181011 ATSI Setop Penawaran Konten Komersial

JAKARTA—Para operator yang tergabung dalam Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia  (ATSI) berjanji akan menghentikan penawaran konten komersial melalui SMSbroadcast, pop screen, atau voice broadcast terhitung sejak Selasa (18/10) sampai dengan batas waktu yang akan ditentukan kemudian oleh pemerintah.

“Industri telekomunikasi dibangun dengan niat baik bagi bangsa ini. Tak ada niat sedikitpun dari seluruh anggota ATSI untuk menjalankan praktek usaha yang tak beretika sehingga terjadi keresahan dan kerugian di masyarakat. Penghentian penawaran ini merupakan wujud itikad baik kami sesuai dengan instruksi Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI),” ungkap Ketua Umum ATSI Sarwoto Atmosutarno di Jakarta, Senin (17/10).
Dihimbaunya, pelanggan yang merasa dirugikan oleh konten komersial untuk melakukan pengaduan ke call center BRTI atau cal center di masing-masing operator dan berjanji setiap laporan yang masuk ditindaklanjuti secara serius. “Termasuk melaksanakan restitusi kepada pelanggan yang terbukti dirugikan. Hal ini dilakukan sesuai dengan mekanisme dan kebijakan masing-masing operator,” jelasnya.
Dikatakannya, ATSI juga sepakat prosedur berlangganan perlu dievaluasi dari waktu ke waktu dan [rosedur berhenti berlangganan harus dilakukan sesederhana dan semudah mungkin. “Sejauh ini anggota ATSI sangat responsive terhadap keluhan konten komersial. Terbukti, dari catatan BRTI lebih dari 90 persen keluhan yang masuk ke mereka sudah ditangani dengan baik. Bahkan sudah ada 60 penyedia konten dimasukkan daftar hitam dan para operator diminta untuk tidak lagi berbisnis dengan mereka,” katanya.
Secara terpisah, Anggota Komite BRTI Heru Sutadi meminta operator untuk menjalankan instruksi dari  Surat Edaran (SE) No. 177/BRTI/2011 yang dikeluarkan pada  Jumaat (14/10). “Kami akan meminta laporan dari implementasi SE itu pada Rabu (18/10) nanti,” katanya.
Diungkapkannya, hasil pertemuan terakhir dengan operator terdapat keberatan khususnya instruksi untuk melakukan deaktivasi atau unreg layanan konten komersial mulai Selasa (18/10) dengan alasan kemampuan masing-masing pelaku usaha berbeda-beda.
“Operator boleh beralasan, tetapi kami sudah memberikan batas waktu yang lumayan rasional  untuk menjalankan instruksi tersebut. Jika pada laporan rabu (18/10) ditemukenali ada yang tidak menjalankan, bisa saja dijatuhkan sanksi terberat yakni pencabutan lisensi,” katanya.
Menurutnya, ketegasan harus ditunjukkan oleh regulator terhadap operator saat ini karena tingkat kperecayaan masyarakat terhadap pelaku usaha di sektor telekomunikasi mulai menurun akibat maraknya kasus sedot pulsa. “Industri ini harus diselamatkan dengan ketegasan. Tidak boleh lagi ada kompromi untuk sesuatu yang jelas-jelas merugikan kepentingan masyarakat. Operator yang tergabung di ATSI harus menyadari konsekuensi jika berusaha mengakali instruksi yang dicantumkan di SE itu,” ketusnya.[dni]
Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s