201011 Merpati Diizinkan Ikut Tender Rute Perintis

JAKARTA—PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) diizinkan untuk mengikuti tender rute perintis yang akan dibuka oleh Kementrian Perhubungan (Kemenhub) pada November nanti.

“Sejauh ini penerbangan rute perintis yang dimenangkan oleh Merpati untuk hasil tender tahun lalu masih berjalan. Kisruh Merpati dengan Pertamina yang muncul belakangan ini tidak menjadikan peluang maskapai tersebut untuk ikut tender tahun ini tertutup,” ungkap Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub Bambang S Ervan di Jakarta, Selasa (18/10).

Dijelaskannya, dalam menentukan pemenang tender rute perintis Kemenhub melihat kesanggupan maskapai dalam melayani rute yang dimenangkan, jumlah pesawat, personil, dan keuangan. “Selain itu juga dilihat penawaran biaya yang diberikan. Jika parameter itu disanggupi, tentu rute yang dibidik oleh peserta tender berpeluang untuk dimenangkan,” katanya.

Diungkapkannya, pada tahun ini akan ditender 132 rute perintis dengan nilai pagu 296 miliar rupiah. Pada 2012 ditender 133 rute dengan nilai pagu 297 miliar rupiah.
Merpati pada 2010 memenangkan 42 rute dengan nilai pagu 92,230 miliar rupiah. Rute yang dilayani di area Atambua , Langgur, Ternate, Manokwari, Merauke, Wamena, Nabire, Jayapura, dan Sorong. Sementara pada 2011 melayani 30 rute untuk Langgur, Manokwari, Jayapura, Merauke, Nabire, Wamena .
Maskapai lainnya yang memenangkan tender untuk 2011 adalah Nusantara Buana Air (NBA) sebanyak 39 rute di Sumatera, Kalimantan Barat, Ternate, Langgur, dan Nusa Tenggara timur (NTT).

Ditegaskannya, maskapai yang memenangkan tender rute perintis seharusnya tidak merugi karena subsidi diberikan dengan melihat selisih biaya operasional ditambah margin 10 persen. “Banyak maskapai yang tertarik untuk melayani rute perintis. Susi Air menambah armada untuk melayani rute ini. Memang, ada usulan dari pemenang tender untuk menjadikan dana multiyear agar maskapai bisa membuat perencanaan jangka panjang untuk pengadaan pesawat,” katanya.

Berkaitan dengan nasib dari maskapai NBA, Bambang menegaskan, akan dievaluasi terlebih dahulu kehususnya masalah memenuhi persyaratan setelah dibekukan Aoir Certificate Operation (AOC) belum lama ini. “NBA harus mengerjakan pekerjaan rumahnya dulu,” tegasnya.

Sebelumnya, regulator penerbangan sipil membekukan sementara (suspend) lisensi terbang AOC 135 NBA terhitung sejak Selesa (4/10). Pembekuan AOC dilakukan karena dari hasil evaluasi ditemukan bahwa maskapai NAB tidak memenuhi (comfirmness) atas standar praktis penerbangan yang ditetapkan. Berlakunya suspend untuk AOC NBA menjadikan seluruh operasionalnya otomatis berhenti.

Sedangkan Merpati belum lama ini terlibat perseteruan dengan Pertamina terkait utang-utang pembelian avtur kepada Pertamina.
Pertamina sempat menghentikan pasokan avtur kepada Merpati di Bandara Juanda, Surabaya, dan Bandara Hasanuddin, Makassar, terhitung mulai Sabtu lalu. Langkah tersebut diambil karena maskapai penerbangan perintis pelat merah itu sudah menunggak utang pembelian avtur senilai 550 rupiah miliar sejak 2006 dan tidak punya iktikad baik untuk membayar.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s