161011 Persaingan Rute Bandung Kian Ketat

JAKARTA—Persaingan maskapai melayani rute ke Bandung kian ketat dengan masuknya anak usaha Singapore Airlines berbasis low cost carrier (LCC), Silk Air, mulai awal pekan lalu.

Corporate Communication Manager Indonesia Air Asia Audrey Progastama Petriny mengakui, masuknya Silk Air menjadikan persaingan kian ketat untuk tujuan ke Kota Parahyangan tersebut dan memaksa maskapainya untuk terus berinovasi.

“Selain berinovasi kami juga terus menawarkan jaringan yang luas dari Bandung dengan menyediakan penerbangan langsung ke Bali, Medan, dan Kuala Lumpur,” jelasnya di Jakarta, Jumaat (14/10).

Dijelaskannya, dari Kuala Lumpur para penumpang Indonesia Air Asia bisa melanjutkan perjalanan ke banyak destinasi, bahkan ke Eropa dengan fasilitas fly-thru.

Chief Executive Silk Air Marvin Tan mengatakan penerbangan maskapainya dari Singapura ke Bandung dilakukan tiga kali dalam semiggu dengan menggunakan pesawat Airbus A319 dengan kapasitas 128 kursi.

“Rencananya mulai 30 Oktober jumlah frekuensi dinaikkan menjadi lima kali seminggu. Rute baru ini menawarkan kelas bisnis sebanyak 8 kursi dan ekonomi 120 kursi,” katanya.

Sebelumnya, maskapai negeri jiran Malaysia Airlines juga membuka rute Kuala Lumpur-Bandung pada medio Juli 2011. Sedangkan pemain lokal yang sudah terbang ke bandara Husein Sastranegara adalah Merpati Nusantara Airline, Susi Air, Sriwijaya Air, Sky Aviation, dan Wings Air. Ramainya maskapai melayani rut eke Bandung tak bisa dilepaskan dari diperpanjangnya runway bandara sehingga bisa darati oleh pesawat berbadan lebar.

Tender Sub-100
Pada kesempatan lain, Direktur Keuangan Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan menargetkan perseroan mulai mengoperasikan pesawat dengan kapasitas kursi di bawah 100 (Sub-100) pada kuartal III-2012.

“Kami targetkan bisa mengoeprasikan pada periode tersebut dengan memperkirakan pabrikan pesawat baru bisa mengirimkan pada jangka waktu itu. Saat ini sedang ditimbang antara jenis Embraer 190 buatan Brazil atau Bombardier CRJ 1000 buatan Kanada,” ungkapnya.

Diungkapkannya, rencananya perseroan akan mendatangkan sebanyak 15 unit pesawat tipe sub-100 hingga 2015. Pada akhir Oktober ini akan diumumkan pilihan pabrikan pesawat yang digunakan dan pada November dipastikan sudah ada pembuatan kontrak pemesanan dengan pabrikan pilihan.

Diperkirakannya, harga satu unit pesawat yang akan didatangkan antara 30-40 juta dollar AS. Untuk mendatangkan pesawat tersebut perseroan akan menggunakan skema operating lease atau financial lease.

Garuda akan menggunakan pesawat tersebut sebagai feeder dari bandara-bandara kecil menuju bandara utama di pulau besar seperti Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan Bali.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s