181011 First Media Perkuat Layanan

JAKARTA—Penyedia layanan televisi kabel dan akses internet,  First Media, memperkuat layanan ke pelanggan dengan  menerapkan teknologi Dolby Digital Plus surround sound  dan Video on Demand.
“Teknologi Dolby Digital Plus membuat pelanggan yang menggunakan High Definition  TV (HDTV) dapat menikmati  kualitas gambar yang tinggi dengan suara surround mendalam,” kata  Chief Executive Officer First Media Hengkie Liwanto di Jakarta, kemarin.
Dijelaskannya, Dolby Digital Plus  telah digunakan dalam standar penyiaran di seluruh dunia untuk layanan HDTV, termasuk spesifikasi terestrial di Prancis, Italia, Polandia, Swedia, dan Inggris. Baru-baru ini juga terpilih sebagai teknologi audio opsional untuk Receiver DTMB Nasional China, set-top box dan TV yang akan berlaku 1 November 2011.
Untuk menikmati audio tersebut, pelanggan perlu menambahkan kotak digital HD. Codec dari kotak digital ini berguna untuk mendistribusikan data digital melalui infrastruktur serat optik dan menyalurkannya ke layar TV.
Sementara untuk  Video On Demand (VoD) sudah bisa dinikmati lewat program Showtime.  VOD menjadikan  pelanggan seperti mempunyai perpustakaan video pribadi yang dapat mereka pilih sendiri.
“Lewat VoD ini kita dapat merekam, menghentikan, atau mengulang program serta konten tayangan yang diinginkan tanpa harus menunggu jadwal acara TV,” jelasnya.
Saat ini, pelanggan dapat menikmati fasiltas VOD dari Showtime secara gratis selama tiga bulan masa uji coba untuk semua paket HBO On Demand dan beberapa konten lokal yang diberikan First Media.
VoD merupakan sebuah layanan yang memungkinkan pengguna memilih dan menikmati konten video sesuai keinginannya. Dalam layanan ini, teknologi IPTV umumnya digunakan untuk mengantarkan video ke pesawat televisi ataupun komputer.
Berdasarkan laporan Pasar TV Berbayar dan Pitalebar Asia Pasifik 2011 yang diterbitkan lembaga analis Media Partners Asia (MPA), dinamisme ekonomi dan persaingan multi-platform telah meningkatkan konsumsi TV berbayar dan pitalebar di Asia Pasifik.
Dari laporan tersebut, terungkap bahwa pada tahun 2010 lalu, jumlah rumah tangga yang menjadi pelanggan layanan TV digital telah mencapai 148 juta rumah.
Angka ini diprediksi akan mencapai 362 juta pada tahun 2015 dan 483 juta pada 2020, dipicu oleh adopsi digital yang dilakukan oleh jutaan rumah tangga di China dan India serta proses digitalisasi di negara lain.[dni]
Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s