181011 Menelisik Senjata Andalan untuk Data

Lembaga riset Frost and Sullivan memprediksi pada tahun ini pendapatan layanan data industri telekomunikasi Indonesia mencapai 3,4 miliar dollar AS. Pertumbuhan rata-rata (Coumpound Annual Growth Rate/CAGR) mencapai 18,9 persen dimana apda 2014 diprediksi mencapai 5,74 miliar dollar AS.

Angka itu semakin mendekati pendapatan suara yang diprediksi mencapai 6,41 miliar dollar AS dengan CAGR 2,93 persen.
Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) mencatat pengguna layanan data di Indonesia baru 30 persen terhadap penetrasi SIM Card yang mencapai 240 juta kartu atau sekitar 72 juta pelanggan.
Lembaga pemeringkat utang Moody’s Investor Service pun menyakini para operator akan fokus menggunakan layanan data untuk mengimbangi pertumbuhan pelanggan yang melambat. Moody’s memperkirakan pertumbuhan pendapatan operator  akan sama dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Biasanya, pertumbuhan omset para operator dua kali pertumbuhan ekonomi.
Persiapkan Infrastruktur
Direktur Layanan dan Teknologi  XL Axiata Dian Siswarini mengakui perseroan akan fokus di jasa data di masa mendatang mengingat potensi besar yang dimiliki. Xl menyiapkan dana sebesar 3 triliun rupiah untuk mengembangkan layanan data pada tahun ini.
Menurutnya, kompetisi industri selular di Indonesia termasuk yang tertinggi di Asia dengan 10 operator  yang melayani lebih dari 238 juta penduduk.  ”Dengan hanya tingkat penetrasi internet 12 persen, saat ini, peluangnya masih sangat menguntungkan bagi operator yang mampu mengkombinasikan layanan selular dan akses internet,” katanya di Jakarta, kemarin.
Dijelaskannya, secara infrastruktur XL tengah menyiapkan solusi standar signaling baru berbasis IP Transport dan Signaling Standards SIP. Dengan menggandeng perusahaan Dimension Data.
“Kami perlu meningkatkan kapasitas jaringan interoperator kami. Infrastruktur kami saat ini yang berbasis signaling TDM/SS7 merupakan solusi yang kurang efisien karena setiap operator memilih untuk menerapkan protokol signaling dengan cara mereka sendiri. Kami memerlukan solusi interkoneksi yang dapat melintasi ketidak kompabilitasan tersebut, dan memastikan penyampaian sinyal end-to-end dengan biaya yang efektif,” ujarnya.
Session Initiation Protocol (SIP) adalah protokol signaling yang biasa digunakan untuk menghubungkan antara dua atau lebih pihak menggunakan jaringan IP. Hal ini memungkinkan XL menghadirkan berbagai layanan yang inovatif termasuk voice-enriched e-commerce, web page click-to-dial, Instant Messaging dengan daftar teman, dan layanan IP Centrex.
“Ketika layanan berbasis Internet Protocol (IP) menjadi wilayah persaingan baru dalam memperebutkan pangsa pasar, kemampuan untuk melakukan koneksi dengan pelanggan dari operator lain akan menjadi pembeda layanan yang penting,” katanya.
GM Marketing Access XL Axiata Riza Rachmadsyah mengungkapkan, perseroan gencar mendorong penggunaan data melalui berbagai strategi seperti bundling produk smartphone, menawarkan paket-paket data dengan tarif kompetitif, dan menyediakan aplikasi bernilai tambah bagi konsumen. “Khusus untuk BlackBerry masih dilihat sebagai smartphone memiliki pertumbuhan yang bagus, tetapi kami tidak menafikan adanya smartphone berbasis sistem operasi lainnya yang bisa menyumbang omset bagi layanan data,” katanya.
Berdasarkan catatan, Average Revenue Per User (ARPU) dari 1,3 juta pelanggan BlackBerry XL sekitar 60-70 ribu rupiah, sementara untuk pengguna akss internet melalui dongle sebesar 50 ribu rupiah. Selama semester I 2011  pendapatan  dari  layanan data XL meningkat sebesar 47 persen jika dibandingkan periode sama 2010 dan memberikan kontribusi sebesar 21 persen terhadap total pendapatan atau sekitar 1,91 trilun rupiah.
Tidak Andalkan BlackBerry
Sementara Direktur Penjualan Axis Telekom Syakieb A Sungkar menegaskan, BlackBerry bukan smartphone yang diandalkan sebagai penyumbang omset perseroan mengingat model bisnis yang ditawarkan Research In Motion (RIM) hanya memberikan margin tipis bagi operator.
“Masa depan bisnis data Axis tidak datang dari BlackBerry sebab margin yang didapat dari layanan itu sangat kecil, sekitar 10 persen dari harga ritel. Kami lebih fokus pada smartphone berbasis Android, Apple iOS, Eindows, serta Symbian,” katanya.
Berdasarkan catatan, RIM menarik biaya jasa untuk setiap pelanggan layanan BlackBerry per bulan kepada operator berkisar 4-7 dollar AS. Saat ini tengah berlangsung negosiasi dengan mengaji penerapan pola bagi hasil.
Berdasarkan catatan, AXI memiliki 140 ribu pelanggan BlackBerry atau hanya 0,9 persen dari 16 juta pelanggannya. Jumlah pengguna layanan data Axis saat ini mencapai tiga juta dan pada semester I 2011 telah berkontribusi sekitar 30 persen terhadap omset perseroan.
GM Device Bundling Management Telkomsel Heru Sukendro mengungkapkan, perseroan  mengandalkan handset berbasis 3G dari berbagai merek, modem serta wifi roputer untuk mendongkrak omset jasa data.
“Kami tidak hanya menjual handset-nya  tetapi kita juga dikustomisasi  dengan berbagai aplikasi,  kerjasama dengan universitas serta  merchant,” katanya.
Diungkapkannya, saat ini pelanggan data Telkomsel  sudah mencapai 30 juta pengguna dimana BlackBerry digunakan   2,7 juta pelanggan.  ARPU pelanggan BlackBerry sekitar   300 ribu rupiah, sementara pengguna data  sebesar  80 ribu rupiah.
Wakil Direktur Bidang Pemasaran Bakrie Telecom Erik Meijer mengungkapkan, melalui anak usaha  Bakrie Connectivity, pelanggan data paling banyak dipikat oleh   USB Modem AHA Dongle. “Saat ini  sudah ada 250 ribu pelanggan AHA dengan ARPU   65 ribuan rupiah,” katanya.
 
Deputy CEO Smartfren Djoko Tata Ibrahim mengakui, layanan data yang kian diminati oleh masyarakat menjadikan perseroan semakin dilirik oleh pasar. “Pelanggan data Smartfren sudah mencapai satu juta pengguna dengan ARPU 60 ribu rupiah. Kami optimistis akhir tahun ini bisa mencapai 1,2 juta rupiah dan meraup total omset sekitar satu triliun rupiah,” katanya.
Dikatakannya, andalan dari perseroan untuk menjual jasa data adalah smartphone yang telah mendukung teknologi CDMA 1x, EVDO baik Rev A atau B. “Minggu depan Smartfren akan meluncurkan EVDO Rev B di Jakarta. Kapasitas jaringan di Jakarta kian padat berkat promosi I Hate Slow. Sekarang 9 kanal yang dimiliki oleh Smartfren di kota ini dihidupkan semua. Sementara kapasitas jaringan secara nasional untuk data baru terutilisasi sebesar 30 persen,” katanya.
Dikatakannya,  untuk BlackBerry masih diberikan perhatian walau agar bisa menjual layanan dan perangkat RIM tersebut marginnya tipis karena ada subsidi. “Kami terpaksa melakukan itu karena BB visi Smartfren adalah menawarkan semua kebutuhan pelanggan,” katanya.[dni]
Iklan

2 Komentar

  1. ada referensinya pak ?
    misalnya web rim atau lembaga yg punya data ttg jumlah yg dibayarkan provider ke telkomsel..
    aku punya tugas dan harus menyertakan referensi yg jelas..

    • Kalo soal sharing itu B2B. Bisa diambil referensi dari pernyataan eksekutif operator tersebut yang ada di artikel.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s