251011 Kemenkominfo Evaluasi Penyetopan SMS Premium

JAKARTA—Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan mengevaluasi implementasi penghentian sementara penawaran konten komersial yang dilakukan oleh operator untuk menjamin instruksi yang dikeluarkan regulator pada pekan lalu dijalankan.

“Operator telekomunikasi akan dipanggil pada Senin (24/10) nanti untuk mengevaluasi implementasi perintah penyetopan sementara itu. Jika ditemukenali ada yang tidak melaksanakan perintah pekan lalu, kita akan cabut lisensinya dalam jangka waktu tiga minggu ke depan,” ungkap Menkominfo Tifatul Sembiring di Jakarta, akhir pekan lalu.
Secara terpisah, Anggota Komisi I DPR  Max Sopacua mengungkapkan,  komisinya telah sepakat membentuk Panja Mafia Pulsa untuk menuntaskan dan membuka kasus-kasus pencurian pulsa yang akhir-akhir ini menjadi permasalahan.
“Komisi I kecewa ketika kami (Komisi I) meminta diumumkan saja penyedia konten  yang nakal. Namun itu tak dilakukan, dengan alasan itu karya kreatif anak bangsa. Panja ini ingin membuka dan menuntaskan persoalan pencurian pulsa ini.Tujuannya kami mengembalikan jangan sampai ada yang berbuat nakal dan curang lagi,” kata Max.
Max menegaskan bahwa panja akan segera menjalankan tugasnya dan diharapkan sebelum masa reses sudah bisa membuahkan hasil. Panja akan memanggil semua pihak yang terkait termasuk para korban.
Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi berjanji akan mendalami setiap pola penawaran konten dan perjanjian kerjasama operator dengan penyedia konten dalam rangka audit teknis dan forensik. ”Kami banyak mendapatkan masukan dari masyarakat adanya praktik mobile advertising melalui pop screen yang menyimpang dari kaidah bisnis yang terjadi di lapangan. Kita akan panggil pihak-pihak terkait hal itu,” katanya.
Sedangkan terkait Ring Back Tone (RBT), menurut Heru, pelaku industri kreatif tidak perlu khawatir dengan adanya reset yang diminta oleh regulator karena sebenarnya itu bertujuan untuk melindungi masyarakat lebih luas. ”Selama ini ada yang mengeluh RBT-nya otomatis diperpanjang atau merasa tidak berlangganan. Jika direset, dan benar-benar ada yang ingin berlangganan dipersilahkan. Itu akan fair bagi semua pihak,” katanya.[dni]

251011 Poles Penampilan Melalui Teknologi

PT Smartfren Telecom (Smartfren) kembali unjuk gigi dalam menggelar teknologi akses data berbasis  Code Division Multiple Access (CDMA). Setelah menggelar  Evolution Data only (EVDO)  Revision B (Rev B) fase  1  di Bali pada Januari 2010, operator yang memiliki 6,8 juta pelanggan ini menggelar EVDO Rev B fase 2 di Jabodetabek pekan lalu.

Kota lain yang akan segera menyusul adalah Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Malang. EVDO Rev B fase I diklaim mampu menghantarkan data hingga 9,3 Mbps, sementara fase 2 bisa mencapai 14,7 Mbps dengan kondisi pelanggan berada di dekat Base Transceiver Station (BTS) dan mendapatkan kualitas sinyal yang ideal.
Smartfren adalah operator ketujuh di dunia yang meluncurkan teknologi diklaim setara dengan   GSM 3,5G ini. Teknologi ini mampu mengunduh data hingga 14,7 Mbps, sementara untuk mengunggah sekitar 5,4 Mbps. Inovasi ini juga memiliki koneksi khusus untuk komunikasi data yang terpisah dari suara sehingga jika terjadi peningkatan trafik di salah satu layanan tidak akan menganggu kualitas komunikasi layanan lainnya.
Operator ini mengalokasikan tiga dari lima kanal yang dimiliki di spektrum 1.900 MHz untuk teknologi ini dengan dukungan 1.329 BTS. Total BTS yang dimiliki oleh Smartfren adalah 4.626 site site dan sedang dalam pembangunan sebanyak 700 BTS lagi.
Belum lama ini perseroan   menerbitkan instrumen surat utang jangka menengah (medium term notes/ MTN) senilai 500 miliar rupiah  untuk membiayai modal kerja, belanja modal, serta pembayaran utang.
Sebelumnya, Smartfren mengaku sedang mengupayakan pinjaman perbankan sekitar 315 juta dollar AS. Operator seluler ini butuh dana pihak ketiga untuk membiayai 70 persen alokasi belanja modal yang totalnya mencapai 450 juta dollar AS hingga 2012 nanti.
Hingga akhir Juni 2011, pendapatan Smartfren tercatat naik menjadi 445,176 miliar rupiah dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 196,132 miliar rupiah. Namun, beban usahanya melonjak dari 566,2 miliar rupiah menjadi 1,351 triliun rupiah dan menyebabkan rugi usaha perseroan mencapai 906,62 miliar rupiah.
Khusus untuk layanan data, Average Revenue Per User (ARPU) sekitar 60 ribu rupiah dengan jumlah satu juta pelanggan Pendapatan data sendiri naik menjadi 191 miliar rupiah pada semester I 2011 dibanding 2010 sebesar 25 miliar rupiah. Ditargetkan akhir tahun ini secara total pendapatan SmartFren mencapai satu triliun rupiah dengan pelanggan data mencapai 1,2 juta pelanggan.
Tarif Murah
Presiden Direktur SmartFren Rodolfo Pantoja mengungkapkan guna memasarkan layanan data, tarif murah akan menjadi andalan walaupun teknologi yang diusung sudah lumayan tinggi.
“Kami percaya untuk mengakuisisi pelanggan strateginya mengandalkan tarif murah. Kita ingin memberikan layanan berkualitas dengan harga terjangkau bagi masyarakat,” katanya di Jakarta, kemarin.
Division Head Data Smartfren Hermansyah menambahkan, untuk mendukung maraknya penggunaan EVDO Rev B Fase 2,  dihadirkan dua modem AC2791 dan E9306-2 seharga 699 ribu rupiah  dengan benefit 30 hari internet unlimited sampai 14,7Mbps. Harga ini dibanting belajar dari EVDO REV B fase 1 di Bali yang sepi peminat akibat mahalnya harga modem
“Smartfren menawarkan berbagai pilihan paket data, diantaranya, postpaid unlimited super pro dengan membayar .275 ribu rupiah per bulan dan prepaid volume base seharga 250 ribu rupiah per bulan. Bagi pengguna yang ingin menikmati layanan secara harian, disediakan upgrade speed harian seharga 12 ribu rupiah per hari,” katanya.
Dia optimistis hadirnya perangkat dan tarif murah akan mendorong penggunaan mobile broadband di Indonesia menjadi 40 persen pada tahun depan. ”Kita percaya jumlah sekitar 6 juta pelanggan itu akan menjadi 14 juta nantinya. Apalagi kami juga sedang berusaha mengembangkan area layanan ke second city di Jawa dan Sumatera,” katanya.
Chief Technology Officer Smartfren Merza Fachys berjanji akan memonitor perkembangan trafik untuk menjaga kualitas layanan. “Kami akui di beberapa tempat akses layanan data Smartfren mulai menurun. Semua itu akibat selama ini desain jaringan  mengasumsikan semua kapasitas merata, sementara kenyataan perilaku pengguna mengakses data itu suka berubah-ubah tempat dan tergantung waktu,” katanya.
Diungkapkannya, saat ini sedang ditingkatkan kapasitas link antar BTS sehingga lebih mulus perpindahan site yang dialami oleh pelanggan, selain menjaga stabilitas kualitas sinyal.
Penambahan Bermasalah
Merza boleh menyemburkan optimisme akan meningkatkan kapasitas link antar BTS, namun pernyataan dari Direktur Penataan Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Titon Dutono lumayan mengejutkan.
Titon mengungkapkan, Smartfren untuk sementara tidak dilayani oleh Kemenkominfo jika ingin mengurus izin stasiun radio (ISR) untuk link antar BTS karena tersangkut tunggakan Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi.
Untuk diketahui, Smartfren adalah dua entitas yang melakukan kolaborasi yakni Smart Telecom (Smart) dan Mobile-8. Smart  sendiri memiliki hutang BHP frekuensi kepada negara senilai 737 miliar rupiah. Angka itu di luar denda setiap bulannya sebesar dua persen. Saat ini masalah tunggakan ini tengah dibereskan oleh  Kantor Wakil Presiden
Selama ini terdapat perbedaan hitungan besaran BHP antara pemerintah dan Smart. Smart mengklaim pihaknya seharusnya hanya membayar 242 miliar rupiah sama seperti operator 3G di pita yang sama.
“Tidak ada masalah Smartfren menambah BTS karena hak pakai frekuensinya berbasis pita. Tetapi untuk link BTS masih berbasis ISR, dan itu masih ditahan karena tunggakannya sampai sekarang belum beres,” katanya.
Secara terpisah, pengamat telematika Bayu Samudiyo mengingatkan Smartfren tidak terburu-buru membanting harga layanan datanya karena jasa tersebut masih baru di Indonesia. ”Secara industri jasa data adalah faktor pembeda dan kunci memenangkan persaingan di pasar yang mulai jenuh. Jika langsung perangnya ditarik ke area pentarifan, kapan investasi kembali. Kalau begini yang rugi industri secara keseluruhan,” katanya.[dni]

251011 Penguasa Mengejar Ketertinggalan

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) melalui unit usahanya yang memegang lisensi  Fixed Wireless Access (FWA), Flexi, adalah penguasa pasar Code Division Multiple Access (CDMA) di Indonesia.
Tercatat, Flexi hingga semester I 2011 memiliki 18,7 juta pelanggan dengan Average Revenue Per User (ARPU) sekitar 9 ribu rupiah. Angka itu melorot dari sebelumnya 17 ribu rupiah.
Guna mengantisipasi penurunan ARPU yang dapat mengurangi profit margin dari Flexi, Telkom   meluncurkan layanan mobile broadband di 10 kota. Sepuluh kota yang akan menikmati   kecepatan akses data hingga  5 Mbps itu adalah 10 lokasi potensial di Indonesia antara lain Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang,  Jogjakarta, Banjarmasin, Pekanbaru, Makassar, Denpasar, dan  Medan.
Teknologi yang diusung adalah  Evolution Data Only Revision A (EVDO Rev A) dengan dukungan dana sekitar 200 miliar rupiah untuk menambah fitur dari penyedia jaringan Huawei dan ZTE itu  pada 6 ribu BTS milik Flexi.
Penggelaran EVDO Flexi direncanakan selesai pada  awal 2012.  Pada awal Oktober 2011, Telkom telah mengoperasikan 735 BTS EVDO dengan rincian 462 di Jakarta, disusul dengan Jawa Barat sebanyak 123 BTS, Medan dengan 6 BTS, Pekanbaru 28 BTS, Banjarmasin 33 BTS, Makasar 40 BTS, Denpasar 13 dan Surabaya 15 BTS EVDO.

Khusus di Bali, Telkom telah siap memberikan layanan Flexi Mobile broadband. Dari 145 BTS yang ada di Denpasar saat ini telah terpasang 13 BTS dengan teknologi EVDO Rev A dan sampai dengan akhir tahun akan terpasang 49 BTS.

Ditargetkan hingga akhir 2011 ada 50 ribu pelanggan menggunakan teknologi terbaru ini dan pada 2012 menjadi 500 ribu pelanggan. Saat ini sebanyak satu juta pelanggan Flexi aktif menggunakan data dan diharapkan  menjadi dua juta pengguna pada akhir tahun nanti. Telkom  sendiri berharap pelanggan Flexi pada akhir  2011   menjadi sekitar 20 juta pelanggan.
Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah mengakui, Flexi agak molor meluncurkan EVDO dari rencana semula Agustus 2011. “Rencananya memang EV-DO dari Flexi akan diluncurkan sekitar pertengahan Agustus lalu. Tetapi karena negosiasi harga dengan penyedia jaringan sedikit alot, maka penggelarannya agak terlambat,” ungkapnya di Jakarta, belum lama ini.
 Menurutnya, hasil dari negosiasi dengan penyedia jaringan seperti ZTE atau Huawei lumayan menggembirakan dimana harga yang didapat oleh Flexi untuk penggelaran EVDO lumayan murah sehingga tarif yang diberikan ke pelanggan lebih terjangkau.
“Besaran investasinya bisa ditekan lebih rendah untuk EV-DO. Tidak masalah mundur sedikit, tetapi hasilnya lebih kompetitif  ,” katanya.
Lebih lanjut dijelaskan, saat ini tren operator mengarah ke layanan data. Untuk bisa bertahan perseroan wajib mempunyai layanan data yang ditambah dengan pengembangan konten dan aplikasi.
“Kami ingin Flexi bisa bersaing dengan operator CDMA lainnya yang telah masuk ke mobile broadband. Strategi ini juga digunakan untuk melengkapi layanan Flexi dan memaksimalkan potensi grup,” katanya.
Menurutnya,  mainstream bisnis telekomunikasi memang mengarah kepada penyediaan layanan mobile data, dimana salah satu indikator yang paling sederhana adalah pertumbuhan pengguna smartphone yang dapat digunakan untuk mendukung pekerjaan, kegiatan social networking (Facebook & Twitter) serta akses internet.
Diungkapkannya, dalam lima tahun terakhir bisnis telepon seluler menunjukan pertumbuhan jumlah pelanggan dan  ARPU  yang sangat tinggi, masing-masing sebesar  yakni antara 27 hingga  42 persen tetapi pada dua tahun terakhir ini justru mengalami pertumbuhan negatif.

Penurunan pertumbuhan ARPU yang berbanding terbalik dengan penambahan pelanggan tersebut terkait dengan  kecenderungan penurunan revenue voice. Apabila kondisi ini tidak diantisipasi dipastikan dapat mengurangi profit margin operator, mengingat kontribusi revenue voice masih sangat dominan.

Secara terpisah, menurut  Pengamat telematika Bayu Samudiyo tantangan yang dihadapi Flexi dalam menggelar EVDO adalah keterbatasan kanal yang dimilikinya sehingga kala jumlah pelanggan mencapai titik tertentu, dipastikan berpengaruh kepada kualitas layanan.
“Untuk menggelar mobile broadband di CDMA dibutuhkan dedicated canal. Jika tidak ada management bandwidth yang mumpuni, Flexi bisa kedodoran kualitas layanannya,” katanya.[dni]