201011 Tim Ahli Uni Eropa akan Periksa Pengiriman Kargo

JAKARTA—Tim ahli dari Komisi Penerbangan Uni Eropa akan memeriksa pelaksanaan inspeksi pengiriman kargo di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng.

Juru bicara Kementerian Perhubungan, Bambang S Ervan mengungkapkan, saat ini tim tersebut sedang bertemu dengan regulator penerbangan sipil. “Mereka bertemu dengan Diektur Keselamatan Penerbangan Kemenhub, Moch Fuschad,” katanya di Jakarta, Selasa (18/10).

Dikatakannya, setelah rapat dengan regulator, maka tim UE akan melakukan audit ke Cengkareng. “Sejauh ini dari implementasi Regulated Agent (RA) baik domestik atau internasional tidak ada gejolak di lapangan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Arman Yahya mengungkapkan, pemeriksaan kargo internasional di Bandara Soekarno-Hatta belum dikenakan biaya selama 4 hari pertama sebagai bagian dari proses sosialisasi tidak memberi kepastian bagi dunia usaha.

“Tidak bisa ada gratis dalam dunia usaha kalau menyangkut biaya dan waktu proses sangat diperlukan kepastian. Karena dalam bisnis semua ada hitungan nilai ekonominya,” katanya.

Manajemen PT Fajar Anugerah Semesta (FAS) Rizali Fauzan mengakui, sebagai salah satu perusahaan agen inspeksi yang mengantongi sertifikat dari Kementerian Perhubungan, pihaknya dalam pelaksanaan di hari-hari pertama kargo internasional yakni sejak 16 Oktober hingga Selasa (18/10), belum dikenakan biaya pemeriksaan.

“Kami belum kenakan biaya untuk pemeriksaan kargo internasional untuk pengirim pabrikan atau known shipper. Hanya sementara, tindakan ini kami ambil sebagai bagian dari tahap sosialisasi karena implementasinya masih tahap awal,” katanya.

Rizali menambahkan pemeriksaan kargo internasional baik untuk known shipper maupun untuk pengirim biasa atau unknown shipper untuk saat ini masih dilakukan di gudang lini 1 Bandara Soekarno-Hatta.

Pemeriksaan di lini satu yang merupakan areal terbatas ini, hanya bersifat sementara untuk kargo dari unknown shipper. Hal ini sesuai dengan surat edaran dari Kementerian Perhubungan.[dni]

201011 Merpati Diizinkan Ikut Tender Rute Perintis

JAKARTA—PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) diizinkan untuk mengikuti tender rute perintis yang akan dibuka oleh Kementrian Perhubungan (Kemenhub) pada November nanti.

“Sejauh ini penerbangan rute perintis yang dimenangkan oleh Merpati untuk hasil tender tahun lalu masih berjalan. Kisruh Merpati dengan Pertamina yang muncul belakangan ini tidak menjadikan peluang maskapai tersebut untuk ikut tender tahun ini tertutup,” ungkap Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub Bambang S Ervan di Jakarta, Selasa (18/10).

Dijelaskannya, dalam menentukan pemenang tender rute perintis Kemenhub melihat kesanggupan maskapai dalam melayani rute yang dimenangkan, jumlah pesawat, personil, dan keuangan. “Selain itu juga dilihat penawaran biaya yang diberikan. Jika parameter itu disanggupi, tentu rute yang dibidik oleh peserta tender berpeluang untuk dimenangkan,” katanya.

Diungkapkannya, pada tahun ini akan ditender 132 rute perintis dengan nilai pagu 296 miliar rupiah. Pada 2012 ditender 133 rute dengan nilai pagu 297 miliar rupiah.
Merpati pada 2010 memenangkan 42 rute dengan nilai pagu 92,230 miliar rupiah. Rute yang dilayani di area Atambua , Langgur, Ternate, Manokwari, Merauke, Wamena, Nabire, Jayapura, dan Sorong. Sementara pada 2011 melayani 30 rute untuk Langgur, Manokwari, Jayapura, Merauke, Nabire, Wamena .
Maskapai lainnya yang memenangkan tender untuk 2011 adalah Nusantara Buana Air (NBA) sebanyak 39 rute di Sumatera, Kalimantan Barat, Ternate, Langgur, dan Nusa Tenggara timur (NTT).

Ditegaskannya, maskapai yang memenangkan tender rute perintis seharusnya tidak merugi karena subsidi diberikan dengan melihat selisih biaya operasional ditambah margin 10 persen. “Banyak maskapai yang tertarik untuk melayani rute perintis. Susi Air menambah armada untuk melayani rute ini. Memang, ada usulan dari pemenang tender untuk menjadikan dana multiyear agar maskapai bisa membuat perencanaan jangka panjang untuk pengadaan pesawat,” katanya.

Berkaitan dengan nasib dari maskapai NBA, Bambang menegaskan, akan dievaluasi terlebih dahulu kehususnya masalah memenuhi persyaratan setelah dibekukan Aoir Certificate Operation (AOC) belum lama ini. “NBA harus mengerjakan pekerjaan rumahnya dulu,” tegasnya.

Sebelumnya, regulator penerbangan sipil membekukan sementara (suspend) lisensi terbang AOC 135 NBA terhitung sejak Selesa (4/10). Pembekuan AOC dilakukan karena dari hasil evaluasi ditemukan bahwa maskapai NAB tidak memenuhi (comfirmness) atas standar praktis penerbangan yang ditetapkan. Berlakunya suspend untuk AOC NBA menjadikan seluruh operasionalnya otomatis berhenti.

Sedangkan Merpati belum lama ini terlibat perseteruan dengan Pertamina terkait utang-utang pembelian avtur kepada Pertamina.
Pertamina sempat menghentikan pasokan avtur kepada Merpati di Bandara Juanda, Surabaya, dan Bandara Hasanuddin, Makassar, terhitung mulai Sabtu lalu. Langkah tersebut diambil karena maskapai penerbangan perintis pelat merah itu sudah menunggak utang pembelian avtur senilai 550 rupiah miliar sejak 2006 dan tidak punya iktikad baik untuk membayar.[dni]